Sarapan Martabak vs Mie Pangsit

Jambi ibarat pelangi budaya. Beragam suku dan budaya hidup mewarnai provinsi di tengah Sumatera ini. Salah satu wujud keragaman budaya  itu terlihat pada menu makanan yang bervariasi.  Tinggal selama tujuh tahun di Jambi di 3 kota yang berbeda memberikan pengalaman kuliner berkesan dalam hidup saya. Kali ini saya akan berbagi tentang  menu sarapan di 3…

Kembali ke Kerinci (6) : Pulang

Cerita terakhir dari rangkaian perjalanan 4 hari di Kerinci dan Sungai Penuh. *** Setiap perjalanan selalu memiliki akhir. Begitu pula dengan perjalanan menapaki jejak hidup di Sungai Penuh dan Kerinci kali ini. Di malam hari di sebuah tempat makan, setelah menghabiskan belut goreng dan kentang goreng. Saya merasa waktu 3 hari di Kerinci cepat berlalu….

Kembali ke Kerinci (5) : Museum Adat Sungai Penuh

Cerita sebelumnya silakan klik disini. *** Hari ketiga di Sungai Penuh, saya berencana ke Rawang, dilanjutkan berkunjung ke rumah kawan saya Poppy di Sungai Tutung. Masjid Raya Rawang menjadi tujuan pertama. Masjid ini dibangun pada abad ke-19 oleh para pemuka agama di Hamparan Besar Tanah Rawang, nama lain Hamparan Rawang saat itu. Material awalnya berupa…

Kembali ke Kerinci (4) : Kopi Pusaka Kerinci

Cerita sebelumnya: bagian 1 bagian 2 bagian3. *** Berada di lapangan Merdeka ibarat melintasi lorong waktu. Saya pertama kali kesini enam tahun lalu masih sendiri. Beberapa bulan kemudian istri menyusul saya ke Sungai Penuh. Kini saya dan istri datang menggandeng anak. Rivera, nama tengah anak saya, saya kutip dari kata Sungai Penuh. Lapangan Merdeka sebagai…

Kembali ke Kerinci (3) : Museum Sakti Alam Kerinci

Cerita sebelumnya: Bagian 1 Bagian 2 *** Berkaca dari pengalaman menginap di hotel Mahkota beberapa tahun lalu, kami bangun pagi agar kebagian sarapan. Melewati tempat parkir, saya melihat banyak mobil merk xxx terparkir di halaman hotel. Benar saja, di tempat sarapan yang berlokasi di samping kolam renang, puluhan orang memakai kaus seragam touring klub mobil…

Kembali ke Kerinci (2) : Nostalgia Kuliner Kerinci

sambungan dari cerita sebelumnya … “Makan soto kita?” tanya Fadli tiba-tiba. Saya tersenyum. Sekian tahun berlalu tetapi sahabat saya ini masih ingat makanan kegemaran saya. “Soto Semurup? Boleh!” Saya berteriak kegirangan dalam hati. Semangkuk soto panas khas Kerinci, dengan toping dendeng sapi renyah dan bawang goreng yang melimpah menari-nari dalam kepala. Saya pernah tinggal di…