Traveldoskop 2020

Tahun 2020 akan dikenang banyak orang sebagai tahun yang penuh ujian: tahun Corona. Ada beberapa teman dekat saya yang terjangkit COVID-19 bahkan seorang saudara dari istri saya meninggal karena memiliki penyakit bawaan bronkitis.

Bagi saya, 2020 adalah tahun penuh pembatasan dalam kegiatan traveling. Sejumlah perjalanan terpaksa ditunda termasuk pertama kalinya dalam hidup dipaksa merayakan Lebaran di tanah rantau. Meski tak bisa menambah jumlah negara/provinsi baru seperti tahun-tahun sebelumnya, beberapa momen manis terjadi setahun belakangan ini.

JANUARI

  • Setelah menghabiskan malam tahun baru di kos Rimbo Bujang, libur tahun baru saya nikmati dengan jalan-jalan ke Celosia Muna Garden, taman bunga di Unit 9 Rimbo Ulu.

  • Nostalgia dan kulineran ke Sarolangun dan menginap di rumah dinas KP2KP Sarolangun.
  • Solo traveling ke Jambi, nginap di OYO, cobain kafe baru di tepi danau Sipin:Hellosapa.

FEBRUARI

  • Pergi ke Padang dalam rangka nikahan adik Cicila CS Padang. Sekalian meet up dengan CS Padang dan blogger Padang. Jalan bareng Ubay dan Ridha ke Pasar Tanah Kongsi dan Bukit Paralayang. Cobain kafe bertema salju pertama di Padang: Hokky Ice Cream.
  • Keliling Tebo: Rivera Park Unit 1 Rimbo Bujang dan dinas ke Serai Serumpun.
  • Penerbangan terakhir ke Bandara Adi Sutjipto sebelum pindah ke bandara Kulon Progo (YIA).

  • Pulang kampung nengok Kiara. Jalan-jalan ke Lapangan Pancasila yang kini berubah menjadi Alun-alun Pancasila, mahalnya durian Brongkol.
  • Pulang ke Muara Bungo lewat bandara Padang, ketemu lagi dengan Aul di Sate Manang Kabau.
  • Meet up rutin perdana dengan PFI Provinsi Jambi di kantor pak Awal dan meet up Andri dan CS Jambi di Hellosapa

MARET

Dinas kantor ke desa Teluk Lancang, perbatasan antara Tebo dengan Sumatera Barat.



Main ke kafe One Shoot Rimbo Bujang dan Seduduk Coffee Muara Tebo. Terpesona indahnya  danau Kepungo di VII Koto Ilir dan danau Sigombak Tebo Ulu.

APRIL                  

Pandemi mulai melanda. Jalan-jalan tipis dengan protokol kesehatan ke Jembatan Lama Rantau Keloyang, RM Aroma di Bangko. Jemput pak boss di Jambi.

Menginap di hotel Odua Weston setelah sekian lama.

MEI

Melewatkan waktu puasa hingga Lebaran di Muara Bungo di tengah pandemi corona.

JUNI

Kantor mulai buka secara new normal. Pertama kali nongkrong di Umah Kopi dan sejak saat itu jadi pelanggan tetap Umah Kopi. Menghabiskan senja di Jembatan Tanjung Menanti.

JULI

  • Jalan-jalan tipis bareng pak Tomi ke Sarolangun dan Lubuk Linggau. Sebelum balik ke Muara Bungo makan di RM Aroma.
  • Hunting foto sunset di Dam Sungai Buluh habis bandara Muara Bungo.
  • Alhamdulillah diizinkan pulang kampung merayakan Idul Adha. Bandara Muara Bungo masih tutup sehingga harus pulang lewat Jambi.
  • Berkunjung ke Pesanggrahan Pracimohardjo Cepogo dan baru tahu kalau di Ampel ada Kerkhof Candi.

AGUSTUS

Balik ke Jambi lewat bandara Solo.

Jalan-jalan tipis keliling Bungo dan Tebo:  Taman Utaka Sanak, SAB Garden, Athaya Garden, Danau Beko, TRW Al Inayah Rimbo Bujang. Grand opening Jingga Coffee di lokasi yang baru.

SEPTEMBER

Keliling Bungo saja: Telaga Purwobhakti, Alam Kmang Lubuk Benteng, susur sungai Batang Bungo hingga Tanjung Agung Kec. Muko-muko Bathin VII. Cobain Merlin Garden Inn kafe.

