Taman di Muara Bungo yang Ala Kadarnya

Muara Bungo adalah kota kecil di antara perlintasan Padang dan Jambi. Menyandang status sebagai ibukota kabupaten Bungo, Muara Bungo adalah pusat perdagangan dan pendidikan di Jambi wilayah barat.

Sayangnya pariwisata belum dilirik oleh pemerintah daerah. Kalah oleh gemerlap rupiah dari sawit, karet dan batubara. Tak heran, daerah ini kurang dikenal oleh turis, Turis lokal hanya tahu sungai Batanghari, candi Muaro Jambi atau gunung Kerinci.

Di kota Muara Bungo sendiri tak banyak pilihan tempat berwisata. Wisata alam seperti pemandian alam dan air terjun semuanya berada di luar kota. Saya pernah bertanya ke teman kantor dimana dia biasa menghabiskan akhir pekan kalau di wilayah Bungo. Lubuk Beringin, nama yang disebut teman saya. Sebuah pemandian alam dengan jarak ‘tak jauh’ yaitu sekitar 2 jam dari kota. Waduh..buat saya itu lumayan jauh hahaha. Mungkin karena lokasi wisatanya jauh dari pusat kota membuat pemerintah tak serius menggarap sektor ini. Ditambah lagi semakin mudahnya akses keluar kota melalui bandara Muara Bungo, membuat warga Bungo lebih gemar traveling keluar daerah ketimbang menjelajahi kota sendiri.

Enam bulan tinggal di Muara Bungo saya belum kemana-mana selain ke kantor. Jangkauan jelajah saya baru seputaran kota saja. Daerah paling jauh adalah Jujuhan. Itu juga karena dinas kantor. Mungkin kalau nanti ada kawan yang mengajak jalan-jalan ke luar kota Muara Bungo baru saya ikut.

Wisata di dalam kota Muara Bungo sendiri yaitu wisata kuliner, window shopping ke hypermart (tutup akhir tahun lalu), berenang di kolam renang seputaran kota dan ke taman-taman (bukan tematik) yang banyak tersebar di seluruh wilayah kota Muara Bungo (kecamatan Pasar Muara Bungo, Bungo Dani, Rimbo Tengah). Berikut taman-taman di sekitaran kota Muara Bungo yang bisa kamu datangi:

1. Taman Pusparagam  (d.h. Lapangan Semagor) : Alun-alun Kota

Taman tertua di Muara Bungo. Bisa dibilang ini alun-alun Muara Bungo. Meski namanya Pusparagam, tak ada bunga warna-warni seperti namanya melainkan rumput hijau karena dulunya sebuah lapangan upacara dengan nama Semagor (Semangat Gotong Royong). Lokasinya di pusat kota di kawasan Pasar Bawah, depan kantor camat Pasar Muara Bungo dan polsek Muara Bungo.

Fasilitas yang tersedia ada kolam air mancur, tempat duduk, wahana panjat dinding. Di ujung taman terdapat panggung yang sering dipakai sebagai tempat digelarnya acara tingkat kabupaten.

Pagi, siang hingga malam Semagor tak pernah sepi.  Gerobak pedagang makanan memenuhi seluruh sisi taman. Kebanyakan pedagang mie ayam dan bakso. Yang pernah saya coba yaitu pisang nuget 10 ribuan dan pisang tela-tela 5 rb. Pohon di setiap sisi cukup rimbun sehingga cukup nyaman untuk duduk-duduk sambil nongkrong sama teman. Jogging track-nya sayangnya rusak. Tempat sampah kurang banyak jadi agak jorok karena banyak sampah dibuang sembarangan.

Lihat juga: Sejarah Taman Pusparagam

2. Taman Kota Lintas (d.h. Taman Angso Duo): Taman yang Ditinggalkan

Berada di tepi jalan Lintas Sumatera, taman ini menyapa setiap pengguna jalan dari arah Padang, Jambi atau Jakarta. Mudah dikenali karena ada monumen berbentuk kapal motor bertulis Bungo-Jambi dan patung raksasa ikon kota Muara Bungo yaitu bunga bangkai (Amorphophallus titanum) dan ikon provinsi Jambi yaitu angsa atau Angso Duo. 

