Traveldoskop 2017

Selamat tahun baru semua 😀 Nggak terasa 2017 sudah berlalu meninggalkan begitu banyak cerita. Februari 2017 saya dipindahtugaskan dari seksi yang banyak jalan-jalan ke seksi yang jarang jalan. Di seksi lama, saya lumayan sering tugas ke luar kantor bahkan tugas ke luar kota. Di seksi yang baru, saya lebih banyak menghabiskan kerjaan di dalam kantor saja. Karena alasan klise yaitu kesibukan, mohon maaf kalau blog sudah lama tidak saya update. 🙂 Maafkan.

Akhir 2016 saya divonis dokter menderita angina pectoris. Alhamdulillah, setelah sempat pakai drama masuk UGD di Bangko, dirujuk ke Jambi dan Muara Bungo, dokter spesialis jantung mengoreksi diagnosis dokter sebelumnya: saya kena asam lambung akut, bukan sakit jantung. Saya bersyukur “hanya” sakit lambung, bukan jantung.

Sepanjang 2017 ini, selain Jambi -provinsi tempat saya tinggal-, provinsi yang paling banyak saya kunjungi adalah Sumatera Barat. Alhamdulillah, salah satu bucket list di Sumatera Barat: Lembah Harau berhasil saya datangi.

Berikut daftar perjalanan saya selama 2017.

JANUARI   

Jam Gento

Jam Gento, ikon kota Bangko baru saja dibangun ulang. Modelnya lebih modern sih, dan lebih bagus. Karena lebih tinggi, jadinya view yang dilihat semakin bagus. Terkait masalah kesehatan, setelah dua kali visit ke RSUD Hanafie Muara Bungo, saya dipastikan tidak menderita gangguan jantung.  

FEBRUARI

Rumah Makan Duo Nenek

Sewaktu tugas ke Jambi, saya makan di Duo Nenek. Sebuah rumah makan kekinian dengan menu khas Jambi. Soto Semarang di kawasan Kotabaru menjadi idola baru kami dengan rasanya yang otentik Jawa. 

Trip ke hutan adat Guguk dan menyusuri sungai Batang Nilo bersama teman-teman kantor menjadi trip paling menyenangkan tahun ini. Meski capek, saya bersyukur dapat menikmati indahnya alam Merangin.     


 

Di akhir bulan Februari, saya solo trip ke Batusangkar, Sumatera Barat. Tujuan utamanya adalah mengunjungi istano Basa di Pagaruyung.

MARET

Bulan Maret adalah bulan sibuk di kantor kami. Tidak banyak agenda perjalanan yang saya lakukan. Saya hanya mengajak Nia ke Taman Desa Mentawak yang baru saja diresmikan.

APRIL

Saya kembali ke Sumatera Barat. Saat dinas, saya sengaja menginap di empat hotel berbeda di Kota Padang: Amaris, Daima, D’ Ox Ville, dan Ibis. Semoga saya sempat menulis review empat hotel tersebut. 🙂 Pulang dari Padang, saya singgah di kota Sawahlunto untuk mengunjungi Museum Tambang Batubara Ombilin


Agung dan Nadya, teman saya waktu kuliah di Jakarta berlibur ke Bangko. Saya ajak mereka ke Ja
ngkat ke air terjun Sigerincing dan Hesti’s Garden.

MEI
3 u
Saya dan kawan-kawan kantor dipercaya membawakan tari Sekapur Sirih Jangkat pada acara Tax Gathering di Muara Bungo.

JUNI

Bulan puasa, saya dan teman-teman kantor main ke Jangkat lagi. Kali ini kami nginap disana. Main di Danau Pauh, Hesti’s Garden, dan mandi-mandi di air terjun Rantau Suli, Jangkat Timur.


Waktu mudik Lebaran ke Semarang, kami main ke api abadi Mrapen, di dekat kampung ayah mertua. 

JULI

Masih dalam suasana Lebaran, kami ke kampung warna Bejalen, Semarang. Ke Museum Geologi Bandung di saat silaturahmi ke rumah kawan di Bandung. Kami pulang ke Bangko lewat Padang karena ada acara kantor di Kanwil.


Di bulan ini kantor kami mendapat undangan 
ICV bersama Dirjen Pajak di Bukittinggi. Kami menampilkan tarian Sekapur Sirih andalan kami untuk mengisi acara.

AGUSTUS


Bulan Agustus saya harus ke Jakarta mengikuti sebuah tes. Di akhir bulan, saya mengikuti acara kantor yang berlokasi di Lawang Park, sebuah resort di tepi Danau Maninjau, salah satu tempat terindah di Sumatera Barat. Negeri di atas awan!

SEPTEMBER

Kerinci, I am back. Setelah sekian tahun tidak “pulang” ke Kerinci huhuhu. Masih dalam rangka acara kantor sebenarnya, yaitu rapat kantor bareng boss-boss. Kami menginap di sebuah resort cantik di Kayu Aro, di kaki gunung Kerinci.

OKTOBER

Air Terjun Sarasah Aka Barayun, Lembah Harau

Setelah sekian puluh tahun, akhirnya saya mencoret Lembah Harau dari bucket list. Tempatnya cantik, eksotis, dan juga megah. Rasanya tidak ingin pulang!

NOVEMBER

bersama teman kantor mengenakan pakaian adat Minang

Istano Basa atau istana Pagaruyung menjadi tempat kunjungan saya di bulan ini. Kali ini dalam rangka workshop fotografi dan media sosial yang diadakan kanwil.

DESEMBER
Yeay, ke Sungai Penuh lagi!

Iklan

16 comments

  1. Tanpa sadar kadang travelling itu mengalir dengan sendirinya ya, setidaknya sebulan sekali, dan itu sukses kamu alami mas. 😀
    Oya, senantiasa sehat mas biar rutinitas travelingnya jalan terus. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s