Nogosari via Tol Boyolali

Nogosari atau nagasari, kue basah terbuat dari tepung, santan dan irisan pisang kemudian dibungkus dengan daun pisang.

Di Boyolali Nogosari adalah nama sebuah kecamatan. Berada di Boyolali sebelah timur. Ibukotanya di desa Glonggong. Nogosari berbatasan dengan kecamatan Gondangrejo yang merupakan wilayah Kab. Karanganyar.

Tujuan dinas kami kali ini adalah ke beberapa desa di Nogosari yakni desa Ketitang, Rembun dan Pulutan. Tiba di hari H desa Pulutan kami keluarkan dari rencana awal karena data desa tersebut sudah kami dapatkan. Tinggal data desa Ketitang dan Rembun.

Saya berangkat bareng kak Felliana dan Jaya. Kak Felli senior saya di kantor sedangkan Jaya seangkatan masuk di Boyolali. Ini kali pertama saya melakukan perjalanan dinas bersama mereka. Di kantor saya pikir kak Felli dan Jaya orangnya pendiam. Rupanya mereka berdua cukup menyenangkan diajak ngobrol. Kak Felli yang lama tinggal di Boyolali aslinya berdarah Palembang. Beberapa kali kami becakap dalam bahaso Pelembang.

Meluncur keluar dari kantor, isi minyak sebentar di SPBU Kemiri, Mojosongo. Awalnya saya pikir kami akan lewat rute klasik yaitu lewat Bangak atau Ngemplak, rupanya Jaya yang memegang kendali mobil membawa kami masuk gerbang tol Boyolali lantas melewati ruas tol Solo-Ngawi. Sengaja tidak lewat jalan biasa untuk menghemat waktu perjalanan.

Masuk tol Boyolali (yang sebenarnya berada di wilayah Ds. Kragilan Kec. Mojosongo) lalu lintas cukup lancar. Ikon utama dari tol Solo-Ngawi berupa jembatan di atas jalan tol berkonstruksi cable stayed di Ngemplak yang sekilas mirip jembatan Pasupati di Bandung.

1617463925166
jembatan tol Ngemplak

Saya pikir Jaya akan keluar di pintu keluar tol bandara Adi Soemarmo. Mobil terus melaju kencang ke arah Solo. Kami keluar di pintu tol Gondangrejo, Karanganyar. Saya pikir agak lucu juga Nogosari masih wilayah Boyolali tetapi kami harus lewat kabupaten lain untuk menuju Nogosari.

“Maaf ya mas, setelah ini jalannya rusak,” ucap Jaya. Benar saja, ruas jalan Kalioso-Nogosari ini jalannya parah. Rusak dan bolong di sana-sini. Dilema klasik daerah perbatasan yang kemudian hadir di kepala. Infrastruktur yang kurang memadai. Jalan ini adalah akses dari Solo menuju Purwodadi. Harusnya jalan dengan lalu lintas cukup ramai ini kondisinya bagus.

Sebelum masuk wilayah Nogosari kami melewati jalur kereta tidak jauh dari Kalioso. Tidak jauh dari perlintasan kereta ini berdiri stasiun Kalioso, yang melayani kereta dari arah Semarang menuju Solo. Stasiun Kalioso ini satu jalur rangkaian dengan stasiun Juwangi di Boyolali utara dan stasiun Kedungjati.

Gapura perbatasan Boyolali-Karanganyar setelah rel tampak kumuh dan hanya tersisa satu bagian di sisi kanan. Sama menyedihkannya jika melihat gapura perbatasan Boyolali-Semarang atau Boyolali-Sukoharjo.

1617463925156
gapura perbatasan Boyolali-Karanganyar di Nogosari

Sekilas tentang toponimi Nogosari berasal dari nama pohon nagasari atau lebih dikenal dengan nama dewadaru. Pohon ini ditanam oleh kyai Jangkung yang dipercaya sebagai penyebar agama Islam di Nogosari. Makam kyai Jangkung masih bisa ditemui di dukuh Jangkungan desa Glonggong. Anehnya, hiasan naga dibangun di kantor camat Nogosari seolah-olah daerah ini berhubungan dengan hewan naga.

Kami melihat bangunan menyerupai pasar sapi di Cepogo, hiasan patung kepala sapinya sangat mirip dengan pasar sapi Jelok di Cepogo. 

1617463925134

Perjalanan menuju Ketitang dan Rembun berjalan lancar. Kami tidak berlama-lama karena hanya mengambil berkas di kantor kelurahan. Sempat bingung mau makan dimana. Pilihan yang oke hanya RM Ayam Penyet Surabaya arah menuju pintu tol Gondangrejo. Usai acara kami putuskan makan siang di Boyolali saja.

1617463925140
peta wilayah, kelengkapan wajib di setiap kantor desa

Referensi: https://www.solopos.com/kisah-mbah-jangkung-penyebar-islam-di-nogosari-boyolali-971342


4 respons untuk ‘Nogosari via Tol Boyolali

  1. kayaknya banyak hal yang tidak dirawat ya mas …. jalan rusak, pasar sapinya terlantar juga ya ,,,,
    gapura perbatasannya juga sampai di tumbuhi tanaman liar … hiksss

Blogger yang baik meninggalkan jejak berupa komentar :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s