Bikin Foto Maternity Shoot

Prolog…

Tahun 2011 saya menikah dengan Yuni Hartanti, yang kini menjadi istri sekaligus ibu dari anak-anak kami. Kami menikah di Ambarawa, di rumah keluarga istri. Saat itu kondisi keuangan kami masih belum terlalu baik. Saya baru selesai kuliah, sedangkan istri saya baru diterima sebagai karyawan di sebuah perusahaan. Kami tak ingin orang tua pusing dengan biaya pernikahan sehingga kami sepakat akan menggelar acara pernikahan secara sederhana.

Tak banyak tamu yang diundang, hanya keluarga dan sahabat dekat. Total undangan tak sampai 100 orang. Acaranya hanya akad nikah, salaman dengan tamu, foto-foto dan makan-makan. Tak ada prosesi adat yang ribet, tenda mewah, pelaminan megah dan makanan beraneka rupa. Janur kuning pun tidak ada. Kami bahkan sampai tidak kepikiran untuk membeli souvenir. Bukan pelit, tetapi rasanya ada biaya pasca nikah yang harus lebih kami pikirkan ketimbang menyelenggarakan pesta secara mewah. Meski sederhana, kami bersyukur bisa menyelenggarakan syukuran kecil-kecilan.

Tentu saja, dalam lubuk hati ini jauh dari kata pernikahan impian versi saya. Siapa sih yang tidak ingin acara pernikahannya dihadiri banyak orang. Setiap orang memiliki pertimbangan masing-masing dalam menggelar acara. Namun, keadaan saat itu memang tidak memungkinkan untuk membuat pesta besar. Yang penting doa restu orang tua dan tamu yang hadir kan?

Ada satu kenangan yang masih membekas tentang acara pernikahan kami. Saya dan istri memakai pakaian yang berbeda warna dan coraknya. Saya memakai pakaian muslim warna putih. Istri saya memakai kebaya jawa berwarna cokelat.

Ceritanya, sehari sebelum acara, saya masih ke pasar membeli cincin kawin, menyewa gaun pengantin lantas mengantar ke rumah istri saya. Karena masih dipingit, saya tidak bisa bertemu istri yang juga kebetulan sedang ke luar rumah. Saya titipkan satu stel kebaya putih dan jarik untuk dipakai istri saya  saat akad.

Hari H…

Saya sudah memakai satu stel busana muslim modern warna putih, lengkap dengan kain samping dan tanjak Melayu buatan sendiri berwarna senada (foto yang jadi avatar blog saya ini). Istri saya keluar dari rumah mengenakan baju kebaya dan jarik warna coklat. Rupanya, gaun yang saya bawa dari persewaan terlalu besar untuk ukuran badan calon istri saya dan dia tidak kepikiran untuk mengecilkan baju itu. Sementara itu istri saya malah berfikir saya akan memakai jas biasa untuk acara akad nikah kami. Benar-benar miskomunikasi deh hehe.

Sebetulnya saya merasa agak awkward karena bajunya beda. Tapi mau gimana lagi, momen itu tidak bisa diulang kembali heu…

Sejak saat itu, saya bertekad, jika kami (saya) ada kelebihan finansial saya akan membuat foto berdua dengan pakaian pengantin dengan corak dan warna seragam. Berawal dari situ, saya mengajak istri berfoto memakai pakaian adat saat ada kesempatan traveling. Sejauh ini baru pakaian adat Jambi, Merangin dan Jangkat dimana kami pernah foto berdua.

Waktu hamil anak kedua, rencana kami mau foto maternity shoot baju adat. Sayang, anak kami berpulang saat dua bulan dalam kandungan. Kami beri ia nama Edo, lengkapnya I Made Eduardo.

Kesempatan  buat bikin foto pakai baju adat kami masukkan saat foto maternity anak ketiga saat usia kandungan istri saya tujuh bulan. Kami menyewa baju, make up dan fotografer dimana saya menyewa baju untuk akad nikah sekaligus tempat yang sama dimana istri saya make up wisuda. Kebetulan istri saya kenal dengan periasnya yang merupakan kakak kelas SMA sehingga komunikasinya mudah.

Kami mengambil paket termurah hihi. Dua pasang baju, make up, foto dan DVD sekitar 1,5 juta rupiah. Konsepnya tradisional Jawa. Pertama kami memakai baju putih, kedua baju hijau. 

Foto-fotonya bisa cek di Instagram saya yah.

View this post on Instagram

Waktu hamil anak ke-2 (I Made Eduardo) istri saya @yuni_hartanti pengen punya foto maternity shoot kalau hamil besar. Sayang, Alloh lebih sayang sama anak kami yg ke-2 sehingga rencana tersebut urung terlaksana Foto² tersebut akhirnya kami agendakan di kehamilan anak ke-3. Konsep awalnya foto casual bergaya rustic. Setelah ~berantem~ berdiskusi jadilah kami mengambil konsep pakaian tradisional saja. Lagian waktu kami menikah tahun dulu, kami pakai pakaian muslim Dua hari sebelum saya pulang ke Muara Bungo, kami datang ke salon dimana saya menyewa baju untuk nikahan dulu. Berasa nostalgia karena waktu istri saya wisuda make up-nya pun di situ Mohon doanya semoga putra/putri kami lahir selamat. Ibunya sehat. Amien 🙏🙏🙏 Busana, make up, studio dan fotografer (paket komplit) @riaspengantinibuhjsrisardjono #maternityshoot

A post shared by Avant Garde (@djangki) on

 

*)
Rencananya tulisan ini mau diposting bulan Juli atau Agustus. Maksimal sebelum istri saya lahiran anak ketiga. Karena satu dan lain hal, baru bisa diposting bulan ini saat udah melahirkan haha. 🙂

8 Comments Add yours

  1. bersapedahan berkata:

    semuanya jadi terbayarkan ya mas …. foto2 saat nikah yang kurang maksimal .. sekarang jadi super maximal foto foto postwed ;.. haha

    1. Avant Garde berkata:

      betul mas, ibaratnya, ini tuh “balas dendam” hehe

  2. rynari berkata:

    Mensyukuri berkat pernikahan dengan kreativitas foto maternity ya Mas Isna. Salam buat mbak Yuni dan para ananda.

    1. Avant Garde berkata:

      terimakasih bu Prih 😉

  3. Firsty Chrysant berkata:

    Salut liat orang-orang anti mainstreem kaya gini. Nikah dengan sederhana gitu, sementara orang2 banyak yang ngutang dulu buat biaya nikah dan membayarnya setelah nikah dari ‘amplop kondangan, hehehe

    Oiya, kenapa nama anaknya jadi Bali semua…?

    1. Avant Garde berkata:

      karena anak pertama hamilnya habis dari Bali uni 🙂

  4. Dudukpalingdepan berkata:

    Seru nian bang, ide foto maternity ala-ala pasca wed. Mau kayak gini juga ah, tapi nanti-nantilah soalnya belum ada rencana punya anak kedua. Mungkin bisa untuk ide foto anniv kali yaa ^^

    1. Avant Garde berkata:

      betul…bisa buat anniversary juga kak 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s