Family Homestay & Resort Kerinci

Dari Bangko, kami tak langsung berangkat ke Kayu Aro. Kami makan siang dulu di RM Biuku Tanjung, kawasan Pasar Atas baru berangkat ke Kerinci. Ibadah siang dilakukan di RM Pondok Bambu Muara Emat sambil ngopi sore. Hampir malam kami tiba di Sungai Penuh. Dilanjutkan dengan jamuan makan malam, karaoke bersama pegawai kantor Sungai Penuh ditutup dengan doa dan sambutan kepala kantor. Habis ibadah Isya barulah kami berangkat ke Kayu Aro.

Tiba di penginapan, saya satu kamar dengan Verdi, teman satu bagian di umum dan pak Mohan, sopir kepala kantor. Verdi langsung tidur sementara saya ngobrol bareng pak Mohan di teras bungalow. Namun, udara dingin Kayu Aro dan kecapekan setelah perjalanan sekian jam dari Bangko membuat saya tak tahan ngobrol lama-lama. Saya minta ijin kembali ke kamar. Di balik selimut tebal saya tidur dengan nyaman. 

Esok paginya, kami jalan santai dari penginapan menuju kebun teh. Jaraknya di peta sangat dekat. Hanya 800 meter. Dari penginapan kami berjalan di tepi jalan raya arah ke Padang hingga tiba di simpang Tugu Macan. Tugu berwujud harimau ini menjadi titik awal para pendaki yang ingin menggapai puncak Inderapura sang atap Sumatera.

Kerinci masih malu-malu menampakkan wajah cantiknya. Sejauh mata memandang hanya kebun teh berwarna hijau kekuningan yang ujungnya ditelan kabut putih. Pun dengan gunung Kerinci yang badan hingga puncaknya lenyap ditelan kabut. Setelah beberapa saat kabut tersibak secara magis, Kerinci muncul ibarat raksasa berwarna biru. Tak lama lantas kembali tertutup kabut.

Setelah berfoto-foto, disaat sebagian pegawai memilih pulang ke penginapan, kepala kantor saya (yang tak lagi muda) justru masih bersemangat melanjutkan jalan kaki ke kantor TNKS yang merupakan pintu gerbang pendakian gunung Kerinci. Setiap pendaki yang akan menuju puncak Kerinci wajib mendaftarkan diri di sini dan membayar retribusi. 

 

Pulang ke penginapan, kami nebeng mobil kepala kantor. Acara rapat digelar di mushola secara lesehan. Sesuai rundown, rapat dijadwalkan hingga sore. Rapat dihentikan sementara untuk ibadah sholat Jumat. Ada dua masjid di sekitar penginapan. Salah satunya masjid LDII. Kami berjalan kaki ke arah masjid satunya yaitu masjid Baitul Kirom.

Dalam perjalanan menuju masjid, kami melewati pos pengamatan gunung Kerinci.

Lepas Jumatan, makan siang telah disediakan di penginapan. Menunya khas Kerinci yaitu gulai ayam kemumu, sambal uwok, ikan dan ayam goreng, rempeyek, sayur sawi, kerupuk. Masakan istri bapak penjaga bungalow sangat sedap. Berkali-kali pujian terlontar dari teman saya. Udara dingin Kerinci ditambah lagi kami makan siang dengan pemandangan perkebunan teh dan gunung Kerinci. Ah, sangat nikmat.

 

Acara rapat berlangsung melebihi jadwal semula bahkan hingga hampir jam 9 malam. Setelah acara ditutup dengan pembacaan executive summary barulah kami makan malam dengan lahap hehehe. Badan telah lelah, makan telah lahap.Saatnya beristirahat. Esok hari kami harus kembali ke Bangko.

Iklan

22 Comments Add yours

  1. Gara berkata:

    Sudah dekat sekali dengan Kerinci. Ada pos pengamatan dan pos pendakian. Saya jadi penasaran juga… semoga suatu hari nanti dapat menjejak di sana. Berkegiatan di alam terbuka tempat suhu dingin dan kabut masih turun memang sangat seru dan membuat sensasi tersendiri, ya. Saya juga sekarang suka kebun teh. Betah berlama-lama di sana.
    Ngomong-ngomong, bisa beli suvenir teh celup jugakah di sana? Biasanya kalau ada kebun dan pabrik teh, ada tokonya juga…

    1. Avant Garde berkata:

      Kalo di pabrik saya kurang tau kalo beli teh celup, soalnya di jambi dan di kerinci teh celup saja banyak dijual mulai dr toko besar hingga warung… dulu kalau dinas ke ptpn dikasih teh tubruk yg kualitas ekspor 😀

      1. Gara berkata:

        Waaah… saya suka teh-teh dari PTPN, rasanya beda dengan teh lain…

        1. Avant Garde berkata:

          teh dr ptpn vi teh hitam, enak sih, tp saya lebih suka teh melati khas pabrik2 di jawa hahaha…

          1. Gara berkata:

            Haha… memangnya rasanya beda, Bang?

            1. Avant Garde berkata:

              beda gara hehe..teh melati harum bunga melati dan lebih kelat

              1. Gara berkata:

                Hooo… selera sih yaa…

                1. Avant Garde berkata:

                  betul, sepengamatan saya, teh vanili lebih dominan kalau di sumatera, kalo di jawa kan pd suka teh melati hehe

                  1. Gara berkata:

                    Harus coba teh vanili nih…

                    1. Avant Garde berkata:

                      menurt saya baunya gak setajam melati sih hehehe

                    2. Gara berkata:

                      Lantas kenapa ada kata “vanili”-nya, ya…

                    3. Avant Garde berkata:

                      pakai campuran vanili/vanila kayaknya

  2. bersapedahan berkata:

    meskipun penginapan tapi view dan suasananya “mewah” .. gunung Kerinci dan perkebunan teh.
    Bangung tidur disini pasti merasa segar banget 🙂

    1. Avant Garde berkata:

      betul sekali pak… bangun pagi langsung segar 🙂 jadinya males mau kemana2

  3. Bang Harlen berkata:

    Kebun teh Kayu Aro… Tugu Macan… Gunung Kerinci… aku rinduuu…. Hhhahaha

    1. Avant Garde berkata:

      Jadi kapan mau ke kerinci lagi bang? 😀

      1. Bang Harlen berkata:

        Tunggu aja tanggal mainnya.. hhehhe

        1. Avant Garde berkata:

          ahahaha…. 😀

  4. zunif berkata:

    Cocok banget untuk singgah disana apalagi ingin berkunjung ke kerinci untuk beberapa hari bisa menginap di homestay ya kak 😉

    1. Avant Garde berkata:

      Silakan datang ke kerinci 🙂

  5. Deddy Huang berkata:

    Bangko ini jadi kayak sebutan Bangka, kadang aku suka dengar jadi Bangkok hehe banyak sebutan buat nama “Bangko”

    Dirimu powerful nian buat nulis, salut.

    1. Avant Garde berkata:

      kalo di gugel “maksud anda bangkok?” gitu koh 🙂

      ini sekedar escape koh 🙂
      mumpung sekarang ado waktu…

Tinggalkan Balasan ke Avant Garde Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s