Kartu Pos di Bulan Maret

Sesuai janji saya di postingan sebelumnya, saya akan bercerita tentang enam kartu pos yang saya terima selama bulan Maret 2019 dari Postcrossing. Saya urutkan dari yang paling awal saya terima yak.

Kartu pos pertama datang dari Irlandia, kode negaranya IE. Pengirimnya Nora, seorang pegawai kantor pos di Galway, kota kecil di pesisir barat Irlandia. 

Kartu posnya 3D, jadi gambarnya jika dilihat dari berbagai sisi tampak bergerak. Halaman depan bergambar Bunratty Castle, istana tua yang dibangun oleh O’Briens of Thomond pada tahun 1425 ke-15. Istana ini termasuk cagar budaya nasional Irlandia. Selain itu terdapat beberapa gambar kegiatan aktifitas warga Irlandia lain yaitu merajut pakaian, memberi makan ayam, membuat kue dan menggembala keledai.

Prangkonya ada dua buah. Satu prangko menggambarkan Springmount Wax Tablets, artefak kebudayaan Irlandia yang berasal dari abad ke-6. Sebuah buku kuno yang menceritakan sejarah Irlandia.

020bfc3d-a85f-48a2-be50-7e5f9a0b4a6f - Copy

Kartu selanjutnya dari Hongkong. Dikirim oleh Doleys, seorang mahasiswi di Universitas Jimei, Xiamen, Fujian. Bergambar bunga matahari dengan latar kampusnya yang agak blur. Prangkonya bergambar Spinning Wheels of Fortune alias baling-baling kertas mainan.

 

Berikutnya adalah kartu pos bergambar gedung utama Museum Imigrasi di Ellis Island, New York, Amerika. Dikirim oleh Graham, seorang mahasiswa teknik arsitektur di Salt Lake City, Utah, Amerika.

Prangkonya bergambar bunga warna merah tanpa keterangan nama bunga. Uniknya, pada halaman belakang ditulis kalau kartu pos ini dicetak dengan (soy ink) tinta kedelai. Dari penelusuran di Wikipedia, tinta kedelai ini memang ada dan digunakan sebagai salah satu mateial pembuatan tinta ramah lingkungan.

Selanjutnya adalah kartu pos bernuansa vintage dari Thomas, bergambar peta Cote D’Azure, sebuah kawasan tapi pantai meliputi kota Cannes, Nice di Prancis hingga Monte Carlo di Monaco. Cote D’Azure sendiri artinya dalam  bahasa Prancis adalah pantai biru. Sesuai dengan gambar pada kartupos yang didominasi warna biru.

Meski demikian, Thomas aslinya berasal dari Bavaria, Jerman. Pada profilnya, Thomas tidak menyebutkan pekerjaan.

Kartu pos ini dikirimkan dalam sebuah amplop. Pada halaman depan amplop dibubuhi dua buah prangko. Masing-masing bergambar Gartenreich Dessau-wörlitz, sebuah taman peninggalan Duke Leopold III of Anhalt-Dessau yang memerintah antara tahun 1740-1817. Taman ini diakui oleh UNESCO sebagai warisan dunia. Prangko berikutnya bergambar Dresden Opera House, bangunan megah hasil karya Gottfried Semper, seorang arsitek Jerman kenamaan yang hidup pada abad ke-19.

Berikutnya datang dari Hong Kong lagi. Namanya Maggie Chow, seorang perempuan yang tinggal bersama suami dan dua ekor kelinci. Kartu posnya berwarna dominan putih dengan ilustrasi sederhana motif bunga dan grafis bulat berisi gambar gereja, gunung dan aksara Mandarin.

Pada bagian belakang, tidak ada keterangan tentang kartu pos tersebut. Prangkonya menarik bergambar Zhang Wuji, seorang karakter pada novel silat Jin Yong. Maggie menyertakan stiker bergambar cap paspor dan Snoopy.

Kartu terakhir dikirim oleh Edeltraut, seorang pensiunan guru yang tinggal di dekat Blackforest, perbatasan Jerman dan Prancis. Fyi, kota ini merupakan asal dari kue klasik Blackforest.

Kartuposnya bergambar peta Die Mosel atau sungai Mosel yang mengalir dari kota Koblenz hingga Trier. Disini dijelaskan nama kota-kota yang dilewati sungai Mosel dan bangunan bersejarah yang berada di tepian sungai.

Prangkonya bergambar Tierkinder Waschbär, alias anak rakun. Tulisan Edeltraut ini sekilas agak susah dibaca, tetapi setelah diperhatikan bisa dipahami.

Terimakasih untuk Google dan Wikipedia atas bantuannya menemukan informasi menarik tentang tentang kartu pos dan prangko yang saya terima. 🙂

Iklan

4 Comments Add yours

  1. Asikkk… Mau ikutan deh… Thanks info nya ya

    1. Avant Garde berkata:

      silakan mba, happy postcrossing yak 🙂

  2. Wow… ternyata masih ada yang suka bertukar kartu pos di jaman digital ini… keren!

    1. Avant Garde berkata:

      Masih ada mba hehe…. ada komunitasnya di Indonesia, komunitas Postcrossing Indonesia dan Card To Post 🙂

Tinggalkan Balasan ke Jo Christie Huang Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s