Imlek Sunyi


Lampion di jalan Pemotongan, Salatiga

Hujan baru saja reda tatkala saya memarkirkan roda dua di tepi jalan di depan kelenteng Hok Tek Bio, Salatiga. Lampion berwarna meriah dipasang di gapura kelenteng, bersambung ke halaman hingga bagian dalam kelenteng.

Aneh, malam tahun baru Imlek tetapi tak ada seorangpun beribadah di dalam kelenteng. Seorang pengurus kelenteng berlalu tak tampak terganggu dengan saya yang mulai memotret keindahan rumah ibadah tridharma tersebut. Hanya harum dupa yang bermain-main di rongga hidung meyakinkan saya ada kehidupan di dalam kelenteng meski tak ada umat beribadah.

Seorang pengunjung berjaket hitam memasuki kelenteng. Rupanya ia bukan umat yang datang untuk beribadah melainkan pengunjung yang datang untuk memotret suasana malam Imlek seperti saya.

Kelenteng Hok Tek Bio dibangun tahun 1872 oleh umat Kong Hu Chu di Salatiga. Dulu jalan dimana kelenteng ini berdiri diberi nama Regentslaaan sebelum diubah menjadi jalan Sukowati. Dinamai Regentslaan karena jalan ini mengarah ke arah kantor walikota Salatiga. 

Pada masa orde baru, Hok Tek Bio terpaksa berubah nama menjadi TITD (Tempat Ibadah Tri Dharma) Amurvabhumi untuk menampung tiga agama yakni Kong Hu Cu, Buddha dan Tao. Sejak reformasi bergulir dan presiden Gus Dur memperbolehkan agama dan budaya Tionghoa hidup kembali, namanya kembali menjadi TITD Hok Tek Bio. Kelenteng satu-satunya di Salatiga ini kini telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya kota Salatiga. 

Kelenteng ini mempunyai dua buah hoolo (tungku pembakaran abu) yang berbentuk menyerupai labu. Jumlah hoolo ini menjadi merk salah satu enting-enting gepuk, buah tangan khas Salatiga yang terbuat dari kacang dan gula merah.

“Pak, kira-kira ada barong sai nggak ya?” Saya bertanya pada petugas parkir di luar kelenteng.
Kadose mboten, mas” Tahun ini, tahun baru Imlek benar-benar harus dirayakan secara sunyi.

Semoga pandemi cepat berakhir, selamat tahun baru Sincia dan semoga tahun ini makin hoki dan cuan. Amien.

   

Pintu Naga dan Harimau

Jika kita berkunjung ke kelenteng / Chinese temple biasanya akan menemukan tiga pintu:

  1. Pintu besar di tengah khusus untuk dewa 
  2. Pintu kiri yang berukuran kecil disebut pintu naga, dipakai untuk akses masuk umat. Maknanya agar umat yang masuk derajatnya setinggi naga
  3. Pintu kanan yang berukuran kecil disebut pintu harimau, dipakai untuk keluar umat dari kelenteng. Maknanya agar terlepas dari marabahaya (ibarat keluar dari mulut harimau).

    Kelenteng Hok Tek Bio Salatiga

2 respons untuk ‘Imlek Sunyi

  1. Wah sayang ya tak ada pementasan barongsai, tapi harus dimaklumi sih karena sedang pandemi. Semoga wabah ini lekas berlalu dan kita bisa kembali menikmati atraksi budaya tanpa kuatir.

Blogger yang baik meninggalkan jejak berupa komentar :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s