Taman Miniatur Dunia di Boyolali

Boyolali dalam beberapa tahun terakhir giat membangun beberapa bangunan ikonik sebagai tempat wisata baru. Jika selama ini Boyolali hanya dipandang sebagai kota kecil di perlintasan Semarang ke Solo, Boyolali berusaha merubah citra menjadi tujuan wisata baru yang patut diperhitungkan.

Lebaran kemarin saya pulang kampung ke rumah orang tua di Boyolali dan rumah mertua di Kab. Semarang.

Ada beberapa tempat di Boyolali yang mau saya datangi. Bahkan jauh-jauh hari sebelum mudik sudah buat rencana mau didatangi. Namun, begitu lebaran datang, rencana tinggal rencana hehe. Ada sebagian berhasil saya kunjungi, selebihnya menguap begitu saja.

***

Setelah agenda halal bihalal keliling kampung usai, malamnya kami ke Boyolali melihat-lihat kota ini di waktu malam. Tidak ada agenda khusus, hanya berkeliling. Saya lewat sebuah taman di pusat kota yang berisi tiga patung ikon dunia, taman tiga menara namanya. Lampu-lampu warna-warni membuat patung ini bercahaya dengan sangat menarik. Membuat orang-orang rela berperang dengan udara dingin demi sebuah foto di media sosial. Pedagang makanan tak kalah ramai berharap dapat meraup rezeki dari kerumunan pengunjung. Saya memilih untuk mengamati dari dalam mobil,  tidak turun lantas pulang.

Taman Tiga Menara

Taman ini diresmikan tahun lalu di lapangan Asrikanto, tidak jauh dari pasar Sunggingan, pasar terbesar di Boyolali. Sesuai namanya, ada tiga ikon dunia yang dibuat dengan bagus dan menyerupai aslinya. Ada menara Eiffel dari Prancis, menara Piza dari Italia dan patung Liberty yang aslinya berada di New York, Amerika. Menara Eiffel dibuat dengan skala 1 : 25 dari tinggi aslinya yang memiliki ukuran 300 meter.

Tidak ada tiket masuk ke Taman Tiga Menara. Gratis. Waktu kesana, kami juga tidak dipungut biaya parkir. Entah kalau datang waktu malam hari. Di siang hari, tidak banyak warga pergi kesini karena cukup panas tidak ada peneduh hehe.

Yang unik, semua miniatur dibuat dengan cukup sempurna, baik ukuran, warna hingga detail ornamen. Saya bahkan bisa melihat relung ornamen bangunan dan relief manusia pada menara Piza ini.

Untuk mencegah pengunjung terlalu dekat dengan menara, sekeliling menara dibuat kolam sehingga pengunjung tidak bisa menyentuh menara.

Alun-alun Lor Boyolali

Jalan-jalan kami lanjutkan ke Alun-alun Lor Boyolali. Lokasinya di luar kota. Tepatnya di dukuh Tegalwire, desa Kragilan, kecamatan Mojosongo. Di tepi jalan raya arah ke Solo.

Selain berada di pinggiran kota, tempatnya juga lebih sepi karena berada jauh dari pemukiman penduduk. Alun-alun Lor ini dibuat sebagai alun-alun kedua di Boyolali setelah alun-alun Kidul Boyolali di depan kantor bupati Boyolali. Foto-foto di alun-alun Lor ini juga gratis lho.

Jika di Taman Tiga Menara ada tiga menara, di alun-alun Lor terdapat empat buah bangunan dari empat negara berbeda. Pertama di tengah-tengah sekaligus lokasinya paling tinggi yaitu Candi Borobudur. Candi Borobudur dikelilingi tiga bangunan lain yaitu piramida Chichén Itzá peninggalan suku Maya di Meksiko, patung manusia singa Sphinx dari Mesir dan makam Taj Mahal dari India. Semua bangunan dikelilingi kolam air untuk mencegah disentuh atau dipanjat oleh pengunjung. Waktu kami datang, kolam airnya masih kering belum diisi air.

Candi Borobudur dibuat dengan skala 1 : 20 dari ukuran aslinya. Semua stupa, arca dan relief dibuat sesuai dengan detail yang sebenarnya. Saya agak terkejut melihat relief perahu bercadik yang pernah saya lihat waktu pelajaran sekolah.

