Ronde Mak Pari dan Durian Brongkol

Dari bandara, kami mau makan malam di Waroeng SS dekat bandara. Tiba disana, tempatnya ruame sekali. Kami pindah ke Waroeng SS yang lain, tetapi malah nyasar dan tidak jua ketemu. Akhirnya, setelah cek di maps, kami makan di Waroeng SS Prambanan, Klaten. 😀 *** Selama mudik bulan Februari kemarin, saya yang bertugas antar-jemput Ni Shaquinna…

Celosia Happy and Fun, Macetnya Nggak Fun

Selama ini kemacetan di kampung halaman biasanya terjadi waktu lebaran. Saat dimana banyak mobil plat B, D, F dan luar kota provinsi menyesaki jalan protokol mulai dari jalan raya Solo-Semarang, jalan tol bahkan hingga jalan kampung. Kini, macet bisa terjadi kapan saja. Termasuk waktu libur panjang Maulud Nabi kemarin. Dari rumah mertua di Tuntang ke…

Intip Kota Lama Semarang dari Transjateng

“Mas, nek mudhun Tawang baline numpak Transjateng wae saka ngarep stasiun.  Mengko liwat Kota Lama. Tekan Bawen. “ Begitulah saran adik ipar tatkala saya berniat turun di stasiun Tawang hendak pulang ke Salatiga. Dari stasiun Tawang ke Salatiga ada banyak pilihan transportasi. Saya mengambil opsi termurah yaitu naik bus Transjateng dari stasiun Tawang menuju Bawen….

Berburu Nasi Jagung ke Pasar Bandungan

Sebelum pulang kampung, saya sudah menyiapkan list mau kulineran kemana saja kalau sudah tiba di kampung. Tak banyak tempat yang saya tentukan karena biasanya saat Lebaran malah banyak tempat makan enak yang tutup karena pemiliknya berlebaran di kampung. Jadi saya harus menunggu paling tidak seminggu setelah Lebaran. Saya sengaja tak menyiapkan agenda jalan-jalan. Minggu pertama…

Mandi Air Panas di Petirtaan Derekan

Sejak tinggal di Sungai Penuh beberapa tahun silam, saya jadi suka pergi ke pemandian air panas yang mengandung belerang. Dulu saya berfikir yang pergi mandi air panas pasti punya penyakit kulit. Rupanya, tak melulu penderita gangguan kulit yang mandi air panas. Siapa saja boleh kok, meskipun sehat tak ada keluhan apapun. Bahkan, setelah mandi air…

Apa Kabar Air Terjun Tengaran?

“Sekarang sepi ya Gus?” tanya saya di atas motor. “Sepi.” jawab Agus lirih yang membonceng saya. Saya lihat banner bertuliskan nama Curug Belondo yang sudah kumal. Kotor dan robek-robek. Tulisan Sapta Pesona yang berada di bawahnya tak terlalu jelas dibaca. Pos penjualan tiket yang berada di tepi jalan lintas Klero-Regunung seakan sudah lama tidak dihuni…