Situs Candimulyo

Boyolali memiliki sejumlah benda cagar budaya era klasik meski tak sebanyak di kabupaten tetangga. Peninggalan Hindu Buddha di Boyolali tak hanya Candi Sari, Candi Lawang dan puluhan batu arca di Rumah Arca Boyolali. Di luar dugaan masih banyak sekali “PR” terkait cagar budaya era klasik di Boyolali yang menanti untuk dikuak.

Iseng mengentri kata “taman” di maps, selain taman-taman yang berada di jalan protokol dan kawasan kantor bupati baru, ada satu nama asing yang muncul di tepi jalan tol Boyolali arah Salatiga: taman arca Candimulyo. Tepatnya di Candimulyo desa Kiringan kecamatan Boyolali.

Penelusuran lanjutan menyebutkan bahwa situs ini pertama kali muncul dalam catatan peneliti Belanda Bernard Kempers berupa temuan dua fragmen batu berelief. Menurut Kempers, ditemukan sebuah batu arca di Boyolali, diperkirakan merupakan bagian dari sebuah candi yang berukuran cukup besar. Situs ini kemudian “hilang” dan muncul lagi saat pembangunan tol Boyolali yang melintasi Candimulyo pada tahun 2018.

Sepulang dari kantor rencana mau mampir sebentar ke situs Candimulyo, sayang hujan deras sehingga penelusuran hari pertama harus ditunda hingga minggu depan saat saya jatah ngantor lagi.

Pulang kantor kali ini cuaca cukup bersahabat meski sempat diguyur hujan tadi siang. Dari arah pasar Sunggingan, belok kanan ke jalan Tentara Pelajar. Tugu Tentara Pelajar cukup menggoda untuk diamati lebih lanjut. Ada beberapa peninggalan Tentara Pelajar di Boyolali yang ingin saya telusuri di lain kesempatan.

Petunjuk di peta, lurus saja menyusuri jalan Tentara Pelajar ini hingga tiba di simpang jalan Prof. Suharso. Masih lurus hingga bertemu taman kecil dengan tulisan Candimulyo persis di tepi pagar tol Boyolali. Jika lurus, terdapat underpass yang berada persis di bawah jalan tol.

Taman ini sekarang dibuat menjadi taman toga warga setempat, dengan pot-pot tanaman obat di sisi kiri dan kanan. Batu-batuan candi ditata di dinding taman.

Di bagian tengah terdapat dua buah batuan berelief. Di antara dua batu berelief dibuat sebuah kolam dan dua buah batu dengan kondisi terpotong. 

Pada sisi kiri dan kanan diletakkan masing-masing sebuah batu dengan posisi berdiri. Sisi-sisinya tampak kasar dan tanpa relief.

Batu arca di sisi kiri terdiri dari buah relief. Dua-duanya tampak membawa busur panah. Diatas batu berelief terdapat cekungan yang membentuk sudut.

Batu berelief kedua di sisi kanan bergambar sosok memegang gada dengan posisi menunjuk ke bawah. Sisi di sampingnya polos saja tanpa relief. Dengan demikian bisa dijumpai total 6 buah batu dengan batu berelief berjumlah 2.

Pulang ke arah Salatiga, tinggal menyusuri jalan perkampungan ke arah Penggung dan tiba di persimpangan Terminal Penggung. 

Taman Arca Candimulyo
Candimulyo, Kiringan, Boyolali, Kab. Boyolali


10 respons untuk ‘Situs Candimulyo

  1. hmm, wah, disebut kemungkinan merupakan bagian candi yang lebih besar..
    tapi sepertinya tidak ada jejaknya lagi ya mas.. tinggal tersisa 6 batu itu aja

  2. iya mas boyolali banyak ya sbeenarnya jejak sejarahnya mengingat masih dalam kawasan dekat merapi merbabu
    saya dulu pas naik travel ke semarang sepertinya pernah lewat dekat candi ini
    cuma tahu ancer2nya saja
    sayang ya kalau situs seperti ini terabaikan
    apalagi kalau tergusur pembangunan jalan
    padahal bagus dan bernilai sejarah tinggi

Blogger yang baik meninggalkan jejak berupa komentar :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s