Ronde Mak Pari dan Durian Brongkol

Dari bandara, kami mau makan malam di Waroeng SS dekat bandara. Tiba disana, tempatnya ruame sekali. Kami pindah ke Waroeng SS yang lain, tetapi malah nyasar dan tidak jua ketemu. Akhirnya, setelah cek di maps, kami makan di Waroeng SS Prambanan, Klaten. 😀

***

Selama mudik bulan Februari kemarin, saya yang bertugas antar-jemput Ni Shaquinna ke sekolah. Di halaman sekolah Ni Shaquinna ada yang jual nasi jagung lezat. Seporsi dijual Rp 2.000,- dan Rp 3.000,- saja. Gorengan seperti bakwan, tempe dan mentho dijual Rp 500,- Ah, syurga. Pas di samping sekolah anak saya ada Waroeng SS. Siang habis jemput, bisa mampir ke SS buat makan.

Karena mudik kali ini tak sampai seminggu, selain kumpul di rumah bareng keluarga, saya kami hanya keliling kota, cobain supermarket baru (Aneka Jaya) dan ke Brongkol.

Brongkol adalah salah satu sentra penghasil durian di Semarang selain Tlogo. Istri saya pengen banget makan durian sejak hamil Kiara. Pakai mobil ibu, saya satu rombongan bareng keluarga besar berangkat ke Brongkol.

Brongkol ini di Banyubiru, tepatnya arah menuju Jambu. Di sepanjang jalan, di antara sawah-sawah yang menghijau, beberapa rumah tampak menjual durian. Kata adik ipar saya, penjual yang terkenal adalah di dekat patung durian. Ada dua patung durian di Brongkol, sebelum dan sesudah masuk desa. Kami putar arah dan menuju ke penjual durian dekat patung pertama.

Gilak, durian yang gede dijual Rp 100.000,-/biji. Ini mah kalau di Sumatera paling cuma Rp 25.000 kalau ;agi musim. Saya merasa bersyukur tinggal di Sumatera yang gudangnya durian dan duku. Ibu saya yang paham durian kurang sreg karena tak bisa ditawar dan beranjak ke pedagang yang lain.

Penjual disini sepertinya kompak. Harga yang ditawarkan masih sama Rp 100.000,- untuk durian petruk. Iseng bertanya durian yang agak kecil dan agak terbuka Rp 30.000,- tanpa boleh ditawar. Tak mau rugi sudah jauh-jauh kesini, ibu saya beli durian yg kecil itu 3 biji sekaligus. Rasanya katanya lumayan sih, saya tidak ikut makan.

Habis makan durian, kami makan siang di Waroeng SS sebelah TK Ni Shaquinna. Prinsip hidup kami, jalan kemana aja, makannya di SS saja.

***

Hari Minggu, saya dan Shaquinna ke pasar kaget di JB (Jalan Baru). Pengen beli gandos rangin dan mendoan, sayang tak ada yang jual. Gantinya kami beli zuppa soup dan salad buah.

Selain durian, istri saya pengen makan steak di Cosmo. Hari Senin Cosmo tutup, kami pindah ke Star Steak dekat Lapangan Pancasila. Pulangnya, mampir dulu ke Ronde Mak Pari. Tempat ronde legendaris di Salatiga selain ronde Jago. Rondenya sih biasa, tetapi topingnya banyak dan tempatnya cukup nyaman, bukan lesehan.

Selain sarapan nasi jagung di TK Sultan Fatah, beruntung saya sempat mencicip kuliner dekat rumah yakni soto Semarang mas Adi, bakso gajih dan tahu bakso depan masjid Perum Sraten Permai, terus soto Bu Anik Lapangan Pancasila.

Ngomongin tentang Pancasila, tempat nongki anak gaul Salatiga ini baru direnovasi  total. Sekarang ada lintasan jogging, wahana bermain anak, alat fitness dan kini namanya Alun-Alun Pancasila Salatiga. Deretan pedagang kaki lima di dalam lapangan dipindah ke sisi jalan.  

Rumput lapangan Pancasila masih belum tumbuh sempurna sehingga pengunjung tak boleh menginjak rumput. 

Patung 3 pahlawan dibongkar lantas dibangun ulang menjadi lebih megah. Mereka, Brigjend Sudiarto, Laksda Adi Sutjipto, Laksamana Yosaphat Sudarso mewakili tiga matra TNI, berdiri menghadap 3 arah. Di bawah mereka ada tiga pilar, melambangkan angka 3 sebagai simbol kota Salatiga. Di atas mereka ada bola dunia dan gunungan. Eh, kok sekilas mirip logo organisasi rahasia itu #ups.

 

Di kaki menara terdapat relief yang menceritakan legenda kota Salatiga. Tidak terdapat penjelasan pada relief sehingga mungkin cukup membingungkan buat orang yang bukan asli Salatiga. 

Selain lapangan Pancasila, masih ada taman Sejarah Salatiga, taman Tingkir dan taman Sidomukti yang belum saya sambangi. Ah, jadi pengen mudik lagi,


8 respons untuk ‘Ronde Mak Pari dan Durian Brongkol

Blogger yang baik meninggalkan jejak berupa komentar :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s