Review : Bioskop KONI Bangko

Sudah tiga tahun lebih saya menghuni Bangko. Dibandingkan  Jakarta, kota tempat saya bekerja sebelumnya, Bangko ibarat bumi dan langit. Di Bangko serba terbatas fasilitas publiknya. Salah satunya fasilitas hiburan yaitu menonton film di bioskop.

Bioskop jaringan 21 terdekat di kota Jambi. Sekitar 6 jam perjalanan dari Bangko. Karena saya harus bekerja hingga Jumat sore, saya baru bisa ke Jambi selepas pulang kerja. Saya pernah lho naik travel dari Bangko Jumat sore. Sampai di Jambi, saya nginap di agen travel. Sabtu siang selepas menonton film di Jambi, langsung pulang ke Bangko. 

Tahun lalu, dari sejumlah brosur, kabarnya ada bioskop mini baru dibuka di Bangko. Sayang lokasinya di Talang Kawo, agak jauh dari pusat kota. Apa kabar bioskop tersebut? Sepertinya tak terdengar lagi gaungnya.

Beberapa bulan ini, sebuah ruko di bilangan KONI disulap menjadi bioskop mini. Beberapa kali saya melewati tempat ini. Saya sebenarnya penasaran. Namun, melihat tempatnya yang kecil saya agak sangsi. Bagus nggak ya tempatnya.

Saya tanya beberapa kawan yang sudah menonton, kata mereka sih cukup bagus. Atas ajakan istri dan beberapa teman, akhirnya saya masuk ke bioskop tersebut. Berikut penilaian saya.

p1060457Bagian depan gedung bioskop

Lokasi
Bioskop KONI berada di kawasan dekat stadion KONI. Tepatnya di Jl. Abdul Rahman Syukur. Dari arah kota sebelah kanan jalan setelah kantor DPRD Merangin. Cukup strategis karena KONI merupakan kawasan pemukiman dan kos-kosan baru di Bangko. Di sepanjang jalan ini banyak muncul tempat nongkrong macam kafe-kafe kekinian dan warung 
ampera.

Gedung
Sekilas dari luar, tempat ini hanya sebuah ruko satu lantai. Parkir mobil disediakan di lahan kosong di samping bioskop. Sedangkan motor bisa ditaruh tepat di depan pintu masuk.

Di lobi terdapat satu bilik tempat penjualan tiket dan tempat duduk yang muat untuk sekitar 5 orang saja. Di dinding dipajang wallpaper poster-poster film yang ingin dilihat. Hanya seorang mbak-mbak pendiam yang bertugas sebagai penjual tiket. Tidak seperti bioskop pada umumnya, tidak akan ada paksaan sapaan manja mas-mas atau mbak-mbak yang jualan jagung dan minuman soda.

p1060454
Bukan bilik warnet, ini tempat penjualan tiket.
Ini bioskop yah, bukan angkot. Bayar dulu baru nonton (lihat keterangan di biliknya).

Tiket
Tiketnya ditulis manual oleh petugas pakai tangan. Ada keterangan hari dan tanggal pertunjukan, j
am tayang dan no.kursi. Satu tiket berlaku untuk satu orang dan satu kali pertunjukan. Hari Senin hingga Jumat harga tiket Rp 15.000,- dan akhir pekan Rp 20.000,-. Jika beli 5 tiket gratis 1 tiket untuk hari dan jam yang sama.

Mbak-mbak penjual tiket menurut saya kurang banyak ngomong alias terlalu pendiam. Tidak ada sapaan ketika kami datang untuk membeli tiket. Ketika menyerahkan tiket, ekspresinya juga dingin tanpa suara. Posthink, mungkin mbaknya lagi galau sama mantan :p

Jadwal Pertunjukan dan Film
Dalam sehari, bioskop membuka 4 pertunjukan. Jam 11 siang, jam 14 dan 16 sore dan terakhir jam 19.30 malam. Khusus malam Minggu ada midnite show jam 21.30 dan Minggu pagi jam 09.00. 

Uniknya bioskop KONI, selain jadwal reguler yang sudah ditetapkan pengelola bioskop, pengunjung bisa memilih booking film sesuka hati. Syaratnya cukup membeli minimal 4 tiket dalam satu pertunjukan. Mau menonton sendiri atau rame-rame terserah. Artinya, cukup membayar 4 tiket kamu sudah bisa menikmati bioskop sendiri. Kalau ingin lebih private, setelah melakukan pembayaran, kita bisa minta petugas bioskop untuk close ruangan sehingga tidak ada orang lain yang bisa masuk studio.

