Keraton Kanoman Cirebon

Bagi saya yang tak terlalu paham sejarah Cirebon, awalnya saya pikir Keraton Kanoman merupakan pecahan dari Keraton Kasepuhan. Fakta sebenarnya, atas mediasi sultan Banten, baik Keraton Kasepuhan, Kanoman dan Kacirebonan merupakan pembagian kekuasaan dari keraton Cirebon atau keraton Pakungwati pada tahun 1679 sebagai solusi atas perseteruan internal pewaris tahta keraton.

Pangeran Kartawijaya selaku salah satu pangeran keraton Cirebon naik tahta menjadi raja Keraton Kanoman pertama dan bergelar dan menjadi Sultan Anom I.


lambang kebesaran keraton Kanoman

Kini pewaris tahta keraton Kanoman adalah sultan Anom XII. Ada cerita yang cukup menarik bahwa tahta sultan Anom XII diperebutkan pangeran Emiruddin dan pangeran Saladdin. Pangeran Saladdin sebagai anak dari istri pertama Sultan Anom XI Raja Muhamamad Djalaluddin mengklaim memiliki surat wasiat penunjukan sebagai Sultan Anom XII. Dengan dukungan kerabat keraton, pangeran Emiruddin mengusir pangeran Saladdin dari keraton lantas dinobatkan menjadi Sultan Anom XII.


Sultan Anom XII (baju kuning) dan patih (baju putih), wajahnya mirip

Keraton Kanoman berlokasi hanya satu kilometer dari keraton Kasepuhan. Tidak jauh dari Pasar Kanoman. Pasar ini didirikan oleh para pedagang asal Tiongkok sebelum adanya keraton Kanoman. Kini pasar Kanoman telah menjadi pusat wisata di Cirebon sekaligus wujud harmonisasi antar penduduk di Cirebon.

Berbeda dengan keraton Kasepuhan yang luas, keraton Kanoman ini lebih kecil. Pun tidak padat dengan pengunjung. Jika keraton Kasepuhan didominasi warna merah bata, banyak bangunan di keraton Kanoman berwarna putih dengan ornamen keramik dari Tiongkok.


singa prabu Siliwangi, simbol keraton di Cirebon

Sebelum masuk ke bangunan utama, saya melewati alun-alun Kanoman yang berada di belakang pasar Kanoman. Tidak ada biaya masuk ke kompleks keraton Kanoman. Pengunjung hanya membayar jika masuk ke museum keraton. Tidak ada tarif resmi, cukup mengisi buku tamu. 

Konsep sitinggil di keraton Kanoman dikenal dengan nama lemah dhuwur. Anak sekolah bersantai di salah satu bangunan yang dulu hanya boleh dipakai untuk sultan bernama Mande Manguntur. Bangunan ini berfungsi sebagai tempat sultan menikmati pertunjukan kesenian oleh abdi dalem keraton.


Mande Manguntur

Benda-benda peninggalan raja terdahulu keraton Kanoman disimpan di Museum Gedong Pusaka.

Jika Kasepuhan punya kereta Singa Barong, keraton Kanoman punya Paksi Naga Liman yang hampir serupa. Berbentuk burung (paksi), berkepala naga dan mempunyai belalai liman (gajah). Kereta buatan tahun 1428 Masehi ini masih cukup terawat. Terakhir dipakai oleh Sultan Anom VIII tahun 1933.


meriam dan tameng berdebu


mesin jahit tangan pemberian Raffles 

Selain mesin jahit, Gubernur Raffles juga memberikan lonceng, pisau pemotong tembakau sebagai cenderamata bagi keraton Kanoman. Lonceng tersebut kini ditempatkan di Langgar keraton dengan nama lonceng Gajah Mungkur. Uniknya, lonceng ini pernah dipakai sebagai penanda waktu salat hingga era tahun 1980-an sebelum diganti bedug.

Koleksi lain yang cukup menarik adalah kotak yang difungsikan sebagai tempat pakaian dan perbekalan milik Sunan Gunung Jati yang dibawa dari Mesir pada tahun 1470. Di jaman sekarang, kotak ini sama fungsinya dengan koper 😀


topeng Cirebonan

Cirebon juga punya wayang kulit bergaya Cirebon. Kesenian ini sudah ada sejak zaman Sunan Gunung Jati. Gunungan wayangnya berbeda dengan wayang gaya Surakarta atau Yogyakarta.

Bagian inti dari keraton yaitu Jinem Kanoman, tempat tinggal keluarga sultan. Pengunjung tidak boleh masuk ke dalam dan kunjungan berakhir di pendapa.

5 Comments Add yours

  1. ainunisnaeni berkata:

    kadang aku berpikir,, hidup di jaman dulu apalagi sebagai anggota keraton yang notabene udah hidup enak, ternyata masih ada konfik soal warisan seperti ini

    1. Avant Garde berkata:

      Kalo jadi sultan ya enak banget mbak hehehe… Harta melimpah, selir banyak, tinggal di istana hehe…

  2. bersapedahan berkata:

    meskipun keraton ini lebih kecil dari Kasepuhan tapi memiliki koleksi tokoh2 terkenal ya — Gubernur Raffles dan Sunan Gunung Jati

    1. Avant Garde berkata:

      betul mas, sebagai pengakuan atas Keraton Kanoman…

Pembaca yang budiman akan meninggalkan jejak berupa komentar :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s