Menelusuri Jalan Tanah Tumbuh Lamo

Sewaktu saya jalan bareng bang Rian dan bang Am ke dusun Lubuk Landai dan Empelu beberapa minggu lalu, sebenarnya saya masih penasaran dengan interior masjid Empelu dan toko-toko tua di Pasar Lubuk Landai. Namun, karena takut kehujanan di jalan, kami buru-buru pulang.  Kali ini, saya kembali ke Lubuk Landai. Tidak melewati jalan Lintas Sumatera melainkan…

Sang Raja Mataram dari Lubuk Landai

sambungan dari postingan sebelumnya. Dinamakan Lubuk Landai karena cekungan sungai (lubuk) tidak langsung curam melainkan miring (landai). Versi lain mengatakan bahwa desa ini dulunya bernama Lebak Landai. Lebak berarti tempat yang digenangi air. Landai berarti sarung keris. Menurut versi kedua ini, desa ini dinamai setelah peristiwa jatuhnya sarung keris raja ke sungai Batang Tebo. Tidak…

Legenda Rumah Tuo Tanah Periuk

Waktu saya kecil, saya selalu menganggap dongeng atau cerita rakyat itu kejadian nyata. Misalnya Malin Kundang itu beneran orang yang bisa jadi batu karena dikutuk ibunya. Tangkuban Perahu aslinya kapal yang ditendang sama Sangkuriang. Bahkan saya juga percaya Sinterklas itu beneran ada haha. Baru pas gede saya sedikit sadar kalau dongeng itu hanya cerita semata…

Jejak Sejarah Kota Tua Muara Tebo

Dari 11 kabupaten/kota di Jambi, bisa dibilang Tebo adalah daerah paling sepi penduduknya. Melewati jalan lintas sejak masuk dari perbatasan kabupaten Batanghari, sedikit keramaian hanya saya jumpai di sejumlah ibukota kecamatan. Di luar itu hanya kebun karet dan sawit yang mendominasi. Jembatan sungai Batanghari, patung pahlawan Sultan Thaha, jalanan yang lebar nan sepi menjadi hal…

Intip Kota Lama Semarang dari Transjateng

“Mas, nek mudhun Tawang baline numpak Transjateng wae saka ngarep stasiun.  Mengko liwat Kota Lama. Tekan Bawen. “ Begitulah saran adik ipar tatkala saya berniat turun di stasiun Tawang hendak pulang ke Salatiga. Dari stasiun Tawang ke Salatiga ada banyak pilihan transportasi. Saya mengambil opsi termurah yaitu naik bus Transjateng dari stasiun Tawang menuju Bawen….

28 Jam di Lampung (4)

11:04 Saya meninggalkan Museum Lampung dengan perasaan yang … entahlah. Lega satu destinasi sudah saya coret. Namun, saya kecewa dan miris dengan kondisi museum yang sepi, ‘menyeramkan’ dan berdebu. Museum yang bagus saja banyak yang sepi pengunjung, apalagi museum yang cukup memprihatinkan seperti ini. Kabar baiknya, museum Lampung sedang ditutup hingga akhir tahun untuk direnovasi…