Balai Adat Sarolangun

Dari berbagai sumber, penduduk asli Sarolangun terbagi menjadi empat suku. Suku Anak Dalam (Rimba), suku Batin, suku Penghulu, dan suku Pindah. Dua suku pertama merupakan suku Melayu Tua dan yang lainnya adalah suku Melayu Muda. Namun, kali ini saya tidak akan membahasnya karena saya pernah menulisnya disini. Kali ini saya akan menulis tentang rumah adat…

Anjungan Kepulauan Riau : Istana Kantor

Istana Kantor, Pulau Penyengat Anjungan provinsi Kepulauan Riau berlokasi di anjungan terpadu untuk provinsi-provinsi baru hasil pemekaran. Mengambil bentuk Istana Kantor kesultanan Riau-Lingga di pulau Penyengat di kota Tanjungpinang. Istana ini berarsitektur Melayu dan Eropa. Anjungan Kepulauan Riau Sayang beberapa kali menyambangi Taman Mini, anjungan ini dalam keadaan terkunci. Saya hanya bisa mengamati isi anjungan…

Kenduri dan Makan Satu Hidang

 Makan satu hidang, begitulah nama yang diberikan orang Melayu Kepulauan Riau untuk menyebut cara makan bersama-sama dalam satu nampan besar. Biasanya dilakukan dalam acara kenduri dalam rangka perayaan atau selamatan memperingati acara tertentu. Saya pernah bekerja di Tanjung Batu Kundur, kota pelabuhan di sebelah barat Kepulauan Riau. Disana saya beberapa kali diundang oleh kak Ochie,…

LPj CFF IMMSU

Setelah acara CFF kemarin usai, tugas saya sebagai ketua panitia CFF IMMSU adalah untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban (LPj) membubarkan panitia. Jujur saja acara CFF kemarin tidak sesuai dengan yang diharapkan. Banyak anak IMMSU yang bolos datang ke stand. Acaranya sendiri tidak terlalu meriah karena sebagian mahasiswa malah harus ikut perkuliahan. Jauh dibandingkan dengan HOE yang…

Indahnya Toleransi ala Medan

Saya terdiam di balkon lantai dua hotel. Memandang megahnya masjid raya Medan di depan sana. Masjid yang bernama asli Al Mashun ini dibangun pada tahun 1906 oleh Sultan Deli Ma’mun Al Rasyid. Biaya pembangunan masjid ditanggung oleh Sultan dibantu oleh saudagar Cina paling kaya di Medan saat itu Tjong A Fie. Tjong A Fie dikenal…

Pesona Lampu Colok

Menjelang malam tujuh likur (malam 27 Ramadhan), masyarakat Melayu di pesisir Riau dan Kepulauan Riau memiliki tradisi unik yaitu menyalakan lampu colok. Lampu colok merupakan gapura dari bambu berbentuk miniatur masjid yang dihiasi puluhan lampu minyak. Gapura ini didirikan secara bergotongroyong oleh warga desa secara swadaya. Lampu colok biasanya didirikan di pintu masuk tiap-tiap kampung…