Traveldoskop 2018

Tahun 2018 telah berlalu. Sejumlah peristiwa datang dan pergi tanpa bisa ditebak. Pada awal tahun ini saya kehilangan seseorang yang amat saya sayangi. Namun, di penghujung tahun saya diberi kejutan berupa penugasan di kantor yang baru di Muara Bungo.

Karena terlilit kesibukan kantor, mohon maaf sekian lama saya vakum menulis blog. Perjalanan baik urusan pekerjaan atau liburan tetap rutin saya lakukan, hanya saja rutinitas kantor membuat saya tak leluasa meluangkan waktu untuk menulis.

Ada beberapa tempat  baru yang saya kunjungi, ada yang saya datangi lagi setelah sekian tahun tidak kesana. Meskipun langkah saya tak terlalu jauh, saya bersyukur dapat bertemu kawan baru, melalukan hal-hal baru di tahun 2018. Berikut rangkuman perjalanan saya selama tahun 2018.

JANUARI 
Kabar bahagia datang dari kak Geta, kawan yang bekerja di Museum Geopark Merangin melepas masa lajang. Lalu pada akhir bulan, saya ditugaskan oleh kantor mengikuti diklat seminggu di Pekanbaru.  Setelah tugas berakhir, sambil menunggu travel pulang ke Bangko, saya sempat mengikuti tur berjalan kaki menyusuri kota Pekanbaru yang dipandu oleh komunitas Pekanbaru Heritage Walk bersama CS Pekanbaru.

FEBRUARI
Saya staycation di Swissbelhotel Jambi. Dari Jambi, saya pulang ke Bangko lewat Muara Tebo dan Muara Bungo. Saya bela-belain pulang lewat Muara Bungo karena arsip foto saya di Muara Tebo korup :p.

MARET
Dede, sahbat yang bekerja di Museum Geopark Merangin, sekaligus make up artist langganan saya menikah. Saya dan beberapa kawan kantor ditugaskan untuk memasang banner ke delapan kantor camat di wilayah Merangin termasuk Jangkat dan Jangkat Timur. 

Kami kehilangan calon anak kedua saya yang masih dalam kandungan. Untuk sedikit melepas lara, saya mengajak istri liburan sambil dinas ke Padang. Kami sempat bertemu Barra dan istrinya, blogger dan CS Padang.

APRIL

Menjajal terbang ke Jakarta dari bandara Muara Bungo. Meet-up dengan mas Estu dan Gara. Mengunjungi museum mini tentang pajak Galeri Pajak dan Galeri Indonesia Kaya di Grand Indonesia.

MEI
Bulan Ramadhan saya di Bangko saja, tidak pergi kemana-mana.

JUNI

Lebaran, saya pulang kampung ke Jawa Tengah. Kami menghabiskan waktu berlibur ke sejumlah tempat wisata seperti Taman Celosia di Bandungan, Museum Pandanaran  di Tuntang, Candi Lawang dan  Museum Hamong Wardoyo di Boyolali. Nostalgia Curug Blondo di Tengaran dan menjajal jalan tol Salatiga yang baru diresmikan.

Pulang ke Bangko, saya pergi ke nikahan teman kantor di Bukittinggi dan singgah di Museum Tri Daya Eka Dharma yang beberapa kali saya lewatkan.

JULI
Saya bersama rombongan kawan kantor berangkat ke nikahan kawan ke Singkarak, Sumatera Barat. Mbah Kakung, kakek Nia menghabiskan liburan ke Bangko. Saya ajak beliau berlibur ke Sumatera Barat.  Untuk kesekian kalinya saya pergi ke Jangkat.

AGUSTUS
Giliran adik saya yang berlibur ke Bangko. Kami sempat berkunjung ke air terjun Balaputradewa di Teluk Wang.  Saya berencana mengantar ayah dan adik ke Palembang.  Namun, karena saya harus menghadiri acara kantor di Jakarta, saya hanya bisa mengantar sampai stasiun Lubuk Linggau. Di Linggau, saya sempat mengunjungi air terjun Temam, Niagara mini-nya Sumsel.

Air Terjun Temam

Untuk kedua kalinya, saya menghadiri ceramah yang disampaikan oleh Menteri Keuangan RI ibu Sri Mulyani. Di Jakarta saya sempat menyambangi museum IMERI FKUI, museum kesehatan modern pertama di Indonesia. Namun, keterbatasan waktu dan larangan mengambil foto akhirnya membuat saya berbalik arah wkwkw.

SEPTEMBER
Setelah enam tahun lebih tinggal di Bangko dengan segala suka duka, saya harus mengucapkan perpisahan. Saya dipindahkan ke Muara Bungo, kota tetangga Bangko, tepatnya ke KP2KP Rimbo Bujang.

OKTOBER

Acara perpisahan saya diadakan sekian minggu  setelah saya bertugas di Muaro Bungo. Keesokan harinya setelah acara kantor, saya sekeluarga resmi pindah rumah dari Bangko ke Muara Bungo. Selamat tinggal Bangko.

NOVEMBER
Enaknya tinggal di Muara Bungo, perjalanan menuju Jambi, Kerinci dan Jakarta terasa lebih singkat dan menyenangkan karena ada pesawat langsung dari Muara Bungo. Saya berkesempatan beberapa kali mencoba pesawat dari Muara Bungo ke Jambi. Di akhir bulan saya kembali bersua dengan kawan-kawan di Bangko saat menghadiri acara kantor di Padang.

DESEMBER
Saatnya untuk mengenal wilayah kerja kantor saya dengan terjun langsung ke lapangan. Kantor saya membawahi tujuh kecamatan di Kab. Tebo yaitu Rimbo Ulu, Rimbo Ilir, Rimbo Bujang, Tebo Ulu, VII Koto, VII Koto Ilir dan Serai Serumpun.

Akhir tahun, kami memilih Kerinci dan Sungai Penuh sebagai tempat berlibur. Tak ada destinasi khusus yang ingin saya datangi, melainkan bernostalgia dengan kawan lama dan kulineran di Sungai Penuh. Dari Muara Bungo, kami mencoba naik pesawat ke Kerinci pergi pulang.  Malam tahun baru, kami menunggu pergantian tahun dengan bakar ubi dan jagung di halaman rumah bersama tetangga.

Selamat tahun baru teman-teman. Semoga kesuksesan selalu menyertai kita. Amien!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s