Taman Pandan Arum

Tak banyak yang saya ketahui tentang kota kelahiran. Jika di tahun-tahun sebelumnya saya sibuk dengan perjalanan di pulau rantau, boleh jadi di tahun ini Tuhan meminta saya untuk menyudahi perjalanan di pulau sebelah dan meminta saya untuk lebih mengenali kampung halaman.

***

Sejak tahun 2013 kantor bupati Boyolali pindah dari jalan Merbabu kecamatan Boyolali ke perkantoran terpadu di kelurahan Kemiri, kecamatan Mojosongo. Jika sebelumnya kantor bupati manunggal dengan rumah dinas bupati, kini kantor bupati berada di Kemiri sedangkan rumah dinas tetap berada di jalan Merbabu. 

Sebagai sebuah bangunan cagar budaya, rumah dinas bupati telah dipugar bekerjasama dengan BPCB Jawa Tengah dan dikembalikan ke bentuk semula yang berupa bangunan joglo. Sumber internet menyebutkan konsep rumah beratap joglo ini meniru dalem Pura Mangkunegaran di Surakarta.

Terdiri dari pendopo, pringgitan dan dalem. Pendopo beratap joglo dengan 4 tiang utama (soko guru), 12 soko penanggap dan 14 soko emper. Pringgitan adalah tempat menggelar wayang kulit (ringgit) dengan penonton berada di pendopo. Sedangkan dalem adalah bangunan inti rumah tempat tinggal bupati dan keluarga.

Sebuah pagar berwarna hitam, dengan ornamen lambang kabupaten Boyolali dan sepasang patung raksasa gupala atau penjaga membuat rumah ini semakin menawan. Atau malah membuat orang takut masuk ke dalam. Saya perhatikan hampir tak ada orang maupun wisatawan yang berani masuk, meski pintu pagar terbuka setengah.

Tepat di luar pagar rumah dinas bupati terdapat masjid Agung Boyolali. Di depan masjid terdapat alun-alun mini yang kadang dipakai sebagai tempat parkir dan arena berjualan.

Seorang bapak tua dengan sepeda ontel menjual sapu, kemoceng dan alat untuk memungut sampah.

Sebongkah rasa penasaran dengan taman rusa di samping rumah dinas menyeruak. Habis parkir kendaraan di depan masjid agung, saya melangkah lewat luar pagar rumah dinas.

Nampak rumah arca yang dipindahkan dari tempat semula yang kini dijadikan hutan kota dan SPBU Kridanggo, tepat di samping patung Arjunawijaya (patung kuda).

Nama taman ini taman Pandan Arum. Banyak sekali nama daerah di Boyolali berawalan pandan. Seperti RSUD Pandan Arang, jalan Pandanaran, taman Pandan Alas dan terakhir adalah taman Pandan Arum.

Saya pikir hanya ada kandang rusa totol, rupanya ada hewan lain seperti kelinci, merak dan landak. Wah, ini namanya kebun binatang mini. Tak menyangka sama sekali ada taman wisata seperti ini di Boyolali. Coba kalau ada hewan monyet pasti anak-anak akan lebih menyukai datang kesini. 

Berada di halaman belakang adalah wahana permainan anak dan penjual makanan minuman. Ini adalah spot yang paling ramai di taman Pandan Arum. Saking ramainya saya jadi takut membiarkan anak saya bermain di antara kerumunan mereka yang sebagian tak mengenakan masker. Ada kereta kelinci juga yang lewat di tengah-tengah taman.

Salah satu permainan yaitu memanjat besi ke atas tampak sangat tinggi buat ukuran anak-anak. Tingginya mungkin mencapai tiga meter lebih. Sangat berbahaya jika anak-anak sampai terjatuh dari ketinggian.

Biar anak saya tidak kecewa tak jadi main saya janjikan makan di KFC yang baru saja membuka cabang pertama di Boyolali.

Spot yang membuat saya betah disini tak lain adalah taman arca. Dikelilingi kolam berwarna kehijauan, dibuat tempat semi terbuka tempat memajang arca, lingga dan yoni dari seluruh wilayah Boyolali. Sebagian arca dari rumah arca disimpan di museum Hamong Wardoyo di Mojosongo.

 

Pembuatan kolam dan pembatasan akses masuk sengaja dibuat untuk meminimalisir pencurian dan perusakan oleh orang-orang tak bertanggung jawab.

Bintang utama di rumah arca adalah sebuah patung Ganesha dan sebuah yoni berukuran besar yang tak diletakkan bersama arca-arca lain di dalam bangunan.

Meski semua arca tak dilengkapi dengan keterangan, cukup untuk membuat saya sedikit bahagia bisa melihat deretan peninggalan dari masa lalu. Meskipun (lagi), kalau dipikir-pikir penyimpanan terbuka seperti ini akan membuat mereka cepat rusak ditimpa hujan dan panas.

Referensi: https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbjateng/pendataan-bangunan-rumah-dinas-boyolali/


2 respons untuk ‘Taman Pandan Arum

  1. asyik ya .. banyak tempat wisata gratis … buat bawa anak2 juga bisa … (meskipun harus hati2 di zaman pandemi ini) .. tempat yang suka wisata sejarah juga ada …

Blogger yang baik meninggalkan jejak berupa komentar :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s