Jalan-jalan bareng kang Yosep, Herman dan bang Am ke Jambi.

OKTOBER

  • Menyusuri Danau Baru di dusun Manggis bersama Bintang.
  • Meet up dengan Aul yang habis pulang dinas dari Muara Bulian di Umah Kopi Muara Bungo.
  • Cobain Circle Coffee punya bang Novri Himawan di Jambi. Eksplor Tugu Juang di Jambi sebelum pulang kampung.

  • Menjajal beberapa tempat makan dan tempat wisata baru di Boyolali-Salatiga: angkringan Baloeng Gadjah, ekowisata Gentong Kencono, taman Poktar Mekartani dan sop manten Pak Gendhit.
  • Balik ke Jambi lewat Semarang.

NOVEMBER

Selasa, 3 November: keluar pengumuman pindah kantor ke Boyolali
Jumat, 6 November: kirim barang-barang di kosan ke Boyolali pakai truk
Selasa, 10 November: perpisahan dengan KP2KP Rimbo Bujang
Rabu, 11 November: perpisahan dengan KPP Pratama Muara Bungo
Kamis, 12 November: perpisahan dengan KP2KP Sungai Penuh
Jumat, 13 November: perpisahan dengan pulau Sumatera. Terbang ke Jawa Tengah lewat bandara Kulon Progo (YIA)
Senin, 16 November: pertama kali berkantor di Boyolali

DESEMBER

Liburan Natal dan Tahun Baru kali ini alhamdulillah bisa berkumpul dengan keluarga dan orang tua. Hingga saat ini saya masih beradaptasi dengan lingkungan pekerjaan di kantor baru.

Berusaha pelan-pelan menghapus rindu dengan teman dan sahabat di pulau Sumatera. 

Jalan-jalan bersama keluarga ke Taman Sidomukti, meet up CS Salatiga di Kampoeng Percik. Jalan-jalan ke Taman Pandan Arum Boyolali.

My 2020 Award

Pertama di tahun 2020: terbang dari Jakarta (CGK) ke Yogyakarta (YIA)
Minuman of the year: dalgona coffee
Makanan of the year: Sate Manang Kabau, Padang
Momen terindah 2020: pindah kantor ke kampung halaman
Momen menyedihkan 2020: berlebaran sendirian di kos
Momen terbaper 2020: pindah kantor dari Muara Bungo
Momen terkenang 2020: penerbangan terakhir ke Yogyakarta (JOG) sebelum ditutup

Blogger of the Year: Aulhowler (meet-up terbanyak 4x) wkwkw

Kafe terkenang 2020: Umah Kopi dan Jingga Coffee, Muara Bungo
Resto terenak 2020: Baloeng Gadjah, Kab. Semarang
Wisata alam terindah 2020: Bukit Paralayang, Padang
Wisata buatan terindah 2020: Alam Kmang Lubuk Benteng, Muara Bungo
Wisata sejarah 2020: Kerkhoff Candi, Kab. Boyolali

Saya dan kamu yang sedang membaca tulisan, yang sudah rindu jalan-jalan ke suatu daerah, rindu bisa mengecap paspor lagi, semoga pandemi segera berakhir dan bisa jalan-jalan lagi, amien.

Selamat tahun baru 2021, cheers.


17 respons untuk ‘Traveldoskop 2020

    1. Tak perlu berkecil hati mas Jeli, yang penting kita semua diberikan kekuatan dan kesehatan sehingga bisa melewati pandemi, amien. Sukses selalu di tahun 2021 🙂

  1. Setiap masa punya kesulitan keindahannya ya. Sambut dan tapaki 2021 dalam pengharapan. Wuih Cepogo lekat dengan peninggalan sejarah ya. Salam sehat

  2. memang ya mas kalau terbiasa jalan jalan rasanya gerah banget ga bisa bebas jalan jalan kayak dulu
    beruntung mas masih bisa jalan jalan

    paling tidak ada suasana baru karena jujur meski saat ini mending di rumah saja tapi ya lama lama bosan
    yang penting tetap jaga jarak aja sih

  3. meskipun masa pandemi tapi jalan jalan-nya masih dibilang sangat banyak .. haha
    saya sama sekali tidak kemana mana … berusaha mengurung diri … paling sesepedahan di Jabotabek aja 😀

Blogger yang baik meninggalkan jejak berupa komentar :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s