Memilih Tingkat Kematangan Daging di Nine Steak

Zaman dulu, mencari informasi kuliner belum semudah sekarang. Review tempat makan selain kita harus mencoba sendiri biasanya hanya didapat dari keluarga atau teman terdekat. Jika ingin memperoleh informasi lebih bisa harus mengeluarkan uang dengan dengan membeli majalah atau buku.

Terimakasih pada internet dan media sosial dimana kita bisa mencari semua info apapun yang kita butuhkan. Termasuk info tempat makan recommended.

Istri saya berdarah O yang berwatak karnivor. Tiap pulang kampung ke Salatiga, wajib hukumnya makan steak. Meski sudah makan menu ini itu, menurut istri saya belum sah rasanya pulang kampung kalau belum ketemu steak. Lucunya istri saya tak benar-benar mempunyai tempat makan steak favorit. Waktu masih pacaran, seingat saya kami tak pernah makan di satu tempat. Selalu berganti-ganti mencoba tempat makan baru.

Tak terlalu jelas mengapa di Salatiga banyak tempat makan menyajikan menu steak. Bisa jadi warisan kolonial dimana dulu banyak orang Belanda mengonsumsi daging untuk mengusir hawa dingin kota Salatiga. Bedanya dulu steak tak pernah singgah di lidah rakyat jelata, sekarang bebas dimakan semua golongan masyarakat.

Lebaran kemarin, kami mencoba satu tempat makan steak baru hasil rekomendasi mas Satya di gmaps, seorang travel dan food blogger Salatiga. Setelah saya tanya di WA, menurutnya, rasa steak di tempat  tersebut memang sangat enak. 

Dengan naik motor, kami menuju Nine Steak di kawasan Klaseman, tepatnya di jalan Merak kelurahan Mangunsari. Cukup jauh sebenarnya dari jalan utamadan harus masuk gang. Agar tidak nyasar, kami terlebih dulu mengecek lokasinya di gmaps. 

Tempatnya tidak terlalu besar, cukup sempit. Pengunjung sebelum kami hanya dua orang, masih agak sepi. Apa iya rasanya akan enak? Saya bertanya pada diri sendiri.

Melihat kami meletakkan helm di luar, seorang petugas meminta kami memindahkan helm ke dalam. Kami tak bertanya kenapa. Di dalam sudah disediakan meja kecil tempat meletakkan helm. 

Jamaknya tempat makan steak di Salatiga, lampu ruangan tak terlalu gelap, tapi tak terlalu terang juga. Kursinya ada yang lesehan dan duduk biasa. Kami memilih duduk lesehan. 

Mural cantik bergambar lembah dan langit biru di belakang kursi kami mengingatkan saya pada panorama lembah Harau di dekat Payakumbuh. Mural di sisi kanan cenderung abstrak. Setelah kami duduk, sepasang muda mudi masuk ke Nine Steak. 

Menu tempat ini cukup beragam, tak hanya ada steak melainkan ada spaghetti, piza dan sup. Steak-nya sendiri ada steak crispy dan original. Minumannya cukup banyak, jus, squash, float, teh, kopi dll. Berikut menu lengkap Nine Steak. Silakan klik gambar untuk ukuran lebih besar.

Pandangan tiba-tiba tertuju pada gambar tingkat kematangan steak. Setahu saya, steak dengan tingkat kematangan rare, medium rare, well done hanya tersedia di tempat steak kelas atas. Di Salatiga saya tak pernah menemukan konsep seperti itu. Namun, setelah saya tanyakan, di Nine Steak kita bisa memesan steak dengan tingkat kematangan sesuai selera. Wah, saya penasaran. Saya memesan beef mushroom dengan kematangan medium well. Ini level dimana steak dimasak lebih matang dari medium rare, tetapi tidak sematang well done. Istri saya memesan chicken crispy weldone dengan menu tambahan kentang goreng.

Beberapa saat pesanan kami datang. Daging steak saya cukup empuk, kuah steaknya cukup banyak, bumbunya masuk sampai dalam. Potongan jamurnya juga tidak pelit. Saya setuju dengan pendapat mas Satya. Ini adalah tempat makan steak paling enak menurut lidah saya. Sedikit kekurangan hanya pada daging steak yang agak matang sedikit, hampir mendekati well done.

Steak ayam pesanan istri saya juga enak katanya. Kulitnya crispy. Kentang gorengnya lumayan. Meski potongan kentangnya agak aneh karena besar-besar, tetapi saus mayonesnya melimpah. Ada potongan daun kecil-kecil yang mirip daun parsley.

Overall, kami sangat puas makan di Nine Steak.  Kapan-kapan mudik ke Salatiga saya akan kembali makan disini. 

Nine Steak
Jl. Merak No.57 Klaseman Kota Salatiga, Jawa Tengah
Buka (info dari gmaps):
Senin-Kamis 11.00 – 22.00
Jumat 13.00–21.30
Sabtu-Minggu 11.00 – 22.00

Iklan

16 Comments Add yours

  1. Gara berkata:

    Bisa pesan kentang tumbuk jugakah, Bang? Saya suka kentang tumbuk daripada yang digoreng itu, mungkin karena malas mengunyah, hehe. Terima kasih rekomendasinya, semoga segera ada kesempatan ke Salatiga jadi bisa coba. Saya lebih cenderung steak yang paling matang, sebab suka paranoid kalau makan sesuatu yang menurut saya kurang matang… eh tapi ini sebenarnya matang, kan?

    1. Avant Garde berkata:

      kentang tumbuknya nggak ada Gara hehe… adanya cuma kentang goreng biasa 🙂 kalo yg saya pesan ini 80-90% tingkat kematangannya, hihi

      1. Gara berkata:

        Haha… rasanya beda nggak sih dengan yang matang 100%, Bang? Kadang saya masih suka heran-heran penasaran dengan orang yang pesan steik tapi tingkat kematangannya 50% itu hehehe…

        1. Avant Garde berkata:

          beda di tekstur dan rasanya Gara, kalo mateng kan udah kering, kalo yg medium, medium rare, medium well masih ada juicy dari dagingnya 🙂 kalo yang rare (mateng 50%) kayaknya aku gak bakalan suka deh, masih mentah buat aku, takut mual hehe….

          1. Gara berkata:

            Hmm… jadi penasaran, tapi khawatir nggak habis juga kalau pesan steiknya nggak matang, sayang uangnya hahaha…

            1. Avant Garde berkata:

              ajak kawan aja, gara pesan yg matang, teman Gara pesan yang medium hehe, biar bisa icip2 😀

              1. Gara berkata:

                Iya juga ya, hehe… bisa juga begini.

                1. Avant Garde berkata:

                  Betul Gara hehehehe ….

  2. Aku selalu pilih yg medium rare karena meski sudah matang, tapi masih berasa juicy 🙂

    1. Avant Garde berkata:

      medium rare buatku belum matang mba hihihi, selera orang beda2 yah…

      1. Hihi iya sih belum matang 100% hehe

        1. Avant Garde berkata:

          pengen cobain abuba sm holycow, di jambi belum ada wkwk

          1. Di Palembang tadinya ada Holicow eh tapi tutup padahal enak. Abuba belum coba. Denger2 sih reccomended juga 🙂

    2. Avant Garde berkata:

      kata temenku lebih enak Abuba mba 🙂

      1. Wah boleh tuh hunting nanti kalau ke Jawa 🤭

        1. Avant Garde berkata:

          harus ke jakarta hehehe… kalo di kampungku belum ada

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s