Intip Kota Lama Semarang dari Transjateng

“Mas, nek mudhun Tawang baline numpak Transjateng wae saka ngarep stasiun.  Mengko liwat Kota Lama. Tekan Bawen. “

Begitulah saran adik ipar tatkala saya berniat turun di stasiun Tawang hendak pulang ke Salatiga. Dari stasiun Tawang ke Salatiga ada banyak pilihan transportasi. Saya mengambil opsi termurah yaitu naik bus Transjateng dari stasiun Tawang menuju Bawen. Dari Bawen sambung minibus ke arah Salatiga. Selain murah, dari stasiun Tawang akan melewati kawasan Kota Lama Semarang. 

Turun dari kereta Ciremai Ekspres, saya bertanya pada seorang petugas keamanan dimana lokasi halte Transjateng. Saya berjalan menuju halte yang berjarak beberapa ratus meter dari pintu keluar.

Ini akan menjadi kali pertama saya naik TransJateng. Seingat saya dulu namanya TransSemarang dan rutenya hanya di dalam kota. Saat ini TransJateng koridor I melayani rute stasiun Tawang hingga terminal Bawen di Kab. Semarang. Busnya berwarna merah mirip TransJakarta hanya saja ukurannya lebih kecil.

Tiba di halte saya langsung membeli tiket kepada petugas. Jawab petugas, saya disuruh membeli tiket langsung ke kondektur di dalam bus. Lha petugas di halte ini tugasnya apa ya? Hihi.

 
rute koridor I TransJateng (klik untuk memperbesar)

Beberapa saat menunggu datang sebuah bus, tetapi ternyata tidak ke Bawen. Sekitar 15 menit kemudian, bus tujuan Bawen datang. Halte stasiun Tawang ini merupakan halter pertama dan terakhir. Artinya, penumpang yang berada di dalam bus harus turun di halte Tawang diganti dengan penumpang yang akan naik dari halte Tawang.

Saya kebagian tempat di depan. Cukup dingin ac-nya. Segera saya keluarkan kamera untuk memotret gedung-gedung tua di Kota Lama. Banyak gedung yang sudah dipugar sehingga asyik untuk difoto. Laju bus tidak terlalu cepat. Cukup nyaman untuk memotret.

Di dalam bus dipasang panel nama halte yang akan dilalui. Lucunya, suara pengumuman nama halte yang dipakai mirip dengan suara mbak-mbak di Google Translate.


gereja Blenduk

Baru tahu saya kalau Filosofi Kopi, kedai kopi asli Blok M itu buka cabang di Kota Lama, tidak jauh dari museum 3D Old City. Sebagai pemisah antara jalan dan jalur pedestrian, dibuat pagar metal agak  menyerupai bentuk … phalus (lihat sebelah kiri bawah).

Lewat di tugu 0 KM Semarang tepat di depan Gedung Keuangan Negara, kantornya mbak Noerazka.

Kondektur meminta uang Rp 4.000,- sebagai ongkos bus. Tiketnya langsung dicetak dari mesin mirip EDC. Bagi pelajar, veteran dan buruh cukup membayar Rp 2.000. Khusus buruh harus mengenakan seragam kerja, ID card dan menunjukkan kartu BPJS Ketenagakerjaan untuk mendapat diskon.

Bus berhenti di halte Kantor Pos Besar Semarang.


toko Oen

Di sepanjang jalan di Kota Lama, selain pagar bentuk phallus, di tepi jalan dijumpai bola beton yang diberi gambar Warak Ngendog, hewan mitologi dalam cerita rakyat Semarang.

 

Bus juga melewati kawasan Tugu Muda dan Lawang Sewu, gedung ikonik. kota Semarang

 

Tiba di halte yang cukup menarik dengan warna cerah dengan material dominan kaca yang berkesan modern. Penumpang semakin banyak yang naik hingga tak sedikit yang berdiri.

Bus berjalan perlahan melewati Candi dengan kondisi jalan yang menanjak  membelah bukit. Tiba di kawasan Gombel terlihat panorama Semarang dari ketinggian. Tampak gedung, perumahan padat dan  pesisir Laut Jawa.


kampus Undip Tembalang

Tiba di halte Sukun Banyumanik, saya dicolek kondektur. Saya harus bertukar posisi dengan penumpang yang sudah lama berdiri.


masuk Ungaran wilayah Kabupaten Semarang

Agak susah juga memotret dengan posisi berdiri hanya menggunakan satu tangan sementara tangan satunya menggenggam pegangan bus. Masuk wilayah Bawen, penumpang mulai berkurang. Saya kembali duduk di tempat semula. Saya turun di terminal Bawen, untuk berganti bus tujuan Salatiga.


12 respons untuk ‘Intip Kota Lama Semarang dari Transjateng

  1. Eh jadi semua foto di atas diambil dari dalam bus ya, mas. Cakep, nggak kelihatan dari balik jendela mas. Ternyata Filosofi Kopi sudah merambah Semarang juga.

    TransSemarang dan TransJateng bukannya beda ya? Kemarin pas lewat Purwokerto lihat ada halte TransJateng.

  2. Trans Jateng dan Trans Semarang beda mas, Trans Jateng milik Pemprov Jateng dan mempunyai rute sampai ke luar Kota Semarang, di Purwokerto juga ada dengan rute Purwokerto – Purbalingga. Sedangkan Trans Semarang milik Pemkot Semarang. Perpindahan dari/ke Trans Jateng harus membayar lagi. Untuk Kota Lama, setelah direvitalisasi, merk-merk besar dikabarkan akan masuk, salah satunya Starbucks.

  3. Cuma pernah sekali ke Semarang, itupun ke wilayah perbatasannya
    Liat industri ikan asap, buat penelitian kesehatan lingkungan

    ternyata area kotanya bagus yaaa mas

Blogger yang baik meninggalkan jejak berupa komentar :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s