Menanti Senja di Tanjung Menanti

Waktu saya tinggal di Bangko, saya dan istri beberapa kali motoran ke Muara Bungo. Jarak 76 km biasanya kami tempuh selama 1,5 jam hingga 2 jam. Bosan cuma ke hypermart kalau ke Bungo, berbekal tanya warga setempat, kami niat sekali ke jembatan Tanjung Menanti. Waktu itu, di Jambi bagian barat jembatan model lengkung seperti busur…

Monumen Jujuhan

Sekitar tujuh kilometer sebelum gapura perbatasan provinsi Jambi dan Sumatera Barat, yaitu gapura berbentuk rangkiang (lumbung padi khas Minang), terdapat sebuah monumen berbentuk alat berat berwarna kuning, dengan prasasti terbuat dari marmer putih yang menempel pada sebuah tugu berwarna hitam.  Monumen ini berdiri di sebelah kiri jalan, tepat di samping pabrik karet PT Djambi Waras….

Solo: Jelajah Hati, Rasa dan Nostalgia

Mudik buat saya tak hanya tentang bertemu keluarga di kampung halaman.  Mumpung sedang di Jawa dimana semua kuliner lezat dan segala tempat wisata ada, rasanya semua tempat, semua kuliner lezat ingin saya coba semua sebelum balik ke Rimbo Bujang. Sebelum mudik, tempat-tempat wisata dan kuliner berseliweran di Instagram. Berulang kali saya berkeinginan ke tempat-tempat ini…

Pariaman: Panas Menawan

Selamat Tahun Baru 😀 #telatnyakebangetan … Sumatera Barat, sebuah tempat yang jika disebut terbayang sawah menguning, rumah beratap runcing atau kulinernya yang amat menggoda lidah.  Entah sudah berapa kali kaki ini menapaki Sumatera Barat: Padang, Bukittinggi, Solok dan beberapa kota lainnya. Setelah saya cek nama-nama kota di Sumatera Barat, masih ada empat daerah lagi dalam…

Menelusuri Jalan Tanah Tumbuh Lamo

Sewaktu saya jalan bareng bang Rian dan bang Am ke dusun Lubuk Landai dan Empelu beberapa minggu lalu, sebenarnya saya masih penasaran dengan interior masjid Empelu dan toko-toko tua di Pasar Lubuk Landai. Namun, karena takut kehujanan di jalan, kami buru-buru pulang.  Kali ini, saya kembali ke Lubuk Landai. Tidak melewati jalan Lintas Sumatera melainkan…

Sang Raja Mataram dari Lubuk Landai

sambungan dari postingan sebelumnya. Dinamakan Lubuk Landai karena cekungan sungai (lubuk) tidak langsung curam melainkan miring (landai). Versi lain mengatakan bahwa desa ini dulunya bernama Lebak Landai. Lebak berarti tempat yang digenangi air. Landai berarti sarung keris. Menurut versi kedua ini, desa ini dinamai setelah peristiwa jatuhnya sarung keris raja ke sungai Batang Tebo. Tidak…