Sekilas di Kantor Gubernur Jambi

Beberapa kali main ke kota Jambi, saya selalu melewatkan gedung ini. Padahal letaknya hanya beberapa menit dari pusat kota. Yups, kantor gubernur Jambi. Berlokasi di jalan Ahmad Yani Telanaipura kota Jambi. Maka, ketika ada kesempatan ke Jambi, saya menyempatkan diri melihat-lihat kantor gubernur. Dari pusat kota saya cukup naik angkot warna biru jurusan Telanaipura.

   
Trotoar lebar dan pintu masuk kantor gubernur Jambi

Jalan di Jambi terkenal banyak yang rusak, tanpa pembatas jalan dan banyak yang tidak dilengkapi trotoar. Dan cuma jalan di seputaran kantor gubernur inilah yang saya pikir cukup ‘normal’.

Bundaran air mancur dan patung Sultan Taha

Di depan kantor gubernur terdapat air mancur dan patung Sultan Taha. Beliau adalah sultan terakhir kesultanan Melayu Jambi yang dianugerahi gelar pahlawan nasional karena keberaniannya berperang melawan penjajah Belanda.


Halaman kantor gubernur Jambi dan patung Sultan Taha

Setelah masuk ke kompleks kantor gubernur, saya disambut dengan relief cukup besar yang menceritakan sejarah dan perjuangan rakyat Jambi. Dimulai dari masa prasejarah. Dengan ditemukannya situs-situs prasejarah di Merangin dan Kerinci. Lalu zaman Hindu Buddha dengan dibangunnya kompleks percandian Muaro Jambi. Kemudian masa kesultanan Melayu Jambi dengan pahlawannya Sultan Taha, masa perjuangan kemerdekaan dan akhirnya masa pembangunan.

 
relief sejarah dan perjuangan rakyat Jambi

Selepas melihat relief, perhatian saya tertuju pada bangunan berwarna putih di sebelah kiri bangunan utama. Bangunan ini dilengkapi dengan patung sepasang angsa atau angso duo. Satwa identitas budaya kota Jambi.

Di dekat pintu masuk terdapat patung pemuda dan pemudi mengenakan pakaian adat jambi. Sang pemudi menyerahkan kotak tepak sirih sebagai sarana menyambut tamu yang berkunjung.

Jika bangunan kantor gubernur di banyak daerah di Indonesia adalah bangunan istana peninggalan Belanda, kantor gubernur Jambi adalah bangunan yang dibuat oleh bangsa Indonesia. Dulu gubernur Jambi berkantor di kantor residen yang dibangun tahun 1928. kantor residen sekarang digunakan sebagai kantor Samapta Polda Jambi.

Gedung baru kantor gubernur ini mulai dibangun tahun 1960 pada masa pemerintahan gubernur M Yusuf Singedekane hingga diresmikan tahun 1968. Pada tahun 1997, gedung ini diperluas oleh gubernur Jambi Abdurrahman Sayuti. Relief sejarah ditambahkan pada tahun 2008 oleh gubernur Zulkifli Nurdin. Zulkifli Nurdin sendiri adalah bapak dari bupati Zumi Zola :p

Arsitektur modern menyelimuti bangunan ini. Ciri khas Melayu Jambi hampir tidak tampak. Kecuali pada atap bangunan yang diberi hiasan ornamen ujung atap.

Di sebelah kanan kantor gubernur Jambi terdapat sebuah taman yang diberi nama taman Mayang Mengurai.

Lihat Juga : Taman Mayang Mengurai

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s