Sumatera, Saya Pamit!

Perjalanan meninggalkan Sumatera menuju Jawa dimulai Saya tak ingin buru-buru meninggalkan Sumatera Rute panjang Muara Bungo-Sungai Penuh-Padang saya lalui Tak ada yang namanya membuang waktu Hanya ini yang bisa saya lakukan untuk berterimakasih atas segala kebaikan di pulau Sumatera Mungkin saja saya belum siap untuk berpisah? Saya duduk di kursi depan di sebelah sopir. Rencana … More Sumatera, Saya Pamit!

Kerincimu, Kerinciku, Kincai Kito Galea

Kerinci, satu daerah dengan banyak nama: Kerinci, Korinci, Karinci, Kurinci, Kincai, Kincei, Kinci. Asal usul nama Kerinci pun hingga kini masih diperdebatkan. Sedikit tabir yang terbuka tatkala saya membaca ulasan tentang Kitab Undang-Undang Tanjung Tanah, sebuah warisan leluhur orang Kerinci yang ditemukan di Tanjung Tanah, desa kecil di tepi Danau Kerinci menguak misteri itu.  Kurinci, … More Kerincimu, Kerinciku, Kincai Kito Galea

Kerinci, Syair tentang Sekepal Surga

Manusia merencanakan, Tuhan menentukan. Keinginan berlebaran di Bumi Sakti Alam Kerinci muncul tatkala saya batal pulang kampung pada Lebaran tahun ini. Pikir saya, tak apa tak mudik. Liburan sejenak ke Kerinci bisa jadi penawar perihnya tak bisa mudik. Apa daya… sederet aturan birokrasi membuyarkan semua rencana… Ditunda dulu jalan-jalannya. Tunggu pandemi sirna. Ucap janji di … More Kerinci, Syair tentang Sekepal Surga

Baju Pengantin Merangin, Kerinci, Jangkat dan Mandiangin

Ketika boss lama saya di Bangko melihat boneka baju adat Mandiangin di KP2KP Sarolangun, beliau rupanya tertarik untuk memesan boneka serupa. Bukan untuk dikoleksi, melainkan sebagai souvenir untuk ibu Kakanwil yang hendak mengadakan kunjungan kedinasan ke Bangko. Saya tak langsung menyanggupi, karena hanya punya waktu beberapa hari untuk menyelesaikan tugas tersebut di samping pekerjaan rutin … More Baju Pengantin Merangin, Kerinci, Jangkat dan Mandiangin