Masjid DT Al Jannah, Tiruan Masjid Nabawi

Tiap kali melintasi jalan 11 yang mengarah ke Unit 6 (desa Tirta Kencana), pandangan tak bisa berpaling pada bangunan cantik bercat putih berkubah hijau di sebelah kiri jalan, di depan rumah seorang pengusaha yang juga kerabat pejabat tinggi di Kab. Tebo.

Beberapa bulan dibangun, masjid itu akhirnya rampung juga dan saya lihat di media sosial sudah mulai dipakai sholat Idul Fitri untuk pertama kalinya di tahun ini.

Kubah masjid berwarna hijau tua dan pintu masjid berhias ornamen kuningan sekilas mengingatkan saya pada masjid Nabawi di jazirah Arab. Kubah hijaunya memang mengingatkan pada makam nabi atau sering disebut dengan istilah Raudhah. Kira-kira seperti apa isi dalamnya?

Nama di Google maps untuk masjid ini adalah Masjid DT Al Jannah. Mungkin singkatan dari Daarut Tauhid. Entahlah, saya kurang paham. Tak ada satupun foto baik luar maupun isi dalam masjid ini.

Minggu lalu saya main ke Rimbo Bujang untuk mengantar surat permohonan cuti ke kantor. Dari Muara Bungo saya lewat Simpang Babeko karena mau singgah dulu di wisata baru desa ini yaitu danau Beko. Letaknya tak jauh dari jalan lintas Muara Bungo-Muara Tebo (akan saya tulis di postingan terpisah).

Dari danau Beko, saya lewat jalan trans Alai Ilir (Rimbo Ilir) hingga simpang Blok E Karang Dadi, baru ke Rimbo Bujang.

Sebelum tiba di Blok E, terdapat tugu dengan kemuncak menyerupai monas. Di Rimbo Ilir dan berbagai desa di Rimbo Bujang acap dijumpai bangunan serupa Monas baik di persimpangan maupun jalan masuk desa.


Tugu Monas,  Giri Purno, Rimbo Ilir

Di Rimbo Bujang, habis dari kantor saya sempatkan salat Dhuhur di masjid DT Al Jannah yang tidak terlalu jauh dari kantor ini untuk menuntaskan rasa penasaran saya dengan keindahan masjid ini.

Melintasi jalan trans Simpang Somel-Simpang Lopon, belok kanan di simpang jalan 11, masjid ini berada di sebelah kiri jalan. Motor saya parkir di depan masjid. Di sebelah kiri masjid terdapat pendopo kecil yang menyerupai gazebo. Belum selesai dibangun.

Tempat wudhu menempati bangunan kecil yang juga berkubah hijau di samping kanan masjid. Saya lepas sendal. Aw, panas saat kaki menginjak lantai hitam yang menjadi pembatas antara halaman dan tempat berwudhu.

Tempat wudhunya cukup bersih. Dari tempat wudhu ini bisa dilihat pendopo beratap joglo milik yang punya masjid. Kediaman yang punya rumah sendiri berada di samping pendopo ini.

Dari luar masjid ini tampak memiliki dua lantai dengan dua baris jendela, masuk ke dalam baru nampak jika sebenarnya masjid ini hanya terdiri dari satu lantai.

Bagian dalam masjid tidak terlalu luas. Atap kubah dilukis langit biru tua dengan awan putih. Sepasang kaligrafi dengan asma Alloh dan nabi Muhammad tergantung di dinding. Kemewahan seketika terasa dari pintu yang berhiaskan kaligrafi terbuat dari semacam kuningan. Lantai dan dinding terbuat dari marmer berwarna putih. Tak seperti masjid kebanyakan yang memakai kipas, beberapa unit pendingin udara model berdiri ditempatkan di beberapa sisi. Membuat ritual beribadah makin nyaman.

Sejak saya datang hingga selesai salat berjamaah, hanya ada 4 orang termasuk imam yang datang beribadah. Semoga nanti semakin ramai jemaah. Tempat ini cocok dijadikan wisata religi di Rimbo Bujang.

Masjid DT Al Jannah 
Jl. 11 (Wahidin) Wirotho Agung, Rimbo Bujang


2 respons untuk ‘Masjid DT Al Jannah, Tiruan Masjid Nabawi

Blogger yang baik meninggalkan jejak berupa komentar :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s