Mandi Air Panas di Petirtaan Derekan

Sejak tinggal di Sungai Penuh beberapa tahun silam, saya jadi suka pergi ke pemandian air panas yang mengandung belerang. Dulu saya berfikir yang pergi mandi air panas pasti punya penyakit kulit. Rupanya, tak melulu penderita gangguan kulit yang mandi air panas. Siapa saja boleh kok, meskipun sehat tak ada keluhan apapun. Bahkan, setelah mandi air panas, saya merasa badan lebih segar dan rileks. Malah, habis mandi bawaannya ngantuk pengen tidur hehe. Berbeda dengan mandi air panas di shower hotel yang bikin badan jadi dingin, mandi air panas alami justru membuat badan tetap hangat.

Mumpung pulang kampung ke Semarang, saya sempatkan pergi ke pemandian air panas di desa Derekan, Pringapus. Sekitar setengah jam dari rumah istri di Tuntang.

Ada beberapa pemandian air panas di kab. Semarang. Di candi Gedong Songo, Diwak dan Derekan. Yang paling dekat rumah yang di petirtaan Derekan. Disebut petirtaan karena salah satu kolam merupakan bangunan peninggalan kerajaan Mataram Hindu yang disucikan oleh umat Hindu. Petirtaan Derekan ini sudah ditetapkan sebagai benda warisan cagar budaya lho. Di dekat pemandian ada candi Hindu yang bernama candi Ngempon. Jadi katanya, sebelum beribadah ke candi, umat Hindu akan menyucikan diri dulu di petirtaan.

Sebelumnya saya pernah ke Derekan tiga tahun lalu. Akses menuju Derekan bisa dibaca di sini.

Saya pergi ke Derekan agak sore biar tidak terlalu panas. Habis mandi air panas sekalian  bilas. Saya pergi sendirian saja naik motor dari rumah.

Tiba di Derekan, jalan kampung menuju pemandian air panas rupanya ditutup warga karena sedang ada hajatan. Terpaksa saya kembali ke jalan utama dan masuk ke pemandian melalui akses jalan lain yang ternyata jalan keluar. Agak lupa-lupa ingat karena saya kesana cuma sekali tahun 2016.

Sebelum masuk ke tempat parkir, di tempat penjualan tiket masuk seorang bapak-bapak dengan intonasi gemulai menanyakan asal saya dan tahu tempat ini dari mana. Mungkin ia melihat saya mengendarai motor plat AD (Solo). Saya jawab kalau saya tahu tempat ini dari internet, tanpa menyebutkan pernah kesini sebelumnya hehe.

Setelah membayar tiket masuk sebesar Rp 2.000,- saya melewati gerbang dan langsung menuju tempat parkir. Banyak motor dan mobil diparkir di halaman. Wah, ramai juga. Semua kendaraan plat H (Kab. Semarang).

Seingat saya, dulu kolam pemandian yang dibuka untuk umum hanyalah yang di dekat sebuah warung makan yang berwarna jernih. Sekarang, banyak kolam yang ramai dipakai pengunjung untuk mandi. Termasuk kolam yang berair keruh. Mungkin karena libur lebaran sedangkan kolam yang jernih tidak cukup menampung semua pengunjung. Sehingga kolam yang keruh ramai juga. Eh tapi, katanya semakin keruh warna airnya semakin banyak kandungan belerangnya. Entahlah.

Dulu saya pikir jumlah kolamnya cuma ada tiga. Eh, rupanya ada banyak. Tapi yang paling ramai ya kolam yang jernih sih.

Ada yang  bisa melihat sepasang sepatu wanita nggak? Hehe.

Termasuk kolam yang dulunya petirtaan ini juga ramai buat mandi. Airnya sekarang kekuningan. Dulu seingat saya warna airnya hijau toska.

Petirtaan ini terletak tidak jauh dari candi Ngempon. Hanya dipisahkan sungai kecil dan sawah. Jadi habis dari petirtaan bisa sekaligus ke candi Ngempon. Kedua bangunan ini diperkirakan dibangun sezaman dengan candi Gedong Songo di Bandungan.  

