Taman Panorama yang Makin Mempesona

Bukittinggi ibarat paket lengkap wisata untuk seluruh anggota keluarga. Mulai dari wisata alam di taman Panorama dan janjang Koto Gadang, wisata sejarah dan edukasi di jam gadang, rumah Bung Hatta, taman Kinantan dan benteng Fort de Kock, wisata belanja di Pasar Atas hingga wisata kuliner yang tidak ada habisnya. Salah satu tempat wisata yang wajib…

Kuliner Vegetarian Legendaris dari Bukittinggi

Kota Bukittinggi yang dingin membuat pelancong tak pernah melewatkan kuliner khas macam gulai tambunsu,  itiak mudo lado hijau atau nasi kapau tiap melawat ke kota ini. Makanan berlemak sarat minyak dipercaya dapat menghangatkan tubuh melawan udara dingin. Tak sengaja saya menemukan khasanah kuliner Bukittinggi lain saat kunjungan pertama kali tahun 2010 silam, pical. Pical sekilas…

Tri Daya Eka Dharma, Museum Perjuangan yang Bersahaja

Dalam benak sebagian masyarakat, museum menempati kasta terendah sebagai obyek wisata. Museum dianggap sebagai  tempat penyimpanan benda usang yang menyeramkan. Ditambah koleksi museum yang kurang menarik dan bangunan yang kurang instagrammable membuat museum semakin dijauhi masyarakat. Museum Tri Daya Eka Dharma berlokasi strategis tepat di depan Taman Panorama, kota Bukittinggi. Merupakan salah satu dari sekian banyak…

Perempuan Minang dalam Coretan Sejarah

Kita semua tahu salah satu proklamator kemerdekaan RI yaitu wakil presiden Indonesia pertama berdarah  Minangkabau dari kota Bukittinggi. Namun, tak banyak yang tahu bahwa ibu negara pertama  atau istri Bung Karno yaitu Fatmawati Soekarno berdarah Minang.  Meski tinggal di Bengkulu,  orang tua Fatmawati berasal dari Indrapura, Pesisir Selatan. Salah satu putri bung Karno yaitu Megawati…

Traveldoskop 2017

Selamat tahun baru semua 😀 Nggak terasa 2017 sudah berlalu meninggalkan begitu banyak cerita. Februari 2017 saya dipindahtugaskan dari seksi yang banyak jalan-jalan ke seksi yang jarang jalan. Di seksi lama, saya lumayan sering tugas ke luar kantor bahkan tugas ke luar kota. Di seksi yang baru, saya lebih banyak menghabiskan kerjaan di dalam kantor…

Gagal Rasa si Bebek Muda

“Nanti siang kita makan itiak ya,” ajak boss saya. Jadilah siang hari itu, setelah berkeliling dari Jam Gadang, kebun binatang dan benteng Fort de Kock di Bukitinggi, kami bergerak ke arah Koto Gadang, kampungnya Laudya Cynthia Bella. Kami tak hendak menengok Ngarai Sianok, melainkan menyantap itiak. Kuliner khas Bukitinggi. Itiak, begitulah orang Minang menyebut unggas berkaki…