Enam Tahun di Bangko

Senin jam 1 pagi, 19 Februari 2012 saya kali pertama menginjakkan kaki di Bangko. Awalnya saya berfikir akan tinggal di kota ini selama dua atau tiga tahun saja. Sebagaimana penugasan saya di kota-kota sebelumnya. Sesuai pakem di kantor, empat atau paling lama lima tahun saya sudah dipindahkan ke kota lain, begitu kiranya.

Tahun demi tahun berlalu hingga tak terasa sudah enam tahun saya tinggal di bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah. Setahun di Sungai Penuh dan lima tahun di Bangko. Saya mengalami perubahan kantor di gedung lama yang berupa ruko dua lantai, pindah ke Sungai Penuh, lantas kembali lagi ke Bangko dengan menempati gedung baru.

Suku Anak Dalam
Sumber : sizam27.wordpress.com

Awalnya saya skeptis tinggal di Bangko. Gambaran suku primitif dengan kain menutupi kemaluan, rimba yang angker nun gelap menggelayuti pikiran. Namun, seiring berjalannya waktu saya bersyukur. Tidak ada macet dan banjir di Bangko, tidak ada demo, banyak tempat seru, banyak makanan enak dan paling utama saya memiliki teman-teman kantor yang seperti saudara. Duka tinggal di kota terpencil paling hanya minim transportasi dan hiburan dan pilihan berbelanja, dan sering mati lampu.

Enam tahun berlalu dan sudah banyak perubahan di kota ini. 

  1. Akses dan Transportasi

Dulu satu-satunya akses udara menuju Bangko dari Jakarta adalah Jambi. Perjalanan darat dari Jambi ke Bangko ditempuh selama enam jam. Pertama kali ditugaskan ke Sungai Penuh, saya merasakan 6 jam duduk di mobil butut dari Bangko dengan kondisi jalan berlubang. Setelah jalan diperbaiki waktu tempuh dari Sungai Penuh ke Bangko menjadi 4 jam.

Pernah saya naik pesawat baling-baling bernama Pacific Royale dari Jambi ke Kerinci. Tak lama, maskapai tersebut gulung tikar.

Lihat Juga : https://djangki.wordpress.com/2013/01/04/naik-pesawat-baling-baling-2/

Saat ini bandara Lubuk Linggau -3 jam dari Bangko- dan Muara Bungo melayani penerbangan ke Jakarta sehari dua kali. Selain Jakarta, dari Muara Bungo juga tersedia penerbangan ke Kerinci dan Jambi. Bandara Kerinci melayani penerbangan ke Jambi setiap harinya.

Sayangnya belum ada transportasi dalam kota. Ojek dan angkutan pribadi masih menjadi sarana transportasi utama di Bangko. Ojek online baru tersedia di Kota Jambi.

Lihat juga :
Reviu Bandara Muara Bungo
Bangko atau Vietnam?

  1. Wisata, Kuliner dan Belanja

Meski dalam peta pariwisata nama Jambi kurang terdengar, sebenarnya Jambi memiliki potensi wisata yang tidak kalah dengan daerah lain. Ada candi Muaro Jambi, sungai Batanghari dan gunung Kerinci. 

Merangin beruntung memiliki wilayah yang sangat luas dengan bentang alam beragam. Beberapa objek wisata andalan seperti Danau Pauh di Jangkat, Geopark Merangin dan Rumah Tuo Rantau Panjang. Sejak jalan menuju Jangkat diperbaiki, jumlah wisatawan ke Jangkat mengalami kenaikan. Saya beberapa kali menginap di Jangkat.

Di dalam kota, beberapa tempat wisata dibangun dan direvitalisasi seperti Jam Gento, pusat informasi Geopark Merangin dan beberapa taman seperti Merangin Garden, Green Kandis, Taman Pemuda, Taman Batu dll. Sayangnya, tidak semua dalam kondisi terawat seperti Taman Layak Anak dan Lansia.

Kabarnya, pemkab berencana menyulap kawasan Ujung Tanjung di Pasar Bawah menjadi alun-alun Kab. Merangin.

Beberapa hotel melati dibuka diantaranya hotel Family-Inn dan Royal Hotel. Hotel Keluarga dan Permata baru saja direnovasi. Sementara penginapan Anda di Pasar Bawah telah berganti ruko.

Dunia kuliner di Bangko sudah lumayan berkembang –meski tidak sepesat Sungai Penuh atau Muara Bungo-. Resto cepat saji seperti Saimen, CFC, dan Amazy masih bertahan setelah melakukan renovasi gedung dan menambah menu. Tempat makan juga semakin bertambah dengan menu yang semakin beragam. Tidak melulu masakan Padang.

Saya berterimakasih kepada akun Instagram @kulinerbangko yang turut memberikan rekomendasi tempat-tempat makan enak di Bangko. Nanti, saya akan menulis rekomendasi tempat makan enak di Bangko 🙂

Dulu hanya ada dua toko swalayan di Bangko: Melati dan Rina. Sekarang Alfamart dan Indomaret ada di banyak lokasi. Tidak mau ketinggalan, Melati membuka cabang di Sungai Ulak, Pasar Atas dan di dekat Kodim.

