Berpisah dengan Indah

Tak terasa sudah hampir setahun saya bekerja di Boyolali. Kenangan melayang ketika saya menghabiskan hari-hari terakhir di Muara Bungo dan Rimbo Bujang, akhir tahun 2020. Seakan mencoba menepis virus corona, saya menghabiskan waktu dengan teman-teman kantor. Pagi kerja di kantor, malam harinya nongkrong sambil makan atau ngopi.

Hari terakhir di Muara Bungo, saya sempatkan berkunjung ke rumah Herman di Sungai Mancur, makan siang sambil menengok mamak Herman. Sore hari saya resmi dilepas oleh kantor menandai berakhirnya masa tugas di Muara Bungo, meskipun sebenarnya saya tak pernah benar-benar bekerja di Muara Bungo, melainkan di kantor cabang Muara Bungo yang berlokasi di Rimbo Bujang. Saya sendiri telah menghabiskan dua belas tahun di Sumatera sejak lulus SMA, akan banyak kenangan manis di pulau ini.

Kang Yosep dan bang Am, sahabat, rekan kantor, atasan sekaligus mentor saya melepas saya di parkiran kantor. Sedih mengingat segala kebaikan dan nasihat-nasihat mereka. Namun, begitulah dinamika dan risiko di kantor saya. Sering bekerja berpindah-pindah mengikuti surat tugas dari kantor pusat.

Dari Muara Bungo saya melakukan perjalanan darat ke Sungai Penuh, berpamitan dengan eks teman-teman kantor di sana. Sehari kemudian perjalanan saya lanjutkan ke Padang. Pesawat saya menuju Yogyakarta berangkat dari Padang. Berat rasanya meninggalkan pulau Andalas, langkah sempat terhenti saat berjalan ditemani Aul (aulhowler dot com) menapaki bandara Minangkabau. 

Dan beberapa saat kemudian air mata menetes saat pesawat berjalan perlahan meninggalkan landasan bandara.. Selamat tinggal ranah Minang, selamat tinggal pulau Sumatera.

***

Bulan Mei 2021 seksi saya di kantor bubar karena ada aturan restrukturisasi dari kantor pusat. Jadinya tupoksi seksi saya akan dialihkan ke seksi lain. Pun dengan pegawainya, para pegawai di seksi kami akan ditempatkan ulang di seksi lain. Saya sendiri di seksi lama bertugas di bidang penyuluhan, kehumasan dan sosial media. Ada kabar yang mengatakan kalau saya akan dipindahkan ke seksi tata usaha, ada yang bilang saya dipindahkan ke seksi pelayanan karena tupoksi saya beralih ke sana. Saya pasrah saja nanti pindah kemana.

Sejak bulan Maret isu restrukturisasi berhembus kencang di kantor. Ada yang was-was, ada yang optimis, ada yang berharap. Saya sendiri merasa sudah nyaman di seksi yang sekarang. Baik nyaman dengan pekerjaan, atasan dan rekan serta dengan dengan lingkungan kantor sendiri. Namun, saya sadar kantor saya dikenal memiliki ritme kerja yang sangat dinamis. Selalu berubah mengikuti pola kerja yang ditetapkan dari kantor pusat.

Salah satu hal yang menyenangkan di seksi saya terkait kehumasan adalah sering mengadakan kegiatan dinas di luar kantor, terutama sosialisasi ke masyarakat. Bertemu, menyapa masyarakat, mendatangi tempat-tempat baru membuat saya merasa fresh dan bahagia. Meskipun pandemi cukup mendera kegiatan di kantor. Banyak acara yang telah dijadwalkan terpaksa ditunda atau dibatalkan karena pembatasan sosial.

Habis Lebaran kami ada acara halal bihalal satu seksi di rumah salah seorang teman di Boyolali sekaligus perpisahan. Konsep acaranya potluck atau membawa makanan dari rumah masing-masing kemudian dimakan bersama-sama. Saya membawa ayam woku, sambal dabu dan bubur Manado (tinutuan). Pesan dari katering kak Santa yang memang asli orang Ambon.

Perpisahan part dua dilaksanakan di sebuah kafe di kawasan wisata Selo. Selo adalah daerah sejuk diapit dua gunung sekaligus: Merapi dan Merbabu. Dari lantai dua tempat saya duduk, tampak kemegahan gunung Merapi yang berada di perbatasan antara Yogya dan Jawa Tengah.

Panorama yang apik, kopi yang nikmat dan makanan yang lezat, meski agak cukup lama disajikan karena kami datang bergerombol dan tanpa reservasi sebelumnya. Bisa dimaklumi karena jumlah karyawan tidak terlalu banyak. Tidak ada keluh kesah ataupun duka, kami akan mengenang pertemanan seksi kami sebagai suatu kenangan yang indah.

Tidak ada yang namanya mantan teman atau mantan keluarga. 

Terimakasih atas kebersamaan, kerja sama dan kekompakan selama ini: pak Darso, pak Kristiyono, pak Haryanto, pak Totok, bu Tri, mba Iin, mba Asih, mba Rara, kak Felli, mas Koko, mas Mudjib, mas Thomas, mas Edi, mas Hernawan, Jaya, Yoga, Ika dan Mega 🙂

 


4 respons untuk ‘Berpisah dengan Indah

Blogger yang baik meninggalkan jejak berupa komentar :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s