28 Jam di Lampung (3)

Update: Museum Lampung ditutup untuk direnovasi s.d. tanggal 30 Desember 2019 Lampung punya segudang tempat menarik untuk disambangi. Gunung Anak Karakatau, pulau Pahawang, habitat lumba-lumba di teluk Kiluan, surfing di Krui, sekolah gajah di Way Kambas hingga situs prasejarah di Pugung Raharjo. Dengan waktu cuma sehari semalam di Lampung saya punya beberapa opsi destinasi untuk dikunjungi….

Muara Bungo Heritage

Jika melewati ruko-ruko jadul khas Chinatown di kawasan Pasar Bawah dan rumah panggung Melayu di kawasan Tanjung Gedang, membuat naluri saya membuncah ingin tahu seperti apa Muara Bungo tempo doeloe dan tempat-tempat bersejarah lainnya di kota ini.  rumah panggung di dekat Semagor Sedikit gambaran masa lalu Muara Bungo saya lihat dari foto lama milik kantor…

Museum Juang Bungo-Tebo

Menguak sejarah lokal sedikit banyak ibarat menyusun kepingan puzle yang terkadang tak tentu rimbanya hingga membuat rasa penasaran karena tak kunjung mendapat jawaban. Pun saat saya mencoba mencari jejak sejarah masa lalu Muara Bungo. Tersebutlah Taman Pusparagam atau lapangan Semagor, alun-alun kota Muara Bungo. Saya sebut alun-alun karena terdapat sepasang beringin seperti alun-alun di Jawa….

Wajah Baru Batang Arau

Kawasan pelabuhan Muaro di muara sungai Batang Arau di Kota Padang adalah saksi sejarah kota Padang. Kota ini awalnya hanya kampung nelayan yang bermetamorfosis menjadi kota terbesar di Sumatera pada masanya. Belanda menguasai kota Padang pada tahun tahun 1660 lantas menjadikan Muaro  sebagai pusat perniagaan dan pusat pemerintahan. Sebagian bangunan peninggalan Belanda masih terawat dengan…

Kembali ke Kerinci (5) : Museum Adat Sungai Penuh

Cerita sebelumnya silakan klik disini. *** Hari ketiga di Sungai Penuh, saya berencana ke Rawang, dilanjutkan berkunjung ke rumah kawan saya Poppy di Sungai Tutung. Masjid Raya Rawang menjadi tujuan pertama. Masjid ini dibangun pada abad ke-19 oleh para pemuka agama di Hamparan Besar Tanah Rawang, nama lain Hamparan Rawang saat itu. Material awalnya berupa…

Motif Batik di Gedung Sate

Gedung Sate menjadi tujuan kami selanjutnya setelah mengunjungi Museum Geologi. Jaraknya hanya selemparan kolor jadi bisa ditempuh dengan jalan kaki. Kami menjumpai trotoar yang dihiasi motif batik berbentuk mozaik dari batu koral. Batik Dewa Laut dari Kuningan, batik Truntum dari Cirebon, batik Gergaji dari Cianjur dan batik Sereuh Bogor sedikit dari beberapa batik khas Jawa…