Pamit!

Setelah packing, “p” berikutnya yang harus saya hadapi dalam pindahan kali ini yaitu pamitan dan perpisahan. Hufft… idiom-idiom khas perpisahan seperti: kalau ada sumur di ladang, boleh kita numpang mandi, lalu perpisahan adalah awal dari pertemuan sungguh meneror kepala. Sungguh saya tak siap dengan kata-kata ini, meski mau tak mau, saya benar-benar akan meninggalkan pulau Sumatera. Ya Tuhan, secepat ini ya saya pindah.

Kata kang Yosep boss saya “kita tidak akan pernah siap dengan mutasi,” meski begitulah mutasi di kantor kami. Serba cepat dan mendadak.

Sekelumit pertanyaan mendera hati. Entah kapan ya bisa kembali mengunjungi pulau ini. Kecuali jika ada waktu senggang dan meluangkan waktu untuk berlibur atau bertemu dengan kawan-kawan lama rasanya mustahil bisa melihat Sumatera lagi.

Tiga belas tahun saya tinggal di Sumatera. Palembang, Tanjung Balai Karimun, Tanjung Batu, Bangko, Sungai Penuh, Muara Bungo, Rimbo Bujang. Tiga belas tahun bukanlah waktu yang sebentar. Meninggalkan Sumatera berarti meninggalkan sebuah rumah untuk menuju rumah berikutnya: pulau Jawa. Rasanya belum siap, meski dipaksa siap.

Hari-hari ke depan, rasanya tak ada kata lain yang bisa saya ucapkan ke teman-teman selain kata-kata pamit ya, maafin ya dan terimakasih ya.

Selain bertemu dengan teman-teman, rasanya agenda berikutnya yaitu kulineran. Lagi-lagi saya dibayangi ketakutan tak bisa lagi main ke Sumatera jika sudah pindah ke Jawa. Jadinya, apapun hal-hal yang saya lakukan atau nikmati akan menjadi “yang terakhir kalinya” plus kata-kata “di Sumatera”.

Rabu, 4  November

Tiga hari ini, Rabu sampai Jumat saya minta ijin boss saya untuk fokus packing barang. Agenda hari ini ambil semua barang di kos Rimbo Bujang bareng bang Am, taruh di kontrakan di Muara Bungo. Sebelum pulang ke Rimbo Bujang makan siang dulu di Umah Kopi. Sayang tak jumpa bang Firman dan wak Ojad. Bakalan rindu ngopi-ngopi dan ngobrol di Umah Kopi

Kamis, 5 November

Sarapan mie pangsit Ahui. Jumpa bang Tansen. Packing sebentar lalu ke KPP buat pamitan dengan kepala KPP. Siang makan di Seduh Lur yang baru saja pindah ke samping kantor. Dari Muara Bungo ada 4 orang yang pindah termasuk saya. Hari itu terakhir berjumpa bang Dharma karena minggu depan sudah harus ngantor di Palembang. Atas kebaikan kepala kantor, kami diberikan waktu penundaan seminggu sehingga masih ada waktu untuk beres-beres pekerjaan dan packing barang dan masuk kantor baru di Boyolali tanggal 16 November 2020.

Habis dari KPP lanjut packing lagi lalu sorenya ke Rimbo Bujang. Malamnya makan malam dan perpisahan dengan teman-teman kosan di DC bareng bang Iwan, bang Khalik dan bang Guntur. Rencana mau karaokean bareng, tapi bang Guntur nggak suka karaoke jadinya kami karaoke bertiga saja.

Jam 11 karaokean selesai. Kami saling berpelukan seraya berdoa bisa berjumpa kembali suatu saat nanti. Ditunggu kedatangannya ya teman-temann di Boyolali. Hiks.

Jumat, 6 November

Pengen sarapan nasi gemuk di dekat Telkom, sayang tutup. Jadinya makan soto Padang depan SPBU. Bakalan kangen dengan soto ini. Lanjut packing dibantu budhe Is dan Herman karena malam ini truk yang membawa barang akan datang. Alhamdulillah sebagian besar barang-barang sudah berangkat ke Jawa. Lega rasanya.

