Berburu Sunset: Jembatan Batang Bungo & Batang Tebo

Ini cerita tentang kawan saya…

Namanya Stefanus Wahyudi. Orang tuanya memanggilnya dengan sebutan Yudi. Sedangkan kami di kampus dulu memanggilnya dengan sebutan bernada canda: Stefi. Di kantor, ia memperkenalkan diri dengan nama Ste.

Stefanus asli Ngentho-entho, Sleman, Yogyakarta. Karenanya, sejak masa kuliah di Palembang belasan tahun silam kami mudah akhrab karena sama-sama menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa ibu. Meski seangkatan, kami beda kelas. Saya kelas C sedangkan Stefanus di kelas D. 

Saya mengenalnya sebagai pribadi yang sopan. Tutur katanya bahkan menurut saya lebih halus ketimbang saya yang memiliki darah Solo.

Sebenarnya kami tidak terlalu dekat.  Yang saya ingat lagi tentang Stefanus, ia cerdas, ulet dan pekerja keras. Di saat kami ngekos di sekitaran kampus, Stefanus rela menempuh jarak lebih lama dengan menumpang di rumah pamannya di Plaju, cukup jauh dari Sukabangun, kawasan kampus. Stefanus juga berjualan pulsa di kampus. Membuat kami, anak kuliahan yang sering kebingungan dengan uang bulanan yang mepet, bisa tetap berkomunikasi dengan orang tua dengan cara beli dulu, bayar belakangan.

Stefanus selalu wara wiri dari rumah pamannya ke kampus dengan naik motor pakai jaket almamater kampus.

Lulus kuliah, saya magang di Salatiga dan ia di Yogyakarta. Setahun kemudian saya dipindahtugaskan ke Tanjung Balai Karimun dan ia ke Padang. Sewaktu ada acara kantor ke Pekanbaru, saya ambil jeda waktu beberapa hari untuk liburan ke Sumatera Barat. Salah satu agenda saya, mengunjungi Stefanus di Padang.

Setahun pasca gempa, masih banyak ditemui reruntuhan bekas gempa, terutama di kawasan Pondok, Kota Tua Padang. Bersama Stefanus, Crio dan Rianto, kami berkeliling Padang. Ke Teluk Bayur, Batu Malin Kundang dan makan es cendol durian di dekat Museum Adityawarman.

Sejak saat itu kami belum bersua lagi.

Tahun 2015 Stefanus pindah tugas ke Muara Bungo. Tiga tahun setelahnya saya sekantor dengan Stefanus. Namun, meski sekantor saya bertugas di kantor cabang di Rimbo Bujang. Apalagi dengan kesibukan Stefanus sebagai seorang Account Representative di kantor yang mempunyai tupoksi lebih banyak daripada saya. Sekian waktu berlalu, dari teman seangkatan di kantor, tinggal saya dan Stefanus yang belum pindah.

Tinggal di kota yang berbeda membuat kami jarang bertemu. Beberapa kali berjumpa melepas penat di kantor dengan nongkrong di angkringan. Selebihnya, kami hanya sekali jalan bareng waktu kulineran di Pasar Unit 5 Rimbo Bujang.

***

Di hari-hari yang menjemukan di tengah pandemi, saya mengajak Stefanus untuk sedikit melepas penat sejenak. Hunting foto sunset di jembatan Batang Bungo dan jembatan Batang Tebo. Kedua jembatan ini berada di perlintasan Jalan Lintas Sumatera penghubung antara Muara Bungo ke arah Padang.

Bungo Tebo, nama daerah di Jambi yang diambil dari nama dua sungai besar. Sejak reformasi, Bungo Tebo dipecah menjadi dua kabupaten: Bungo dan Tebo. Muara Bungo, kota yang saya tinggali sekarang ini diambil dari pertemuan sungai Batang Bungo dan Batang Tebo.

***

Hari itu saya jatah bekerja dari rumah, sedangkan Stefanus ngantor. Kami janjian di dekat jembatan Batang Bungo. Stefanus bersedia menjadi model dadakan.

 

 


sungai Batang Bungo


Jembatan Batang Bungo yang bernuansa oriental

Langit berawan, sepertinya matahari terbenam kali ini tidak terlalu bagus. Kami pindah ke tujuan berikutnya yaitu Jembatan Batang Tebo yang berjarak tak sampai satu kilo.


lelaki bertelanjang dada main bola


ibu-ibu mandi dan mencuci baju


tepian Sungai Batang Tebo


jembatan Batang Tebo yang juga berwarna merah, tetapi minim ornamen

Dan detik-detik yang kami nantikan tiba. Matahari perlahan turun ditelan bumi.

 

Sebentar lagi Magrib, ayo kita pulang.

Semoga meski kita sudah pindah nanti, kita tetap saling berkomunikasi ya Stef. Terimakasih Stefanus sudah menjadi teman yang menyenangkan sejak zaman kuliah, awal mulai bekerja hingga sama-sama sekantor di Muara Bungo saat ini.

 

18 Comments Add yours

  1. bara anggara berkata:

    ketahuan nih ngintip ibu2 mandi wkwk..

  2. ainunisnaeni berkata:

    setelah sekian tahun dari kuliah dan akhirnya ketemu lagi di tempat kerja yang sama, pastinya banyak cerita seru yang dilalui
    ternyata warga muara bungo masih ada yang memanfaatkan sungai untuk keperluan seperti mandi dan cuci baju ya, sama kayak di tempatku sini, tapi umumnya ditemui lebih banyak di desa

    1. Avant Garde berkata:

      Kalo disini kayaknya warga punya tempat cuci di rumah, tp sudah jadi budaya lebih puas cuci baju di sungai mba, bisa buat ghibah juga haha

  3. bersapedahan berkata:

    wah bahaya nih …. ada model dadakan tapi yang di foto ibu ibu mandi … hahaha

  4. Alid Abdul berkata:

    Jadi ini spot berburu sunset ya di Muara Bungo?

    1. Avant Garde berkata:

      Bisa dibilang begitu, Lid

  5. Uchi berkata:

    Rata-rata jembatan dimana-mana wrananya merah ya, cuma medan aja yang warnanya kuning sehingga disebut tikun (titi kuning) hehe.

    1. Avant Garde berkata:

      Karena medan identik Melayu kali ya hehe.. jadi warnanya kuning atau ijo

      1. Uchi berkata:

        Iya salah satu alsannya krn itu melayu = kuning

  6. Ikhwan berkata:

    Ternyata sunset tak cuma bisa dinikmati dari tepi laut ya, dari sungai juga bisa. Bagus banget momen matahari tenggelamnya, Mas! Bulat oranyenya matahari sore jadi melengkapi pemandangan sungainya.

    1. Avant Garde berkata:

      Keterpaksaan sih bang, karena tidak ada laut di Muara Bungo jadinya ke sungai hehe.. Terimakasih bang 🙂

      1. Ikhwan berkata:

        Hehe gpp kan beda juga sensasinya di laut sama di sungai. Sama-sama!

        1. Avant Garde berkata:

          Hehehe… range-nya tidak seluas di laut sih da kalo sunset di sungai

  7. Ste berkata:

    Namaku disebut. Hah.

Pembaca yang budiman akan meninggalkan jejak berupa komentar :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s