Menikmati Salju Ala-ala di Padang

Tinggal di daerah tropis yang hanya mengenal dua musim rasanya teramat mustahil bisa merasakan salju. Kecuali salju buatan seperti di Trans Snow World di Bintaro atau Bekasi. Ada juga sih salju abadi di Puncak Jaya, Papua, tapi seberapa banyak orang yang mau bersusah payah naik gunung bersalju di Papua?
***
Februari 2020, saya ke Padang menghadiri pernikahan adik Cicil, sekaligus meet-up dengan blogger dan CouchSurfer Padang. Setelah kulineran dari Pasar Tanah Kongsi, melihat Padang dari ketinggian di Bukit Koto Kaciak hari Sabtu kemarin, hari Minggu ini saya hanya ingin santai-santai gegoleran di hotel menunggu check out.
***
Pagi hari ada Car Free Day depan hotel, mulai dari bundaran depan Masjid Raya Sumatera Barat hingga depan Transmart. Entah saya yang kesiangan atau gimana, jalanan sudah tidak terlalu ramai. Yang jualan jajanan, yang jogging tidak terlalu banyak. Sedikit keramaian berada di depan Masjid  Raya Sumatera Barat. Kata Aul (aulhowler.com) spot paling ramai di seputaran GOR H. Agus Salim. Mau kesana kok saya malas haha, saya putar arah dan balik ke hotel. Mampir ke stan Kanwil yang kantornya pas di depan hotel, saya diberi kalender 2020 oleh Hanip. Sempat ketemu juga dengan Randa dan bang Ucok. Thanks mas Hanip. Saya beli sate Padang dan sala lauak di depan transmart.
***
***
Habis check out, saya pergi ke kondangan Cicil di kawasan Alai. Ketemu Ridha, Ayu, Meri dan Ale yang dulu bekerja di KPP Pratama Padang Dua. Di rumah Cicil ada CS asal Estonia, Marrie yang juga teman sekantor Cicil di Australia.
***
Kenyang makan rendang, soto dan sate di kondangan Cicil, saya dijemput Aul di Transmart.
***
“Makan gelato yuk,” ajak saya ke Aul. Postingan Aul soal gelato di blognya benar-benar membuat saya penasaran mencobanya. Kebetulan Aul juga lagi pengen makan gelato. Buat anak muda yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya, gelato umum ditemui. Di Padang baru ada 1 tempat yang menjual gelato, tepatnya di kawasan Pondok.
***
Naik motor, kami lewat pantai untuk mencoba menghindari polisi. Katanya, kawasan Pantai Padang aman dari razia helm wkwkw. Hokky Iceland, tempat yang akan kami tuju berada di ujung jalan, kawasan Chinatown Padang yang juga kota tua Padang.
***
Hokky Iceland terdiri dari dua lantai. Sebelum bisa menikmati gelato, saya harus memesan dulu di lantai 1. Setelah memesan gelato akan diantar petugas ke lantai 2. Bisa juga makan gelato di lantai 1 yang berfungsi sebagai toko kue, tetapi suasananya tidak sebagus di lantai 2.
***
Ada banyak varian/rasa gelato yang bisa dipilih sesuai selera, kalau bingung bisa lho mencoba tester gelato secara gratis. Kemudian saya memilih gelato matcha campur rujak. Aul memilih gelato matcha dan coklat. Sebelum naik ke lantai 2, kami harus membayar dulu pesanan kami.
***
Naik ke lantai dua, kesan yang saya tangkap adalah super dingin. Bagaimana tidak, ada banyak pendingin udara ditempel di dinding. Tidak terlalu luas memang. Dinding ruangan dibuat menyerupai rumah-rumah bergaya gothic  khas Eropa ketika musim salju.  Dilengkapi dengan dekorasi pendukung berupa lampu taman dan pepohonan yang disiram salju. Meski tidak ada salju asli, yang ada hanyalah salju buatan dari bahan semacam semen dicat putih. Di salah satu, temanya sepertinya adalah Jepang, lengkap dengan rumpun bambu. Eh, Jepang atau Tiongkok ya.
***
Ketika gelato pesanan saya datang, ukurannya tidak terlalu banyak. Agak mahal menurut saya. Karena saya ditraktir Aul sehingga tidak boleh mengeluh juga haha.
Lantai dua ini juga berfungsi sebagai resto, pilihan menunya tidak terlalu banyak. Untuk mengusir dingin, Aul pesan indomie rebus #indonesiabanget deh hehehe. Minuman alkohol juga ada.
***
Tak sekedar tempat makan gelato, Hokky Iceland dimanfaatkan sebagai lokasi selfie. Selimut ungu saya berfungsi dengan baik di tempat ini. Bagi yang tidak membawa baju hangat, disediakan jaket bulu dan syal yang bisa disewa sebagai properti foto.
***
 
Terimakasih Aul sudah menyulap selimut menjadi syal
 
sudah kayak di Eropa belum?
Bagi yang tidak tahan dingin, wajib hukumnya membawa baju hangat. Kalau tidak membawa bisa sesekali pergi ke bagian belakang yang berfungsi sebagai mushola dan toilet yang lebih hangat. Karena tempat ini masih baru, harap sabar ya kalau pengunjung di tempat ini cukup padat.
***
Hokky Iceland
Jl. Niaga No. 265 Belakang Pondok, Padang

4 respons untuk ‘Menikmati Salju Ala-ala di Padang

    1. Halo Ainun, terimakasih sudah singgah, kenal Aul juga yah hehe.. beberapa kali ke padang saya meet-up dengan beliau, baek bener anaknya hehehe…

Blogger yang baik meninggalkan jejak berupa komentar :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s