Menyapa Kembali Gunung Kerinci

Pagi itu, saya memulai hari sebagaimana hari-hari biasanya. Mengantar anak berangkat ke sekolah, baru berangkat ke kantor. Rutenya juga seperti biasanya. Dari TK anak saya di kawasan Teuku Umar, masuk ke jalan lintas lewat Pasar Atas, maju terus sepanjang 18km hingga tiba Simpang Somel. Dari Simpang Somel masih tersisa 12km lagi menuju kantor saya di Rimbo Bujang.

Tadi malam hujan turun dengan derasnya. Akibatnya, pagi ini langit sangat cerah. Hampir tak ada awan tersisa sama sekali. Sepertinya seluruh awan sudah luruh ke bumi. Tiga puluh menit perjalanan saya tiba di Simpang Somel, persimpangan antara jalan lintas Sumatera dengan jalan poros ke arah Rimbo Bujang. Saya belok ke kanan.

Tiba di tanjakan perbatasan antara kabupaten Bungo dan Tebo, tepat sebelum kantor PTPN, saya melirik ke belakang dari spion. Perbukitan biru tampak gagah berdiri di ujung sana. Sambil melihat ke depan, saya perhatikan spion sekali lagi. Samar tampak asap putih mengepul dari ujung salah satu bukit. Dari kantor PTPN saya berbalik arah untuk bisa mengamati perbukitan di ujung sana agar lebih jelas. Saya kemudian berhenti. 

Bukit yang mengeluarkan asap berbentuk runcing, agak terlalu kecil untuk disebut sebuah bukit. Sepertinya itu adalah gunung. Di sebelah kirinya tampak sebuah gunung dengan puncak datar menyerupai Tangkuban Parahu. Mungkinkah itu Kerinci? Ah, tak salah lagi. Bukit berasap itu adalah gunung Kerinci dan gunung yang beratap datar itu adalah gunung Tujuh, sepasang saudara penyangga atap Sumatera.

Saya menepikan motor, lantas saya pandangi sejenak pemandangan jauh di ujung sana. Pemandangan langka seperti ini sepertinya tak akan sering terjadi di depan mata. Saya keluarkan ponsel dari tas. Meski tak begitu jelas, saya amat bahagia bersua lagi dengan Kerinci. Terdengar lebay? Mungkin iya. Buat saya Kerinci tak hanya sebuah ciptaan Tuhan. Ia adalah kota masa lalu yang penuh dengan sejuta kenangan.

Saya amat bersyukur sekaligus bahagia menemukan mood-booster sebelum bekerja di kantor. Tiba di kantor, saya ceritakan apa yang saya lihat ke bang Am, kawan sekantor saya. Rupanya benar, dari Simpang Somel jika cuaca cerah bisa tampak puncak Kerinci.

Jarak antara tempat saya berdiri dengan puncak gunung Kerinci. Foto dari Google Maps.

9 Comments Add yours

  1. Gara berkata:

    Wah… keren birunya. Sesungguhnya dari Jakarta kadang juga masih bisa melihat puncak Gunung Salak (atau Gunung Gede, jika beruntung) di sela-sela gedung-gedung pencakar langit. Hanya saja kesempatan melihatnya tidak datang sering-sering. Jakarta lebih banyak polusinya ketimbang cerahnya.
    Ngomong-ngomong bagaimana cara mengukur jarak dua tempat dengan garis lurus seperti di gambar terakhir itu?

    1. Avant Garde berkata:

      betul Gara, saya pernah liat pegunungan pas sunset di kanpus hehe… sebenarnya ini sangat jarang kok, 3 bulan ngantor disini baru 2x nemu view cerah kayak gitu 🙂

      itu pake fitur Ukur Jarak di gmaps 🙂

  2. bersapedahan berkata:

    kebayang sangat menyenangkan perjalanan ke kantornya … melewati pedesaaan dan view2 alam yang keren .. termasuk view gunung kerinci.
    Kalau kita yang di Jakarta .. setiap hari pergi kantor berjibaku dengan kemacetan .. berjam berjam dijalan .. kanan kiri penuh kendaraan motor mobil … gunung ga keliatan .. yang ada toko toko .. kantor2 .. haha

    1. Avant Garde berkata:

      sebenarnya agak monoton sih pak, kebun karet dan teh hehehe… tp plusnya gak terlalu banyak polusi kayak di jakarta 🙂

  3. zunif berkata:

    Wah asyik banget kalau bisa naik gunung jerinci ya 😉

    1. Avant Garde berkata:

      pernah ke kerinci kak?

  4. Bara Anggara berkata:

    Wah kerinci,, dari Padang ga keliatan..

    -Traveler Paruh Waktu

    1. Avant Garde berkata:

      nampak kok Bar, asal cuaca cerah haha… dari pesawat padang ke jakarta pilih seat A

Pembaca yang budiman akan meninggalkan jejak berupa komentar :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s