Koleksi filmnya menurut saya cukup lengkap dan update. Ada sekitar 10 buku mirip album foto yang berisi poster album film. Genrenya macam-macam. Ada action, drama, komedi, horror, anak-anak, film 3D juga ada. Dari 10 album 9 album merupakan film Barat, Korea/Jepang, Bollywood. Khusus film Indonesia hanya ada 1 album.

Kerennya, film “baru” macam The Conjuring 2, My Stupid Boss, film baper kaya AADC 2 dan Sabtu Bersama Bapak meski belum muncul di TV sudah ada di tempat ini!

Kemarin kami datang berlima. Saya, Nia, Mama Nia dan seorang teman kantor bersama istrinya. Rencana mau booking film untuk jam 11. Rupanya jam tersebut sudah dibooking orang lain. Jadinya kami nonton jam 14.00. Kalau di bioskop biasa anak diatas 2 tahun membayar  1 tiket, karena Nia masih mau dipangku jadi kami hanya bayar 4 tiket.

p1060459
Ini bukan mading, biarpun tampak sangat sederhana, ini jadwal bioskop

Tempat Duduk
Namanya saja bioskop mini, jadi ya kapasitas tempat duduk tidak sebanyak di bioskop jaringan waralaba. Pun hanya 1 studio/ruangan bioskop. Satu ruangan terdiri dari 42 kursi yang terbagi 7 baris dengan masing-masing baris 6 kursi.

p1060451
Denah ruangan dan aturan-aturan di bioskop

Sebelum masuk, saya harus naik tangga terlebih dulu. Mirip dengan bioskop beneran, tempat duduk penonton semakin ke belakang semakin tinggi. Kursinya cukup empuk dan nyaman. Sayang alas kursi kurang stabil sehingga agak goyang. Di dekat pegangan terdapat tatakan besar untuk menaruh minuman seperti di bioskop XXI. Keren!

p1060450
penampakan kursinya, berkesan mewah dibungkus bahan menyerupai kulit merah

Di dalam ruangan udaranya cukup dingin. ACnya ada 2 buah sehingga lumayan dingin dan nyaman. Lantai cukup bersih dan tidak ada sampah-sampah bekas makanan-minuman atau benda yang “mencurigakan” hahaha (you know what I mean).

Di dekat layar terdapat sebuah pintu yang rupanya mengarah ke toilet dan ruangan operator.

Layar dan Sound System
Ini poin penting pada sebuah bioskop menurut saya. Sebagus dan sekeren apapun tempatnya, kalau gambar dan suara kacrut ya percuma. Terus, bagaimana pengalaman saya menonton di bioskop KONI?

p1060455
Layar bioskop dan pintu menuju toilet (saya lingkari warna merah)

Kemarin kami nonton My Stupid Boss yang dimainkan oleh Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari. Sekitar lima menit menunggu, film belum main. Setelah bilang ke petugas tiket, rupanya proyektor belum dihidupkan. Tet tottt. Buru-buru mbaknya masuk dan menghidupkan proyektor yang wujudnya mirip dengan proyektor di kantor saya untuk media presentasi.

Film ditembakkan ke tembok bercat putih. Gambarnya menurut saya lumayan bagus dan terang meski menggunakan proyektor ala kantoran. Tapi, masih kurang tajam pixelnya. Analisis bego saya, ini karena jarak proyektor dan layar cukup jauh.Selain itu, cahaya dari proyektor yang besar rupanya menimpa sebagian pintu toilet sehingga agak sedikit menimbulkan bayangan. 

Bagaimana dengan suaranya? Nah, meski layarnya kurang sempurna, suaranya bisa diacungi jempol. Empat speaker diatas plus dua speaker di dekat layar cukup menggelegar suaranya. Sangat mirip di bioskop betulan!

Pengalaman nonton bioskop melibatkan indera penglihatan dan pendengaran yang bagi sebagian orang sangat personal dan subjektif serta berbeda-beda antar orang. Penilaian saya mungkin akan berbeda jika kamu yang datang dan menonton sendiri. Nonton yuk. 🙂

Iklan

24 comments

  1. Wah, kemajuan ada film “baru”. Beberapa bulan yang lalu saya kesini tanya-tanya sambil lihat koleksi filmnya dan nggak ada yang “baru”, film lawas semua, nggak tertarik. Akhirnya puasa 10 tahun nggak nonton bioskop terobati dengan nganyari Cinemaxx di Lippo Plaza 😀
    Kalo dulu yang jaga cowok, tapi ya sama pelit ngomongnya. Bioskop di Talang Kawo kayaknya bertahan nggak ada sebulan mas. Saya belum sempat mampir udah tutup. Curiganya, yang di KONI pindahan dari Talang Kawo.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s