Di ujung pemandian sepertinya ada salah satu bangunan yang dipakai sebagai tempat praktek pengobatan alternatif.

Habis foto-foto, saatnya berendam. Kolam yang paling jernih ramai dengan pengunjung. Pengunjung laki-laki dan perempuan tempat mandinya terpisah ya, tetapi sebelahan. Di dalam kolam ini pun, bagian yang tidak ada orang airnya tidak terlalu panas. Sedangkan yang banyak orang berendam airnya lebih panas.

 

Sebelum mandi, setiap pengunjung wajib membayar tiket masuk Rp 3.000,- per orang. Langsug bayar sama bapak-bapak yang jaga pemandian.

Sesuai aturan, tidak boleh mandi bugil, kecuali ingin digerebek warga haha. Di sisi lain terdapat anjuran untuk makan sebelum mandi.  Entah ada benarnya atau tidak anjuran ini. Biar warungnya laku kali #eh. Tepat di depan kolam pemandian terdapat warung kecil yang menjual indomie rebus, pop mie, dan gorengan.

Tak terasa hampir sejam saya berendam. Habis mandi, saya menuju ke ruang bilas. Eh, ruang bilasnya terkunci. Kata bapak penjaga kolam, ruang ganti ada di dekat mushola. Begitu tiba di mushola, yang dimaksud bapak itu ternyata sebuah tempat berwudhu tepat di bawah parkiran motor yang salah satu sisinya terbuka wkwkw. Malas mencari tempat lain, saya ganti baju dengan pandangan waswas takut ada yang ngintip.

Habis mandi perut terasa lapar minta diisi. Semangkuk pop mie saya tebus dengan harga Rp 8.000,- 

Rencana mau ke candi Ngempon yang berada di seberang sungai. Waktu melewati jembatan hendak ke candi, gerimis turun mendera. Yasudah, mungkin kapan-kapan lagi saja saya ke candi Ngempon. Di bawah rintik hujan, saya pulang ke Tuntang.

Pengeluaran:
Tiket masuk : Rp 2.000,-
Mandi : Rp 3.000,-
Pop mie seduh : Rp 8.000,-
Parkir motor : Rp 2.000,-

Iklan

10 Comments Add yours

  1. Firsty Chrysant berkata:

    Bapaknya aneh, sampe nanya2 tau dari mana, hahaha.

    Msa iya musti harus makan dl. Moduuus, hehe

    1. Avant Garde berkata:

      sepertinya iya uni, soalnya saya belum makan langsung mandi gak papa, tp hbs mandi emang ngantuk sih haha…

      1. Firsty Chrysant berkata:

        Hahaha…

        kebanyakan orang makan lgsung mandi, perut rasanya jd ngga enak…

  2. rynari berkata:

    Wow menikmati petirtaan ya Mas. Kebalikan saya, beberapa tahun lalu ke Candi Ngempon menatap petirtaan dari seberang kali Lo. Nitip link candi Ngempon ya Mas, hehe

    https://rynari.wordpress.com/2014/08/19/candi-ngempon-di-pinggir-kali-lo/

    1. Avant Garde berkata:

      Siap bu prih, meluncur ……..

  3. bersapedahan berkata:

    harusnya kolam yang kurang jernih harga tiketnya dibedakan ya .. hehehe

  4. aryantowijaya berkata:

    Wah, yang ini saya belum pernah.

    Tahun 2016 lalu saya pernahnya ke Candi Umbul. Karena momennya habis libur lebaran, jadi suasananya seperti cendol. Airnya hijau, dan tidak hangat-hangat amat. Tapi, yang paling ‘menjijikkan’ adalah kamar gantinya yang super jorok.

    1. Avant Garde berkata:

      candi umbul di magelang yah? belum euy…

      kayaknya saya tau gmn joroknya, ada kancut bekas ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s