Ikon daerah lainnya yang ada di taman ini yaitu patung ikan semah, patung keris Siginjai dan rumah adat Melayu. Untuk masuk ke taman ini setiap orang dipungut tiket Rp 3.000,- per orang. 

Selain patung angsa, terdapat danau buatan, kapal angsa, permainan anak, rumah makan yang sayangnya kurang peminat. Entah apa sebabnya tempat ini sepi. Kapal angsa dan mainan anak seperti pesawat, komidi putar tidak dioperasikan. Rumah makannya juga relatif sepi. 

3. Taman Tampoenek: Melihat Sunset Terbaik

Taman ini baru diresmikan tahun lalu. Lokasinya di depan kantor DPRD Kab. Bungo di kompleks perkantoran pemda. Nama Tampoenek berasal dari nama lokal tumbuhan khas Bungo yaitu nangka monyet. 

Karena masih baru, belum banyak yang bisa dilihat karena masih banyak lahan kosong kecoklatan yang gersang. Pohon-pohon yang ditanam masih kecil. Jadi kalau kesini siang hari terasa panas. Poin plusnya karena berada di ketinggian dengan kontur tanah miring, sunset di sini sangat cantik. Kalau sore, sering terdengar suara monyet liar dari balik rimbunnya pepohonan di bawah taman.

Fasilitas yang ada ayunan dan perosotan anak dan alat kebugaran luar ruangan yang sayangnya mulai rusak, amphiteater dan tempat duduk. 

Lihat Juga: Tampoenek, Bukan Taman Punya Nenek

4. Rumah Pintar Manggis: Tempat Bermain Anak 

Dulu setiap kali lewat tempat ini saya pikir ini sekolah TK karena terdapat bangunan mirip sekolah lengkap dengan ayunan, perosotan dan panjatan. Rupanya bangunan ini adalah rumah pintar. Meski rumah pintar ini selalu tertutup, halaman di depannya selalu ramai dipenuhi anak-anak yang bermain tiap sore. Lokasinya tepat di samping Kejaksaan Negeri Bungo tidak jauh dari rumah dinas bupati Bungo. Diresmikan oleh ibu negara Ani Yudhoyono tahun 2014.

5. Mora Garden : Tempat Selfie Kekinian

Dari taman no. 1 hingga 4 di atas adalah taman yang dikelola pemerintah. Kalau  yang ini punya swasta punya alias dikelola oleh pribadi.

Kontur tanahnya miring menyerupai taman Tampoenek, hanya saja lebih kecil. Disini banyak bunga dan tanaman hijau sehingga cukup indah dipandang. Ada beberapa spot favorit untuk selfie seperti sayap, “terowongan” berwarna oranye, seluncuran panjang, gembok cinta dan lain-lain. Karena masih baru, taman ini ramai dikunjungi terutama oleh anak muda.

6. Taman Hijau (eks. proyek Taman Seiyo Sekato) 

Melihat detail masterplan pembuatan Taman Hijau dan monumen Seiyo Sekato sebagaimana dijelaskan pada blog ini, sepertinya akan menjadi taman yang spektakule dan megah. Hanya saja proyek pembangunan taman ini terkendala kasus korupsi sehingga pembangunannya mandek di tengah jalan.

Taman Hijau dulunya terminal lantas disulap menjadi taman berisi pepohonan dan jalan dari keramik yang sudah mulai rusak. Kadang dipakai sebagai tempat parkir mobil dan markas pecinta burung berkicau. Di salah satu sisi taman justru dipakai sebagai lapak penjual batu cincin.

P_20181023_172145

7. Taman Rumah Dinas Bupati Bungo

Melewati jalan Sultan Thaha, tak jauh dari lampu merah Simpang Drum terbentang kompleks bangunan dengan halaman luas yang merupakan kediaman bupati Bungo. Di halamannya banyak pepohonan, dan patung hewan seperti gajah, harimau, rusa. Eh, kaki gajahnya langsing 😀

Sisi halaman sebelah kiri di depan wisma Ali Sudin dibuka untuk umum pada hari Sabtu dan Minggu. Tiap hari Minggu pagi banyak warga yang masuk ke halaman dan berfoto di halaman. Spot lain yang sering dijadikan obyek foto adalah air mancur di pagar luar.

