Motif Batik di Gedung Sate

Gedung Sate menjadi tujuan kami selanjutnya setelah mengunjungi Museum Geologi. Jaraknya hanya selemparan kolor jadi bisa ditempuh dengan jalan kaki.

Kami menjumpai trotoar yang dihiasi motif batik berbentuk mozaik dari batu koral. Batik Dewa Laut dari Kuningan, batik Truntum dari Cirebon, batik Gergaji dari Cianjur dan batik Sereuh Bogor sedikit dari beberapa batik khas Jawa Barat. Jadi, batik Jawa Barat tak hanya batik Trusmi Cirebon saja ya teman.

Tak jauh dari gedung Sate seorang pedagang menjajakan iket Sunda dan baju pangsi. Tutup kepala dan baju hitam khas Jawa Barat yang sedang naik daun seiring kecintaan terhadap pakaian daerah.

Gedung Sate, si gedung putih kantor gubernur Jawa Barat tak bisa diakses oleh sembarang orang meskipun hari libur. Beberapa anak muda berfoto di pagar dengan tulisan besar Gedung Sate. 

Tepat dimana gedung Sate berada merupakan penanda Km. 5 kota Bandung, jarak kota lain yaitu Padalarang 18 Km, Cililin 18 Km. Padalarang dan Cililin kota kecamatan yang masuk wilayah Kab. Bandung Barat.  Penanda berbahan pualam ini merupakan tanda jarak terindah di Indonesia -menurut saya-.

Bandung Tour on The Bus atau bus Bandros berjejer di tepi pagar. Tak ada yang naik, tak ada penumpang, dan tak ada penjual tiket Bandros. Bus wisata keliling Bandung ini dulunya gratis, sekarang dipungut biaya. Entah berapa dan saya hanya tertarik memotret bagian luar dan interior dalam bus yang bergaya vintage.

Tepat di depan Gedung Sate adalah lapangan Gasibu. Alun-alun provinsi Jawa Barat. Jika Alun-alun Bandung di sebelah Masjid Agung Bandung merupakan alun-alun kota Bandung, Gasibu merupakan  Tepasna Jawa Barat atau beranda Jawa Barat. Dulunya bernama lapangan Wilhelmina. Sekarang Gasibu menjadi tempat olahraga menarik di Bandung. Di Gasibu dipajang foto-foto gubernur Jawa Barat dari awal hingga sekarang.

Masih ada satu museum lagi di kompleks gedung Sate yaitu Museum Pos yang berada di gedung Kantor Pusat PT Pos Indonesia. Semoga bisa ke Bandung lagi dan singgah di Museum Pos.

Update: Sebagian ruang di Gedung Sate dibuka menjadi Museum Sejarah Gedung Sate per Desember 2017.


6 respons untuk ‘Motif Batik di Gedung Sate

Blogger yang baik meninggalkan jejak berupa komentar :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s