Ngabuburit di Mora Garden Muara Bungo

Mora Garden, taman bunga dan tempat selfie paling gres di Muara Bungo sudah resmi dibuka. Sabtu kemarin saya pergi ke sana sembari menunggu waktu berbuka tiba. Lokasinya tidak jauh dari rumah. Hanya sekitar 5 menit. Tepatnya di jalan H Suud di depan Wisma Dame.

Sekeliling taman sekarang dipagar seng warna biru. Tak tampak isi dalam taman jika tidak masuk ke dalam taman. Tak jelas mengapa taman ini diberi nama Mora. Saya kemarin tak sempat bertanya kepada petugas di sana.

Tiket masuknya murah Rp 6.000,- per orang. Setiap pengunjung diberi tiket kertas. Pengunjung di dalam rupanya cukup banyak, mayoritas remaja dan anak-anak.

Anjungan dengan hiasan sayap ini menjadi obyek pertama yang bisa dijadikan tempat selfie.

Dari atas tampak keseluruhan taman. Tidak terlalu luas memang dengan kontur tanah yang miring berundak-undak. Jalan setapak di dalam taman dicat warna-warni mengikuti tren tempat wisata jaman kekinian: warna-warni seperti pelangi.

Buat muda-mudi pasti senang berfoto di instalasi berbentuk hati, terowongan cinta, atau gembok cinta. Gembok cintanya masih kosong, tidak ada satu gembok pun.

Di setiap sudut taman dibuat tempat duduk berbentuk gazebo. Cukup nyaman untuk sekedar duduk, berkumpul bersama teman, pasangan atau keluarga. Gazebo paling besar berada di bawah. Cocok buat rapat di luar ruangan atau arisan. 

Menelusuri sisi taman, saya melihat rumah-rumahan dua lantai bergaya modern minimalis yang disediakan untuk burung dara.

Bunga berwarna-warni bisa ditemukan di seluruh penjuru taman. Sejauh ini saya belum menemukan bunga bersifat aromatik seperti mawar, melati atau kenanga. Jadi ya cukup dinikmati sebagai objek foto.

Sekelompok remaja tanggung asyik bergantung di atas hammock. Di dekatnya, dua orang gadis asyik bermain ayunan infinity. Saya lihatnya kok agak takut karena tidak ada pengaman seperti harness yang biasa dipakai di ayunan ketinggian.

 

Dua orang anak asyik bermain perosotan yang cukup panjang. Dulu pertama kali kesini anak saya bersemangat naik perosotan ini karena cukup panjang. Begitu anak-anak itu berlalu, saya kok jadi penasaran pengen naik perosotan hahaha.

Rupanya dibawah perosotan ada tempat bermain anak. Arena panjat, jungkat-jungkit, perosotan kecil dengam lantai bergambar mural Doraemon dan Spongebob.

Saya berjalan berkeliling. Di ujung kiri jika dari pintu masuk terdapat toilet yang cukup bersih dan tempat berwudhu. Sebuah tempat sholat sedang dalam pembangunan.

Tidak ada penjual makanan baik di dalam maupun di luar taman. Buat yang suka mendadak haus dan lapar, silakan bawa makanan dari rumah. 

Beberapa saat lagi matahari terbenam dan azan Maghrib akan berkumandang. Saya menyudahi kunjungan. Jika langit cerah, matahari terbenam dari spot sayap terbentang sepertinya akan dramatis. 

 

Begitu keluar dari gerbang, tak tampak lagi ibu penjaga tiket masuk. Mungkin sudah pulang untuk mempersiapkan menu berbuka puasa. Saya tak tahu apakah sebenarnya tiket yang saya bayar sudah termasuk biaya parkir atau belum.


6 respons untuk ‘Ngabuburit di Mora Garden Muara Bungo

  1. Isinya cukup variatif loh Mas. Selalu berharap usaha sejenis ini berkelanjutan, sering selera konsumen ‘kejam’, modal pembuatan belum balik pengunjung sudah bosan dan pindah tempat. Tantangan kreativitas memeliharanya ya.
    Salam

Blogger yang baik meninggalkan jejak berupa komentar :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s