Whiz, Teh Hijau dan Kereta Api Ranah Minang

[nonAdv] Sejak kanwil di Padang pindah kantor ke Khatib Sulaiman, saya tak pernah lagi menginap di kawasan Pasar Raya jika dinas ke Padang. Saya memilih untuk menginap di hotel Pangeran atau Ibis. Selain dekat kanwil, cukup dekat ke beberapa tujuan wisata seperti Masjid Raya Sumatera Barat dan Transmart Padang. Akhir 2017, ada hotel baru di…

Hotel Tertinggi (dengan Teknologi Antigempa Pertama) di Padang

[nonAdv] Gempa dahsyat di Padang tahun 2009 menyisakan luka dan trauma bagi sebagian orang. Tak terkecuali bagi boss saya yang waktu itu sedang ada rapat dan menginap di salah satu hotel di Padang. Beliau  waktu itu menginap di sebuah hotel berbintang yang memiliki 6 lantai tepat di tepi pantai. Beruntungnya, hotel tempat boss saya menginap…

Baralek di Ranah Minang dan Makan Bajamba

Beberapa saat yang lalu saya menghadiri baralek (resepsi pernikahan) kawan saya Eci dan bang Afdal. Rumah bang Afdal di Baso, rumah Eci di Ampang Gadang. Secara administratif masuk kabupaten Agam meski cukup dekat dengan kota Bukittinggi. Mereka berdua kawan satu kantor di Bangko. Acara akad dilangsungkan di rumah Eci. Baralek pertama diadakan di rumah mempelai…

Pernik Minang, Nias dan Mentawai d’Ox Ville

Kota Padang selain dibentuk oleh perantau dari darek (Minangkabau) juga merupakan rumah bagi perantau asal Nias. Menurut sebuah sumber, nama-nama tempat di Padang seperti pantai Purus, Banuaran, Hiligoo dan Siteba berasal dari kosakata bahasa Nias. Purus merupakan versi bahasa Indonesia dari Puruih. Asalnya dari kata Furui yang artinya lipatan ombak. Jalan Hiligoo berasal dari desa…

Pelataran See Hien Kiong [Baru]

Hari terakhir saya di Padang dan masih ada waktu beberapa jam sembari menunggu travel pulang ke Muara Bungo. Saya dan Daniel, kawan yang saya kenal dari komunitas CouchSurfing Padang baru saja menyelesaikan sarapan. “Ke Pondok yuk, liat kelenteng.” ajak saya ke Daniel. Perayaan Imlek bahkan Cap Go Meh telah berakhir, tetapi mungkin saja ada yang masih…

Emersia dan Khazanah Kuliner Nusantara

Saya terbangun di pagi hari dan di seberang jendela, di kejauhan sana tampak sebuah gunung berwarna biru kehijauan tiduran di belakang pepohonan. Puncaknya tak runcing, melainkan agak datar dengan beberapa puncak sebelum puncak utama. Sekilas mirip dengan gunung Tangkuban Parahu di Bandung.  Jelas saya sedang tidak berada di rumah. Rumah saya tak punya view pagi…