Berburu Nasi Jagung ke Pasar Bandungan

Sebelum pulang kampung, saya sudah menyiapkan list mau kulineran kemana saja kalau sudah tiba di kampung. Tak banyak tempat yang saya tentukan karena biasanya saat Lebaran malah banyak tempat makan enak yang tutup karena pemiliknya berlebaran di kampung. Jadi saya harus menunggu paling tidak seminggu setelah Lebaran.

Saya sengaja tak menyiapkan agenda jalan-jalan. Minggu pertama lebaran biasanya habis untuk halal bihalal ke keluarga besar orang tua dan keluarga besar mertua. Malangnya, sudah agenda halal bihalal sangat padat, waktu mudik kemarin cuacanya kurang bersahabat. Siang panas tapi malamnya dingin banget waktu membuat saya tumbang kena flu dan meriang. Sampai libur lebaran selesai, saya paling jauh hanya ke rumah budhe di Brebes. Selebihnya kulineran saja hehe.

Salah satu makanan yang pengen saya santap yaitu nasi jagung. Kuliner ini memang susah ditemui di luar Jawa biarpun di komunitas perantau Jawa. Mungkin karena untuk membuat nasi jagung ini cukup ribet prosesnya.

Bahan nasi jagung ini bukan nasi beras dicampur jagung, melainkan dari jagung. Butirannya tak lagi sebesar bulir jagung, melainkan agak halus sebesar gula pasir. Rasanya tawar, tidak manis karena yang dipakai jagung tua, bukan jagung muda yang biasa direbus atau dibuat jagung jagung bakar itu.

Di sekitar rumah orang tua di Boyolali, tak sulit menemukan penjual nasi jagung. Biasanya dijual untuk sarapan. Seporsi nasi jagung dengan sayuran, sambel kelapa parut, sambel bawang, sambel tumpang dan peyek ikan asin porsi sedang dijual hanya Rp 2.000,-. Kalau mau porsi besar bisa minta Rp 3.000,- murahnya kebangetan!

Di sekitar rumah mertua di Semarang rupanya ada juga nasi jagung. Belinya cukup jauh di pasar Bandungan. Bukan Bandungan yang habis Ambarawa melainkan nama pasar di desa Gedangan.

Nasi jagung di rumah mertua ini hampir sama dengan yang di rumah orang tua. Bedanya, kalau yang disini dia tidak pakai sambel tumpang. Soal rasa sih sama.

Β 

Penasaran, saya mengajak istri beli langsung ke pasar Bandungan. Dari arah Salatiga, kami menuju ke arah Ambarawa. Pasarnya tepat di simpang tiga arah ke Kopeng. Dari sini tampak jelas gunung Merbabu πŸ™‚

Sekilas pasarnya kecil saja, halaman pasar dipenuhi para pedagang. Kami parkir motor di tepi jalan dekat pemakaman bernama Kemandungan. Baru kami tahu kalau di sebelah makam itu pintu masuk ke objek wisata Kampoeng Banyumili.

Di halaman pasar, pedagang sayur, buah dan aneka sarapan campur aduk jadi satu.

Saya menemukan sayur adas yang konon hanya tumbuh di lereng gunung Merbabu. Adas yang mirip rambut jagung ini enak sekali dibuat sayur bobor atau urap.

Tak susah menemukan penjual nasi jagung karena hanya satu pedagang nasi jagung. Btw, gelang emas mbahnya gede banget πŸ˜€

Anak saya kepincut sama sate ayam. Mampir dulu untuk dimakan di rumah.

Karena besok sudah Lebaran, ada juga pedagang yang menjual bungkus ketupat. Selamat lebaran ya, maaf lahir batin #telat.

11 Comments Add yours

  1. aryantowijaya berkata:

    Pasar Bandungan ngangeni banget mas.
    Minggu lalu aku makan nasi jagung di Sampetan, aduh, enak banget. Entah di Jakarta cari nasi jagung di mana.

    1. Avant Garde berkata:

      di jakarta ya gak ada, temenku pernah beli online rasanya beda sm nasi jagung di kampung hehehe…. ohya?udah ke pasar bandungan?

      1. aryantowijaya berkata:

        Udah mas, sering malah ke Pasar Bandungan.
        Aku sering mampir ke rumah temanku di Dusun Golak.

        1. Avant Garde berkata:

          Oh gitu, tau gitu kusuruh mampir ke rumah ya hehehe πŸ™‚

  2. prih berkata:

    Sepincuk nasi jagung yang ngangeni. Nah sayur rambut buto gimbal (eh adas) dengan aromanya yang khas.
    Tidak ada nasi jagung di rantau ya, Mas? Salam

    1. Avant Garde berkata:

      tidak ada bu hehe… nasi jagung sambel tumpang, maknyus πŸ™‚

  3. bersapedahan berkata:

    wah sudah lama ngga makan nasi jagung, kalau di jakarta susah dapat nasi jagug begini … bahkan di pasarpun jarang ada.
    mesti main ke jawa dulu … πŸ™‚

    1. Avant Garde berkata:

      ditunggu kedatangannya di boyolali dan salatiga mas πŸ™‚ murah meriah enak

  4. Ahhhhhh jadi kangen sama panganan tradisional ketika baca soal nasi jagung. Enak banget buat dipakai sarapan. Nyammmmm…. Nyaaammm……

    1. Avant Garde berkata:

      Terimakasih sudah berkunjung mas, betul, nasi jagung ini rasanya enak sekali, pernah makan mas?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s