Kembara ke Boyolali Utara

Secara geografis dan kontur tanah, Boyolali terbagi menjadi beberapa kawasan. Boyolali bagian barat berupa daerah pegunungan berada di lereng Merapi dan Merbabu yang berhawa sejuk. Boyolali sebelah timur berupa dataran rendah dan area persawahan. Boyolali sebelah utara mulai dari Wonosegoro, Kemusu dan Juwangi adalah dataran kering dan tandus dengan ciri khas vegetasi hutan jati.

Saya lahir dan besar di Boyolali. Namun, sekian lama tinggal di Boyolali, kecamatan paling jauh yang pernah saya rengkuh adalah Karanggede atau Andong. Kali ini untuk urusan kantor saya akan mendatangi beberapa kantor kecamatan di utara: Wonosegoro, Kemusu dan Juwangi. 

Stigma Boyolali Utara

Wilayah kabupaten Boyolali di peta mirip huruf J dengan pusat pemerintahan, ekonomi dan industri berada di selatan. Wilayah tengah dan utara dikenal sebagai daerah kering dan tandus. 

Beberapa stigma melekat tentang Boyolali utara, seperti daerah tandus, jauh dari pusat kota dan proyek waduk Kedung Ombo. Juwangi sebagai daerah terjauh di Boyolali sempat mewarnai dunia politik tanah air ketika muncul berita seorang warga mesti menempuh tiga jam perjalanan dari pusat kota Boyolali ke Juwangi selama tiga jam dengan kondisi jalan tanah.

Menurut ibu saya yang pernah ke Juwangi, daerah itu tak separah di berita. Jalan ke sana memang buruk, tetapi “hanya” memakan waktu 2 jam perjalanan.

Rute ke Boyolali Utara

Di gmaps, terdapat beberapa alternatif jalan menuju Juwangi: lewat Ampel-Simo-Karanggede, tol Salatiga-Karanggede, Teras-Karanggede sementara rute populer Bangak-Simo-Kemusu justru tak muncul di peta.

Untuk memperoleh pengalaman yang berbeda kami berangkat lewat Ampel-Simo-Karanggede dan pulangnya lewat Kemusu-Klego-Kaliwungu-Tlatar.

Boyolali – Ampel – Karanggede

Kami melewati jalan nasional ruas Solo-Semarang menuju Ampel, kecamatan yang berbatasan langsung dengan kabupaten Semarang. Belok kanan di pertigaan Sruwen yang merupakan persimpangan ke arah Karanggede. Habis desa Sruwen dan Sugihan, melewati wilayah desa Candi dan Gondangslamet yang merupakan bagian dari Boyolali, masuk wilayah Kec. Susukan (Kab. Semarang) lalu masuk Kec. Karanggede (Boyolali).

Jalan antara Sruwen dan Susukan didominasi perbukitan dan persawahan. Seingat saya dulu ada tulisan Hollywood di salah satu sisi jalan, saya tak menjumpainya.

Karanggede dengan ikon patung Diponegoro mengendarai kuda merupakan kota kecamatan yang cukup ramai. Lurus dari Karanggede adalah Wonosegoro.


nama-nama desa unik

Wonosegoro – Juwangi – Kemusu

Secara etimologi Wonosegoro berasal dari dua kata. Wono berarti hutan dan segoro adalah lautan. Dulunya di Wonosegoro terdapat danau atau segaran dalam bahasa Jawa, kini segaran tersebut sudah mengering dan sedang dicoba untuk dihidupkan lagi.

Ruas jalan mulai dari Karanggede ke arah Juwangi termasuk Wonosegoro mulai ditemukan kerusakan. Potret ketertinggalan Boyolali utara itu semakin nyata.


Kantor Camat Wonosegoro

Semakin ke arah Juwangi, jalan semakin berkelok, rusak dengan kiri kanan adalah hutan jati. Sebagian dikelola Perum Perhutani Telawa. Nama yang disematkan pada stasiun Telawa, satu-satunya stasiun aktif di Boyolali yang menghubungkan Semarang dan Solo. Stasiun Telawa berlokasi tak jauh dari kantor camat Juwangi dan pasar Juwangi. Tak ada waktu mengeksplorasi stasiun Juwangi lebih lanjut, semoga lain kali bisa berlama-lama di Juwangi. Katanya Juwangi terkenal dengan oleh-oleh minyak kayu putih dan madu hutan asli.


hutan jati


stasiun Telawa

Kemusu – Klego – Simo

Di perjalanan menuju kantor camat Kemusu, kami melewati sisi barat waduk Kedung Ombo, danau  buatan terluas di Boyolali. Ibukota Kemusu tidak berada di Kemusu melainkan di desa Klewor. Makan siang di warung soto di sebelah Indomaret Klewor yang dengan rasa apa adanya membuat saya bersyukur soto di Boyolali lebih enak.

Rumah-rumah di Kemusu umumnya beratap joglo dengan keunikan memakai sambungan genteng dari metal (semacam galvalum atau seng mengkilat).

Melewati pusat kota Klego, terdapat patung kuda dan patung tenggok (wadah dari anyaman bambu). Patung macan di dekat terminal Simo kini sudah diganti dengan patung baru yang lebih gagah. Sang raja rimba bertengger di atas batu di bundaran Simo yang dulunya hanya sebuah pertigaan biasa.

Kaliwungu

Selepas Simo, kami melewati kecamatan Kaliwungu yang secara administrasi masuk wilayah kabupaten Semarang. Daerah ini merupakan wilayah paling selatan Semarang yang lebih dekat dengan pusat kota Boyolali. Di desa Pager terdapat tugu peringatan ibukota kabupaten Semarang darurat pada masa Agresi Militer Belanda II tahun 1947-1950.

Maju selangkah, kami sudah tiba di Boyolali. Kunjungan yang terlalu singkat meski melewati banyak tempat.


8 respons untuk ‘Kembara ke Boyolali Utara

  1. ternyata di Boyolali juga ada pembagian wilayah Boyolali Utara atau Selatan gitu ya mas Isna?
    kayaknya selama ini aku juga akan berpikir kalau di Boyolali adalah daerah yang kering, nggak ada apa-apanya gitu.
    ibu kos aku dulu juga sering mudi ke Boyolali, dan aku ga ada gambaran seperti apa kabupaten Boyolali itu
    ternyata di sana ada waduk buatan ya, baru tau

    1. Boyolali memang agak kurang dikenal sih mba hehe … Aku kalo ketemu orang di luar jawa tengah seringnya bilang asli Solo, padahal solo coret hehe 🙂

      1. Hahahaha, betul banget mas, Boyolali kurang dikenal, kami yang merantau sangat merasakan itu. Banyak yang nanya apakah itu di jawa Timur, asem banget dengar pertanyaan begitu

          1. tapi pernah juga, malah dikejar. awalnya bilang Solo ditanya lagi Solo nya mana, kujawab kampung kok Boyolali, lha makin mengejutkan pertanyaannya, deket dengan Simo nggak? terperangahlah aku, yang memang kampung asalku kulon Simo, meskipun secara administrasi masuknya Sambi

Blogger yang baik meninggalkan jejak berupa komentar :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s