Sabtu, 7 November

Agenda hari ini kulineran saja. Pagi makan mie pangsit Ahui sekalian pamitan dengan koh Ahui. Siang makan di Lumiere. Ada menu baru, chicken skin salted egg. Bakalan kangen makan di Lumiere, salah satu resto terbaik di Muara Bungo.

Minggu, 8 November

Masih dengan agenda kulineran. Siang makan pempek Olivia. Sore keliling Muara Bungo. Main-main ke Taman Tampoenek (untuk terakhir kalinya).

Senin, 9 November

Seminggu ini terakhir ngantor di Rimbo Bujang, tetapi kebijakan dari kantor justru menyuruh saya untuk full Work From Home alias bekerja dari rumah. Malam hari saya nongkrong di Jingga sambil makan martabak Malabar. Sesuai rencana, perpisahan dengan KPP akan digelar pada hari Rabu.

Selasa, 10 November

Hari ini terakhir kalinya ngantor di Rimbo Bujang. Teman-teman telah menyiapkan makan siang bersama sekaligus perpisahan sederhana. Saya ke kantor bawa motor dinas sekaligus mau mengembalikan motor dinas. Pulang ke Bungo rencana nebeng mba Ning.

Pagi sebelum ke Rimbo pesan travel Penawar Rindu buat ke Kerinci besok hari. Habis makan siang, saya pamitan dengan teman-teman kantor. Pulang ke Muara Bungo saya nebeng mobil mba Ning. Haru yang menyelinap di dada menyaksikan kantor ini untuk terakhir kalinya.

Rabu, 11 November

Hari terakhir di Muara Bungo. Rencana malam ini berangkat ke Kerinci, Jumat pagi lanjut ke Padang lalu Sabtu pagi pulang ke Jogja.

Siang sebelum acara perpisahan kami makan siang di rumah Herman sekaligus menengok ibunya yang sakit diabetes. Sebelum ke kantor pamitan dengan mak Wo. Dengan terbata-bata, saya ucapkan salam perpisahan kepada keluarga besar KPP Pratama Muara Bungo. Sore hari saya melepas kepulangan kang Yosep dan bang Am di halaman KPP. Kami bersalaman dan berpelukan.

Sebelum pulang ke rumah berpamitan lagi dengan semua teman kantor dan kepala kantor. Pulang ke kosan diantar mas Sugi. Rencana mau nungguin travel di Jingga, tapi travel ke Kerinci keburu datang menjemput. Saya berpamitan kepada pakde Heri dan budhe Is sambil menitipkan kunci untuk penghuni kontrakan yang baru.

Selamat tinggal Muara Bungo, selamat tinggal provinsi Jambi tercinta.

Terimakasih kepada:

KPP Pratama Muara Bungo: pak Jogal dan seluruh pegawai
KP2KP Rimbo Bujang: kang Yosep, Nunu, Ozan, Ahfiz, Desti, mba Ning, bang Am, Sheri, Tya
Sukses di tempat yang baru: Stefanus, bang Veri, bang Dharma
Yang bantuin packing dan angkut barang pindahan: budhe Is, Herman, Stefanus,
Kos Pondok Ayah Rimbo Bujang: Bu Gus dan pak Afan, bang Iwan, bang Khalik, bang Guntur, Yoga dan Daniel (BRI Cabang Rimbo Bujang)
Umah Kopi: Wak Ojad, Bang Firman
Jingga Coffee: Herman, Gio, Nadya, Yuyun, Nilam (eks Jingga)
Oneshoot Coffee: Ferry

Kamu, kamu yang sedang membaca postingan ini. Terimakasih atas doa dan ucapannya.


4 respons untuk ‘Pamit!

  1. perpisahaan banyak meninggalkan memori memori ya mas.
    tapi sisi “asyiknya” tidak membosankan … pindah ke tempat baru .. pengalaman baru … apalagi untuk seperti mas yang senang berpetualang dan mengekplore

  2. Terima kasih atas semua postingannya tentang Sumatera. Sangat ciamik dan menawan hati.
    Semoga senantiasa sukses di tempat kerja yang baru.

    Hikss, it’s ending again… 😭😭😭

    Btw, Mas Stefanus ini sama-sama pindah kerja juga ya, tetapi masih sempat bantuin Kang Isna packing barang. Bravo!

Blogger yang baik meninggalkan jejak berupa komentar :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s