Makan Durian dan Lobster di Danau Kerinci

Setelah sarapan dan check out dari hotel, pulang ke Bangko saya satu mobil bareng boss saya. Pak bos mau singgah dulu di Sungai Penuh untuk beli oleh-oleh. Kelar beli oleh-oleh, melihat di pasar Sungai Penuh sedang musim durian, boss kepincut untuk membeli durian. Beberapa buah durian sudah berpindah ke bagasi belakang. Boss saya biasa makan…

Family Homestay & Resort Kerinci

Dari Bangko, kami tak langsung berangkat ke Kayu Aro. Kami makan siang dulu di RM Biuku Tanjung, kawasan Pasar Atas baru berangkat ke Kerinci. Ibadah siang dilakukan di RM Pondok Bambu Muara Emat sambil ngopi sore. Hampir malam kami tiba di Sungai Penuh. Dilanjutkan dengan jamuan makan malam, karaoke bersama pegawai kantor Sungai Penuh ditutup…

Survei Penginapan di Kayu Aro Kerinci

Mobil yang kami naiki menyusuri jalan aspal kecil yang berliku. Di sebelah kanan pepohonan berdiri rapat. Di selah kiri saya jurang dan di bawahnya sungai Batang Merangin yang berarus deras. Tak lama kemudian kami melintasi sebuah jembatan besi yang cukup panjang. Jembatan ini menjadi pemisah kabupaten Merangin dan Kerinci. Kami berfoto sebentar di depan tulisan…

Menyapa Kembali Gunung Kerinci

Pagi itu, saya memulai hari sebagaimana hari-hari biasanya. Mengantar anak berangkat ke sekolah, baru berangkat ke kantor. Rutenya juga seperti biasanya. Dari TK anak saya di kawasan Teuku Umar, masuk ke jalan lintas lewat Pasar Atas, maju terus sepanjang 18km hingga tiba Simpang Somel. Dari Simpang Somel masih tersisa 12km lagi menuju kantor saya di Rimbo…

Sarapan Martabak vs Mie Pangsit

Jambi ibarat pelangi budaya. Beragam suku dan budaya hidup mewarnai provinsi di tengah Sumatera ini. Salah satu wujud keragaman budaya  itu terlihat pada menu makanan yang bervariasi.  Tinggal selama tujuh tahun di Jambi di 3 kota yang berbeda memberikan pengalaman kuliner berkesan dalam hidup saya. Kali ini saya akan berbagi tentang  menu sarapan di 3…

Kembali ke Kerinci (6) : Pulang

Cerita terakhir dari rangkaian perjalanan 4 hari di Kerinci dan Sungai Penuh. *** Setiap perjalanan selalu memiliki akhir. Begitu pula dengan perjalanan menapaki jejak hidup di Sungai Penuh dan Kerinci kali ini. Di malam hari di sebuah tempat makan, setelah menghabiskan belut goreng dan kentang goreng. Saya merasa waktu 3 hari di Kerinci cepat berlalu….