Cenderamata Khas Bengkulu

Sentra oleh-oleh di kota Bengkulu terdapat di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta yang merupakan salah satu jalan utama di kota ini. Di tempat ini pula terdapat rumah bersejarah yaitu tempat diasingkannya Bung Karno di Bengkulu pada tahun 1938 – 1942. Apa saja cenderamata khas Bengkulu? Miniatur bunga Rafflesia Rafflesia arnoldii merupakan bunga endemik dari Bengkulu. Pertama kali…

Review : Sembam Ikan Marola

Saya bingung ketika mencari referensi makanan khas Bengkulu. Ketika saya bertanya pada Andar, teman saya orang Palembang yang tinggal lama di Bengkulu, jawabannya sungguh absurd : pempek. Masa jauh-jauh ke Bengkulu makannnya pempek :p. Atas rekomendasi om gugel, datanglah kami ke Sembam Ikan Marola. Rumah makan di tepi Pantai Panjang yang menyediakan masakan khas Bengkulu….

Postcards from Fort Marlborough

Benteng Marlborough, salah satu objek bersejarah yang patut dikunjungi jika datang ke kota Bengkulu. Dibangun tahun 1713 oleh Gubernur Jenderal EIC Joseph Callet, bangunan ini masih kokoh berdiri sampai saat ini. Tokoh proklamator yaitu Bung Karno pernah singgah di benteng ini, meski tidak menginap, dalam perjalanan menuju pengasingan di Bengkulu. Sampai saat ini, tempat ini…

Postcards from Pantai Panjang Putri Gading Cempaka

Tersebutlah Ratu Agung, raja yang berkuasa di Kerajaan Sungai Serut. Beliau mempunyai seorang putri nan cantik bernama Putri Gading Cempaka. Parasnya elok, kulitnya putih mempesona laksana gading dan bunga cempaka. Setelah Ratu Agung meninggal, kerajaan dipimpin oleh Raja Anak Dalam, kakaknya. Nama kerajaan pun diubah menjadi Bangkahulu. Sudah banyak pangeran yang berminat meminang Putri Gading…

Banka Trip (3) : Serelo

 ….   Saya dijemput Lambang, kawan saya di simpang KFC. Sebelum kami menuju rumah Lambang, saya mengisi perut karena sepanjang perjalanan dari Bangko menuju Lubuk Linggau saya belum sempat makan berat. Di sebuah warung kaki lima, saya bertemu dengan teman-teman kantor Lambang. Sambil menunggu pesanan datang, saya mengobrol. Tak perlu waktu lama, sepiring nasi goreng…

Terbang dari Bengkulu

Akhirnya liburan saya di Bengkulu harus berakhir hari ini. Saya harus pulang ke Jakarta sore ini. Jam dua siang saya sudah naik taksi menuju bandara Fatmawati Soekarno. Ongkosnya enam puluh ribu menuju bandara. Setengah jam kemudian saya sudah di bandara. Jarak dari pusat kota menuju bandara sekitar 14 Bandara ini dulu bernama Padang Kemiling, lalu…