 

8. Taman Vihara Padmakirti : Mengenal Sang Buddha

Taman bertema Buddhist dibangun oleh Tan Hang Tje, seorang pengusaha Tionghoa setelah kejatuhan Orde Baru. Berada di belakang vihara Padmakirti yang merupakan rumah ibadah Tridharma di Muara Bungo.

Di taman ini dibuat patung dan relief yang menceritakan sejarah sang Siddharta Gautama pendiri agama Buddha dan pokok-pokok ajaran Buddha. Semua relief diberi penjelasan sehingga mudah dipahami pengunjung. Patung shio dan pagoda mini semakin meneguhkan nuansa negeri Tirai Bambu.

Taman ini terbuka untuk umum bahkan bagi non Buddhist. Hanya saja pakailah pakaian yang sopan untuk menghormati umat yang sedang beribadah.

9. Taman Kampung Solok

Letaknya di lampu merah Kampung Solok. Mungkin dulu ada taman bunga. Yang saya lihat sekarang adalah tiang listrik, lampu merah dan reklame yang dipagari dan diberi nama. Zonk deh hehe.  



10. Taman PKK
Berada di jalan lintas Sumatera. Mirip dengan taman Kampung Solok. Sepertinya lebih cocok disebut tugu saja karena hanya ada tugu dan tanaman dalam pot seadanya.

11. Taman Hutan Kota Cadika 
Ada satu kelurahan di Muara Bungo yang bernama Cadika. Disini terdapat sebuah hutan kota sekaligus arena perkemahan yang juga bernama Cadika. Cadika ini menurut Google berarti
Cabang Pendidikan Kader Pramuka. Tempat ini sangat sepi. Dulu katanya daerah ini rawan kejahatan. Saya mau kesini sendiri jadi mikir-mikir.

12. Taman Babusek Ayek 

Babusek Ayek artinya bermain air. Lokasinya di tepi sungai Batang Tebo desa Tanjung Menanti. Tidak jauh dari jembatan Tanjung Menanti. Saya baru ke jembatannya saja. Belum ke tamannya yang katanya ada instalasi selfie kekinian.

 

13. Dam Sungai Arang
Wah, Muara Bungo punya danau juga meski danau buatan. Pikir saya melihat foto Dam Sungai Arang. Sepertinya tidak semenarik Dam Betuk di Bangko. Semoga ada waktu pergi kesana.

14. Taman Talang Pantai
Talang Pantai ini nama desa dan taman di tepi sungai Batang Bungo. Hanya saja saya memang belum bersemangat pergi kesini karena di foto tampak  biasa saja hehe #maafkan.

UPDATE:

15. Taman Pedestrian Simpang Drum dan Taman Sri Soedewi
(Jl. Prof. Sri Soedewi, Bungo Barat, belum dikunjungi) 

16. Taman Utaka Sanak
Jl. Rangkayo Hitam, Cadika, Rimbo Tengah
(belum kesini)

17. Taman Athaya Garden
Kampung Baru, Senamat, Pelepat (belum kesini)

7 Comments Add yours

  1. Bara Anggara berkata:

    taman kampung solok seuprit bgt wkwk,, kenapa namanya kampung solok ya? apa banyak orang solok?

    -Traveler Paruh Waktu

    1. Avant Garde berkata:

      betul, dulu katanya byk perantau dr solok, ada juga kampung sulik aia (sulita)

  2. bersapedahan berkata:

    taman2-nya sepertinya sih sudah ada yang lebih dari alakadarnya … kota2 penyangga disekitaran Jakarta .. malah banyak yang tamannya sekedarnya … padahal bisa dikatakan kota modern ..

    1. Avant Garde berkata:

      Tamannya ada yg terawat, tp lebih banyak yg belum terawat sehingga orangpun enggan datang pak 🙂

  3. Firsty Chrysant berkata:

    Banyak juga taman2nya ya, kecuali yg di prapatan lampu merah yaa…

    Kota Muaro Bungo kayanya jauh lebih besar dari kota Solok…

    1. Avant Garde berkata:

      kalo yg di simpang itu kayaknya pager doang Uni wkwkww #tepok jidat
      betul, lebih gede dari kota solok 🙂

Pembaca yang budiman akan meninggalkan jejak berupa komentar :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s