Kartu Pos Bulan Juli

Kalimantan Selatan adalah salah satu impian saya sejak lama. Berawal dari sebuah pagelaran seni budaya Melayu di Batam yang diikuti oleh beberapa provinsi baik rumpun Melayu ataupun non Melayu. Tim kesenian Kalimantan Selatan menampilkan sebuah tarian muda-mudi suku Banjar dengan iringan musik etnis yang masih asing di telinga. Panting rupanya, nama alat musik pengiring tarian tersebut menurut informasi dunia maya.

Selain menonton pertunjukan, saya membeli beberapa lembar batik untuk menambah koleksi. Salah satunya Sasirangan, kain khas Kalimantan Selatan yang dibuat dengan teknik ikat dan celup. Sekilas mirip dengan kain jumputan khas Palembang. Kain ini juga mengingatkan saya pada kostum penari tim Kalimantan Selatan dan pemain panting.

Selain musik panting dan kain sasirangan, Kalimantan Selatan tepatnya Banjarmasin punya pasar terapung yang unik. Satu-satunya di Indonesia dimana pembeli dan penjual berinteraksi di atas perahu yang terapung di sungai.

Buat saya, berkunjung ke suatu daerah berarti mencoba pakaian daerahnya jika punya cukup waktu dan dana. Seandainya punya kesempatan mengunjungi Banjarmasin, saya pengen mencoba satu dari tiga jenis pakaian pengantin suku Banjar yang bernama Bagajah Gamuling Baular Lulut. Ini adalah pakaian klasik dengan unsur budaya Hindu. 

Model pakaian ini mengingatkan saya dengan model baju pengantin klasik Jawa yaitu Solo Basahan atau Yogya Paes Ageng dimana pengantin tidak mengenakan atasan. Uniknya, selain melati dan mawar, pengantin dengan pakaian ini menggunakan pelengkap berupa janur kuning.


Pakaian pengantin Banjar Bagajah Gamuling Baular Lulut, foto pinjam dari sini

Tahun lalu saya ikut sebuah lomba di instagram berharap mendapat hadiah tiket pesawat pp. Jika menang saya ingin ke Banjarmasin. Sayang belum rejeki 🙂

Selama bulan Juli saya hanya mendapat kiriman dua buah kartu pos. Pertama dari pak Heri di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Bergambar penambang intan tradisional di sungai Martapura. Intan sendiri adalah hasil tambang khas Kalimantan Selatan. Lambang daerahnya sendiri bergambar intan.

Penambang (atau pendulang) menggunakan alat mirip wajan bernama linggangan untuk memisahkan antara pasir dan intan. Buat yang masih bingung antara intan dan berlian, intan merupakan batu alam yang mengandung berlian. Sedangkan berlian merupakan hasil lanjutan dari pengolahan batu intan.

Yang menarik, para pendulang intan tradisional di Kalimantan Selatan mempercayai bahwa mengucapkan kata “intan” atau berlian akan mendatangkan kesialan sehingga tak satupun intan yang akan didapat.  Sehingga mereka menyebut intan dengan galuh, kosakata bahasa Banjar yang bermakna anak perempuan.

Bagian belakang kartu pos dibubuhi prangko bergambar rumah Baloy, rumah adat suku Tidung di Kalimantan Utara, provinsi ke-34 sekaligus provinsi termuda pemekaran dari Kalimantan Timur. Suku Tidung ini awalnya merupakan subsuku Dayak yang tinggal di pesisir Kalimantan. Seiring waktu, mereka tak lagi disebut Dayak Tidung melainkan dengan sebutan suku Tidung saja. 

Saya pikir foto rumah ini berasal dari anjungan di Taman Mini Jakarta. Faktanya, belum adanya lahan yang sesuai dijadikan alasan belum dibangunnya anjungan Kalimantan Utara di Taman Mini.

Rumah ini berlokasi di Kota Tarakan, kota terbesar di Kalimantan Utara.

Kartu pos kedua datang dari dokter Osa (Alania Rosari) di Padang. Sebuah shape card berbentuk kamera dan di belakangnya terdapat prangko Amorphophallus gigas. Bunga tunggal tertinggi kedua di dunia setelah bunga Amorphophallus titanum dari keluarga bunga bangkai.

   

 

Selamat datang Agustus. 🙂


8 respons untuk ‘Kartu Pos Bulan Juli

  1. pasar apung memang mempesona yach mas. terakhir ke rumah panggung kalimantan di TMII rasanya kayak berada di rumah kelelawar, nga terawat hiksss..Tapi didalamnya berasa besar dan adem.
    senang lihat postcard bentuk kamera, unik.

  2. Membaca beberapa alenia tentang kekayaan alam Kalimantan saya benar-benar takjub. Selain tanahnya subur, hampir segala jenis material berharga terkandung di sana. Semoga pemerintah dan masyarakat bisa menikmati itu semua tanpa merusak alamnya.

Blogger yang baik meninggalkan jejak berupa komentar :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s