Menyapa Jambi dari Infinity

“Lobinya dimana ya pak?” tanya saya kebingungan. “Di lantai atas pak, silakan.” jawab satpam berbadan gempal sambil mempersilakan saya berjalan menuju lift. Dipencetnya huruf L. Lobi hotel Infinity berada di lantai atas. Lantai barusan merupakan tempat parkir. Tidak terlalu luas, hanya mampu menampung beberapa mobil saja.  Setelah membayar deposit, saya mendapat kunci kamar di lantai…

Pengalaman Naik Wings Air Muara Bungo – Jambi

Zaman dahulu satu-satunya transportasi dari Muara Bungo ke Jambi adalah travel dengan durasi enam jam. Sudah lama, jalannya rusak, banyak kelokan. Satu-satunya yang bikin saya agak menikmati jalan adalah panorama Batanghari, sungai terpanjang di Sumatera yang tampak di antara Muara Tembesi hingga Muara Tebo. Sejak ada penerbangan ke Jambi, Muara Bungo ke Jambi terasa sangat…

Tampoenek, Bukan Taman Poenya Nenek

“Mas, rumah saya di Perumnas setelah taman Tampoenek ya,” demikian bunyi pesan wa dari teman saya tatkala saya hendak berkunjung ke rumahnya di kawasan Cadika. Saat itu saya masih tinggal di Bangko. Tiba di depan pagar Taman Tampoenek, saya turun dari mobil, mengambil foto depan taman, lantas kembali ke mobil untuk menuju rumah teman saya….

Museum Juang Bungo-Tebo

Menguak sejarah lokal sedikit banyak ibarat menyusun kepingan puzle yang terkadang tak tentu rimbanya hingga membuat rasa penasaran karena tak kunjung mendapat jawaban. Pun saat saya mencoba mencari jejak sejarah masa lalu Muara Bungo. Tersebutlah Taman Pusparagam atau lapangan Semagor, alun-alun kota Muara Bungo. Saya sebut alun-alun karena terdapat sepasang beringin seperti alun-alun di Jawa….

Aindra dan Pengalaman CouchSurfing Pertamanya

Late story…  Akhir Desember 2018 saya menerima pesan dari seseorang bernama  Aindra di akun CouchSurfing saya.  Isinya sangat singkat. Dia ingin berkunjung ke Muara Bungo tanggal 5 dan 6 Januari 2019. Kalimatnya agak lucu karena dia menulis “Sekiranya ada waktu, boleh jadi host nya.” Host-nya siapa, tanya saya dalam hati. Mungkin maksudnya, dia berharap saya…

Taman-taman (Bukan Tematik) di Bangko

Kata Ridwan Kamil, kota yang berbahagia adalah kota yang punya banyak taman, bukan kota yang disesaki dengan banyak mall. Semakin banyak masyarakat yang pergi ke taman dan saling berinteraksi, semakin bahagia warganya. Bangko, kota yang saya tinggali selama tahun 2012-2018 memang punya banyak taman. Namun, bukanlah taman tematik sebagaimana di Bandung atau Jakarta. Sayangnya bukan…