Traveling with Omnduut#1 : Kembali ke Bumi Sriwijaya

Burung besi Nam Air yang kami naiki sebentar lagi menjejakkan kaki di bumi Andalas. Setelah hampir dua jam perjalanan menikmati angkasa antara Jogja dan Palembang. Beberapa saat lagi kami harus meninggalkan kursi nyaman ini. Kursi eksekutif ini kami dapatkan bukan karena kesengajaan. Melainkan keberuntungan karena kami terlambat check in, sehingga ‘terpaksa’ duduk di kelas bisnis….

Pulang (3)

lika liku banyu Batanghari Sembilan mengalir bemuaro ke sungi Musi jugo eloklah ku ngaes si rupo cindo menawan muat kakak siang tekenang malam tejago Lirik lagu Ya Saman saya putar beberapa kali di ponsel. Lagu yang dibawakan Armada di penutupan SEA Games di Palembang ini tiba-tiba menjadi pengingat rindu kepada kota Palembang. Dan akhirnya saya…

Pulang (1)

Saya bangun dari tidur. Sudah masuk kota Palembang. Jam setengah tiga pagi. Tidur di mobil dengan posisi di pojok belakang sungguh tak nyaman. Teman sebaris saya, seorang atlet bola yang naik dari Sarolangun telah turun di Sembawa, kota kecil di tepi jalan lintas Sumatera sebelum Palembang. Dari Sembawa ke Palembang saya bisa meluruskan punggung. Satu…

Museum Balaputeradewa

Baru semalam saya tiba di kosan Edwin di Palembang ketika saya memutuskan untuk pergi ke museum Balaputradewa.  Dulu saya pernah ke museum ini waktu  ikut diklat prajab di Palembang. Alasan saya ingin ke museum ini lagi yaitu ingin memotret semua koleksi museum. Dulu pertama kali kesini saya hanya mempunyai ponsel murah berkamera VGA dengan kapasitas…

Budaya Palembang : Akulturasi Melayu dan Jawa

Sebagai seseorang yang gemar mengamati seni dan budaya di lingkungan sekitar, tinggal di kota Palembang selama kurang lebih satu tahun memberikan pengalaman yang tidak terlupakan. Selain Jembatan Ampera dan empek-empek kekhasan kota Palembang adalah budayanya. Budaya Palembang terpengaruh oleh budaya Melayu, Jawa, Tionghoa dan Arab.  Bahasa sehari-hari yang dipakai di kota Palembang disebut baso Palembang atau baso sari-sari. Bahasa…

Packing

Selamat tinggal Tanjung Batu, sampai berjumpa lagi Kain Songket Melayu, dibeli di Tanjungpinang dan pernah dipakai sekali di Tanjung Balai Karimun Kain Songket Palembang, dibeli di Pasar 16 Ilir; pernah dipakai sekali buat foto Album Prajab BDK Palembang Tahun 2008 Uis Beka Buluh (kain untuk laki-laki Suku Karo, belinya di Pajak Brastagi Koleksi pin dan…