Danau Sungai Buluh


Danau Sungai Buluh, Rimbo Tengah

Pandemi membuat kita tak leluasa bergerak. Kalaupun pergi kemana gitu, harus mematuhi protokol kesehatan COVID seperti mengenakan masker, membawa sanitizer dan alat makan/minum sendiri dan menjaga jarak.

Selama pandemi saya tidak bepergian jauh, pun tidak mudik, hikz. Begitu fase normal baru diberlakukan, saya membatasi diri hanya pergi ke tempat-tempat yang sepi. 

Informasi dari kang Yosep dan mas Sugi teman sekantor saya, ada danau cantik di Sungai Buluh, hanya beberapa kilometer saja dari bandara ke arah Kuamang Kuning.

Danau Sungai Buluh ini beda dengan Danau Buluh, nama sebuah jalan di Kelurahan Jaya Setia.

Setelah mengumpulkan informasi di aplikasi peta daring, saya ingin membawa kamera kesana dan memotret danau dari dekat.

Minggu jam 5 sore, saya motoran ke Sungai Buluh. Sebelum berangkat Isi minyak dulu di pom bensin Simpang Drum. Putar balik ke jalan Rangkayo Hitam, potong jalan masuk ke Jalan H. Suud (Mora Garden), keluar lagi di jalan Rangkayo Hitam. Belok kiri di simpang Perumnas Cadika, lantas belok kanan di bundaran Tanjung Menanti ke arah bandara.

Selain longsor di bundaran Tanjung Menanti, jalan dari bundaran menuju bandara rupanya kini banyak lubang. Perlu hati-hati agar tidak terjadi insiden.


rambu bandara

Bandaranya masih ditutup sejak adanya pandemi imbas dari penurunan penumpang baik tujuan Jambi, Kerinci maupun Jakarta. Kini bagi calon penumpang pesawat yang akan ke Jakarta harus menempuh enam jam perjalanan ke Jambi.


akses menuju bandara yang ditutup portal

Lihat Juga: Usulan Nama bagi Bandara Muara Bungo

Bandara Muara Bungo sendiri masuk ke wilayah Dusun Sungai Buluh, kecamatan Rimbo Tengah.

Habis tanjakan setelah bandara ada simpang tiga dimana di tengah-tengahnya ada tugu ikan emas. Nama resmi di badan tugu adalah Tugu 27. Pada prasasti yang ada, tugu ini dibangun oleh 26 orang mahasiswa Universitas Muara Bungo saat mereka menjalankan KKN di dusun ini. Tugu ini diresmikan oleh Camat Rimbo Tengah pada tahun 2012.

Danau Sungai Buluh atau embung Sungai Buluh berada hanya beberapa menit dari tugu. Di tepi jalan di sebelah kanan jalan. Cantik!

Saya lurus karena saya ingin berputar arah di depan Kantor Rio Sungai Buluh. Sebelum kantor rio, ada Puskesmas Rimbo Tengah dan masjid Al Muhajirin. Sekelompok pemuda mengisi sore mereka dengan bermain voli.

Rimbo Tengah sendiri adalah kecamatan pemekaran Muara Bungo pada tahun 2005. Terdiri dari 2 dusun yaitu Sungai Buluh dan Sungai Mengkuang dan 2 kelurahan yaitu Cadika dan Pasir Putih. 

Lihat Juga: Taman-Taman di Muara Bungo

Di Bungo, Rio adalah sebutan untuk kepala desa sejak era reformasi. Istilah desa tidak dipakai lagi, diganti menjadi dusun. Daerah di bawah desa yang dulu disebut dengan dusun diubah menjadi kampung.

Usai memotret masjid dan kantor rio, saatnya kembali ke danau. Embung Sungai Buluh, nama yang terdapat di papan nama di tepi danau.

Danau ini berpagar tetapi pintunya tidak terkunci. Embung ini dibangun oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera VI Kementerian Pekerjaan Umum.

Airnya yang tenang memantulkan cahaya langit ke permukaan danau. Matahari sebentar lagi terbenam di sisi kanan. Tak memancarkan cahaya keemasan karena terhalang pepohonan.

Sangat sepi dari pengunjung karena ini bukan tempat wisata. Padahal danau cantik ini berada di jalan lintas Muara Bungo-Kuamang Kuning. Syukurnya, tidak ada sampah di tempat ini.

Airnya yang tenang, kepungan pepohonan di kiri dan kanan danau membangkitkan imaji Ranu Kumbolo, danau cantik di kaki Mahameru di film 5 cm.


tetap pakai masker dan patuhi protokol COVID


aliran dam


tangga besi

Sebentar lagi Maghrib, saatnya pulang. Kapan-kapan kita jumpa lagi yah. Masih belum puas menikmati danau ini.


rambu bandara dari arah Sungai Buluh

Muara Bungo, arah ke kanan (utara) bermakna ke Jambi atau Padang, sedangkan arah ke kiri (selatan) bermakna ke Bangko atau Jakarta. Seolah Bangko dan Jakarta itu sedekat Jakarta ke Depok.


papan petunjuk sebelum masuk  simpang bandara 

4 Comments Add yours

  1. bersapedahan berkata:

    danaunya bagus ya …. sekelilingnya pepohonan … airnya bersih … mungkin “dikemas” sedikit bakalan ramai

    1. Avant Garde berkata:

      Saya malah suka biar begini aja mas, biar tetap asri 🙂

  2. Ikhwan berkata:

    Kenapa ikan mas ya, Mas, yang dijadiin tugu? Danaunya penghasil ikan mas kah? Atau memang ikan mas itu logo daerahnya?

    1. Avant Garde berkata:

      Kurang tau euy, gak nemu pemancing atau penduduk di danau itu soalnya heu 😀

Pembaca yang budiman akan meninggalkan jejak berupa komentar :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s