Hembusan Nafas Terakhir PG Jatibarang

Jam di ponsel saya menunjukkan pukul 19.30. Sebentar lagi kereta api Kaligung akan segera berangkat. Dengan tergesa-gesa saya mengucapkan terimakasih ke adik saya yang mengantar saya ke stasiun Poncol. Kebetulan adik saya hari ini masuk kerja shift malam. Sebenarnya jam masuk kerjanya masih beberapa jam lagi. Demi mengantar saya ke stasiun, ia rela menunggu beberapa…

Intip Kota Lama Semarang dari Transjateng

“Mas, nek mudhun Tawang baline numpak Transjateng wae saka ngarep stasiun.Β  Mengko liwat Kota Lama. Tekan Bawen. “ Begitulah saran adik ipar tatkala saya berniat turun di stasiun Tawang hendak pulang ke Salatiga. Dari stasiun Tawang ke Salatiga ada banyak pilihan transportasi. Saya mengambil opsi termurah yaitu naik bus Transjateng dari stasiun Tawang menuju Bawen….

“Piring Terbang” di Sragen

Tanyakanlah apa piring terbang waktu ke Solo. Piring terbang bukanlah kendaraan makhluk luar angkasa atau alien. Piring terbang merupakan konsep penyajian hidangan dalam acara pernikahan di Solo Raya. Kalau biasanya saat prasmanan berlaku “tamu mendatangi makanan”, saat piring terbang diterapkan “makanan mendatangi tamu”. Artinya, tamu duduk manis di kursi yang sudah disiapkan tuan rumah, mengikuti…

Berburu Nasi Jagung ke Pasar Bandungan

Sebelum pulang kampung, saya sudah menyiapkan list mau kulineran kemana saja kalau sudah tiba di kampung. Tak banyak tempat yang saya tentukan karena biasanya saat Lebaran malah banyak tempat makan enak yang tutup karena pemiliknya berlebaran di kampung. Jadi saya harus menunggu paling tidak seminggu setelah Lebaran. Saya sengaja tak menyiapkan agenda jalan-jalan. Minggu pertama…

Kepincut Bandara Baru Semarang

Maaf mau curcol dulu hehe. Mudik Lebaran tahun ini khususnya bagi yang memilih moda pesawat menuju kampung halaman tentu merasakan ujian berat berupa kenaikan tiket yang luar biasa. Misalnya rute Muara Bungo-Jakarta yangΒ  biasanya 900 ribuan sekali jalan, naik hingga 1,7 juta sekali jalan.Β  Kami sekeluarga 3 orang. Nah, tinggal dikalikan saja berapa totalnya. Itu…

New Rukun Santosa, Bangkitnya Seni Tradisional Kampung Kami

Perang Jawa yang dikobarkan Pangeran Diponegoro tahun 1825 hingga 1830 Masehi memicu semangat juang rakyat melawan penjajah. Salah satu taktik pejuang dalam menggelorakan semangat melawan penjajah adalah melalui kesenian tradisional. Betul, para pejuang anggota laskar Diponegoro yang tersebar di sekitar gunung Merapi dan Merbabu melatih para pemuda berperang dengan ‘bungkus’ kesenian tradisional untuk mengelabuhi Belanda….