Maninjau, Permata dari Minangkabau

Sumatera Barat, ranah Minangkabau menyimpan pesona alam yang luar biasa. Gugusan pulau cantik di lautan Hindia, gunung dan perbukitan Bukit Barisan. 


Maninjau, gunung dan lautan

Salah satu wujud keindahan alam di Sumatera Barat yaitu Danau Maninjau, danau terbesar kedua di Sumatera Barat setelah Danau Singkarak.

Bung Karno sang proklamator bahkan saking terpesona dengan keindahan Danau Maninjau sehingga menciptakan sebuah pantun saat berkunjung ke Maninjau “Jangan makan arai pinang, kalau tidak dengan sirih yang hijau.
Jangan datang ke Ranah Minang, kalau tak mampir ke Maninjau.”

Bus yang saya tumpangi bergerak perlahan di jalan yang berkelok-kelok mendaki. Dalam kegelapan malam, saya turun dari bus. Udara dingin menyergap hingga ke badan. Asap putih keluar dari mulut. Maninjau menyambut saya yang kedinginan.

Setelah istirahat semalaman, pesona Maninjau baru nampak di pagi harinya. Lampu-lampu rumah penduduk menghiasi tepian danau. Jelang matahari ke atas, permata ranah Minang ini semakin berkilau mempesona.

Maninjau dari Lawang Park


Ada beberapa tempat populer untuk menikmati danau Maninjau dari ketinggian: Taman XIII Balai Basa, Ambun Tanai, Nuansa Maninjau, Lawang Park dan Puncak Lawang. Yang paling terkenal adalah Puncak Lawang dan Lawang Park. Foto di atas saya ambil dari Lawang Park.

Iklan

6 comments

  1. dananu maninjau memang keren … perjalanan berliku likunya kesana seru
    apalagi jika dilihat dari atas .. wah … ajibb bener. pernah sekai dibawa saudara lihat dari atas .. tapi lupa apa namanya .. kalau ga salah sih Puncak lawang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s