Meski belum ada mall di Bangko, di kota tetangga Muara Bungo sudah ada hypermart. Lipomall hadir di Lubuk Linggau dilengkapi hypermart, Matahari dan Cinemaxx.

  1. Olahraga dan Hiburan
    Beberapa tempat futsal baru dibuka di Bangko. Sarana berenang dilengkapi waterboom yaitu FA di dekat markas Brimob Pamenang. Tempat fitness yang layak menurut teman saya adalah Young Fitness di jalan lintas Bangko-Sarolangun. Dulu pernah ada tempat biliar dekat TVRI, sekarang tutup. 

Untuk hiburan, di Bangko telah ada bioskop mini. Sedangkan tempat karaoke keluarga yang masih bertahan di Bangko adalah JRi karaoke yang berada di jalan Jenderal Sudirman KM. 4. Pilihan lagunya cukup lengkap, room-nya nyaman dan audionya lumayan, meski tidak bisa dibilang bagus sekali. Tempat hiburan malam seperti di kota besar sepertinya belum terakomodir di Bangko.

Event-event besar dengan mengundang artis/penyanyi ibukota biasanya hanya ada saat ulang tahun Merangin. Saya hanya bisa iri betapa seringnya penyanyi datang manggung di Muara Bungo. Terakhir saya lihat banner Bondan Prakoso tampil disana.

  1. Pendidikan dan Kesehatan
    Jumlah perguruan tinggi di Bangko bisa dihitung jari dan semuanya swasta. Hanya ada sebuah sekolah keguruan di dekat kantor saya, sekolah kebidanan dan agama Islam di Pasar Atas. Jika ingin melanjutkan pendidikan negeri harus pergi ke Jambi atau Padang.

Awal masuk Bangko hanya ada satu rumah sakit pemerintah dan satu poliklinik punya TNI AD. Saat ini terdapat dua rumah sakit swasta yaitu RS Andimas di jalan Sapta Marga dan RS Raudhah di jalan Jenderal Sudirman samping Amazy.

Fasilitas dokter spesialis di Bangko bisa dibilang belum memadai. Ketika istri saya hendak melakukan operasi gigi bungsu, kami harus dirujuk ke rumah sakit provinsi di Jambi. Begitu juga saat saya hendak periksa kondisi jantung harus pergi ke Jambi atau Muara Bungo.

Begitulah sekelumit cerita tentang Bangko saat ini.

Iklan

28 comments

  1. Mas, bagian dari perkembangan kota Bangko. Tinggal menetap cukup lama ini pasti akan banyak yang akan dikenang dan dirindukan ketika suatu saat pindah tugas ke kota lain.
    Semoga dipindahkan ke kota yang diidamkan.

    Blog saya sudah update setelah setahun dua bulan gak diapa-apain. BW, ya.

  2. Wah, tadinya saia kira Bangko di Rokan Hilir Riau, ternyata Bangko Jambi.
    Ternyata banyak nama Bangko, hehe!

    Saia suka artikel atau postingan tentang situasi kedaerahan begini, rasanya makin mencintai Indonesia yg luas dan indah ini 🙂

  3. Kok saya malah baru denger ya nama Banko ini 😀
    Katrok banget saya, heheheh 😀
    Kalo punya sukaduka gini, pasti suatu saat akan ada yang dikangenin dan punya cerita tersendiri ya mas 🙂

    • bener banget mas Hans, suatu saat kita akan merindukan kenangan di remote area seperti ini, kayak mas di Jaipur, eh Jayapura kan 😉

      pertama kali masuk Bangko juga bingung gak tau, cek di gugel taunya Bangkok 😉

  4. Kalo aku sudah 8 Tahun menetap di Kabupaten Baru di Kabupaten Balangan. Untuk menuju Ibukota Propinsi Kalimantan Selatan perlu duduk di taxi (mobil tua) selama 7 Jam. Jalan, pastilah nggak mulus. Ojek online juga belum ada. Hypermart….jelas sudah tidak ada. Hanya ada 1 Alfamart dan 1 Indomaret. Mudahan pembangunan Indonesia bisa betul merata ya bang….Salam Indonesia!

  5. Banyak suka dukanya, tapi juga kaya caritanya ya mas tinggal di kota berkembang seperti Bangko ini. Meski aku tak pernah tinggal lama di luar Jawa—paling lama setahun, tapi setidaknya dari sana bukan hanya pengalaman hidup yang diperoleh, aku malah merasa makin dekat dengan Indonesia. Rasanya kayak tak lagi khawatir gitu, ditempatkan di mana saja, selama Indonesia, masih tetap merasa satu Tanah Air. Apalagi buat kamu yang tinggal 6 tahun di sana? 🙂

    Terus, rencananya mau sampai pensiun di Bangko, mas? Btw, kamu jadi apa sih mas? *kepo 😂

    Oiya, ditunggu rekomendasi kuliner Bangko-nya.

  6. sepertinya akukurang mengenal geografi indonesia, Bangko aja baru tau setelah baca ini. Suka duka ya mas kalo kerja ditugaskan di seluruh pelosok indonesia. Jadi penasaran seperti apa ya bangko,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s