 

 

Ada yang bisa menemukan reliefnya? Hehehe.

Miniatur Taj Mahal juga bagus, sayang waktu difoto candi Borobudurnya di belakangnya masih terlihat jelas.

 

Yang miniatur Sphinx, setelah saya lihat dengan di internet, miniatur ini hidungnya dibuat utuh sementara patung Sphinx yang asli wajahnya sudah agak rusak terkena cuaca.

Piramida suku Maya ini mengingatkan saya pada candi Sukuh di Karanganyar. Ohya, piramida aslinya tidak terdapat teras bertekstur runcing menyerupai kulit durian ini lho.

Yuk, ke Boyolali.

Iklan

26 Comments Add yours

  1. Firsty Chrysant berkata:

    Di Harau juga ada yg miniatur eropa2an… tapi aku blm liat, dan kalau liat2 dr foto2 di fb, sepertinya ngga tertarik ke sana.Malah merusak pemandangan asli di sana menurutku, hahaha.

    1. Avant Garde berkata:

      Iya, sampe dikomenin sama mbak T di ig nya, kasian alamnya jadi aneh gitu

      1. Firsty Chrysant berkata:

        Mba T siapa?

        Iya, jadi ngga matching gitu…. aneh…

        1. Avant Garde berkata:

          Trinity, blogger 🙂

          1. Firsty Chrysant berkata:

            Oh, Mba Triniti ya… Ok

  2. bersapedahan berkata:

    selama ini saya mengenal Boyolali sebagai kota pelintasan saja …. tapi setiap kali melintas saya melihat kota ini menarik dan pingin sekali kali singgah … ternyata memang layak untuk disinggahi dan sepertinya banyak tempat menariknya

    1. Avant Garde berkata:

      monggo mas, jangan lupa makan soto seger, khas boyolali itu hehe….

  3. mysukmana berkata:

    loh sampai sini juga ternyata..boyolala deket TOL

    1. Avant Garde berkata:

      Mas Sukma sudah kesini?

      1. mysukmana berkata:

        sering lewat hahaha

        1. Avant Garde berkata:

          Lah, ra ngabari mas hehehe…

          1. mysukmana berkata:

            lha jenengan sing ra ngabari. aku kan di Solo mas, cedek

            1. Avant Garde berkata:

              Hehehe, tak kiro mudik mas, aku di boyolali aja gak kemana2, pengen bgt ke solo aja gak sempet… halal bihalal terus hehe

              1. mysukmana berkata:

                saya cuma ke Salatiga sama ke Semarang mas bro

                1. Avant Garde berkata:

                  Oh gitu, maaf lahir batin mas, sugeng riyadi…

  4. Aul Howler berkata:

    semua tempat wisata kayaknya sekarang ada landmark keajaiban dunianya ya..
    di kawasan Baturraden kalo nggak salah juga ada (tapi waktu itu aku ngga masuk)
    di kawasan lembah Harau payakumbuh juga ada

    Yang authentic dengan kearifan lokal malah makin berkurang peminatnya
    ckckck

    1. Avant Garde berkata:

      Aul udah ke baturaden? Aku belum kesana wkwkkw….

      Yg di lembah harau aku malah kurang suka, agak merusak pemandangan

  5. omnduut berkata:

    Nah kalo dikumpulin di satu taman gini ya terserahlah ya haha. Cuma kalo di alam terbuka, dibangun bangunan kayak gini dudududu

    1. Avant Garde berkata:

      Dududu… betul om, yg di harau agak merusak pemandangan yah 🙂

      1. omnduut berkata:

        Merusak banget >.<

  6. rynari berkata:

    Boyolali sungguh dinamis membangun terus, makin kinclong dan merata di tiap wilayahnya. Salam

    1. Avant Garde berkata:

      Terimakasih sudah singgah bu Prih 🙂

  7. Bang Harlen berkata:

    Belum kesampaian ke 7 keajaiban dunia yang asli minimalke miniaturnya dulu ya mas… hhhehehe

    1. Avant Garde berkata:

      Betul sekali bang wkwkwk…. kalo keliling dunia mahal, keliling yg di boyolali aja dulu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s