Pernik Minang, Nias dan Mentawai d’Ox Ville

Kota Padang selain dibentuk oleh perantau dari darek (Minangkabau) juga merupakan rumah bagi perantau asal Nias. Menurut sebuah sumber, nama-nama tempat di Padang seperti pantai Purus, Banuaran, Hiligoo dan Siteba berasal dari kosakata bahasa Nias. Purus merupakan versi bahasa Indonesia dari Puruih. Asalnya dari kata Furui yang artinya lipatan ombak. Jalan Hiligoo berasal dari desa…

Pelataran See Hien Kiong [Baru]

Hari terakhir saya di Padang dan masih ada waktu beberapa jam sembari menunggu travel pulang ke Muara Bungo. Saya dan Daniel, kawan yang saya kenal dari komunitas CouchSurfing Padang baru saja menyelesaikan sarapan. “Ke Pondok yuk, liat kelenteng.” ajak saya ke Daniel. Perayaan Imlek bahkan Cap Go Meh telah berakhir, tetapi mungkin saja ada yang masih…

Menyapa Jambi dari Infinity

“Lobinya dimana ya pak?” tanya saya kebingungan. “Di lantai atas pak, silakan.” jawab satpam berbadan gempal sambil mempersilakan saya berjalan menuju lift. Dipencetnya huruf L. Lobi hotel Infinity berada di lantai atas. Lantai barusan merupakan tempat parkir. Tidak terlalu luas, hanya mampu menampung beberapa mobil saja.  Setelah membayar deposit, saya mendapat kunci kamar di lantai…

Pengalaman Naik Wings Air Muara Bungo – Jambi

Zaman dahulu satu-satunya transportasi dari Muara Bungo ke Jambi adalah travel dengan durasi enam jam. Sudah lama, jalannya rusak, banyak kelokan. Satu-satunya yang bikin saya agak menikmati jalan adalah panorama Batanghari, sungai terpanjang di Sumatera yang tampak di antara Muara Tembesi hingga Muara Tebo. Sejak ada penerbangan ke Jambi, Muara Bungo ke Jambi terasa sangat…

Akhirnya Bisa Nyoblos!

Hai, siapa yang kemarin nyoblos? Atau malah nggak nyoblos?  Alhamdulillah kemarin saya dan istri ikut Pemilu 2019 di TPS dekat rumah. Memang sih hanya ikut boleh memilih presiden dan wakil presiden karena kami memakai formulir A5. Namun, itu saja saya sudah senang karena turut berpartisipasi dalam ‘pesta’ 5 tahun sekali. Saya kok merasa eman-eman alias…

Tampoenek, Bukan Taman Poenya Nenek

“Mas, rumah saya di Perumnas setelah taman Tampoenek ya,” demikian bunyi pesan wa dari teman saya tatkala saya hendak berkunjung ke rumahnya di kawasan Cadika. Saat itu saya masih tinggal di Bangko. Tiba di depan pagar Taman Tampoenek, saya turun dari mobil, mengambil foto depan taman, lantas kembali ke mobil untuk menuju rumah teman saya….