Ada Apa di Merangin Garden?

Merangin Garden

Sebagai daerah yang miskin obyek wisata, kehadiran sebuah tempat wisata baru selalu menjadi perbincangan di Bangko. Itu yang terjadi tatkala foto-foto taman bunga Green Kandis dan Hesti’s Garden tiba-tiba muncul di linimasa instagram. Membuat setiap anak muda kekinian merasa perlu untuk pergi kesana, lantas mengganti foto profil media sosial dengan latar bebungaan cantik.

Beberapa kali saya pergi ke Hesti’s Garden di Jangkat. Baik untuk jalan-jalan sendiri, acara kantor atau bersama kawan.

Jagat pelancongan di Bangko bertambah semarak dengan kehadiran tempat wisata baru bernuansa taman bunga. Namanya Merangin Garden. Kabarnya, tempat ini mirip Hesti’s Garden di Jangkat. Info dari kawan saya, pemilik Hesti’s Garden dan Merangin Garden ya satu orang saja hehe.

Saya agak terkejut waktu tahu tiket masuk ke Merangin Garden cukup mahal. Rp 15.000,- perorang dan parkir kendaraan Rp 5.000,- baik motor atau mobil. Cukup menguras kantong kalau kami sekeluarga pergi kesana haha.

Hari Minggu kemarin, akhirnya saya kesana sekeluarga. Lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah. Hanya 10 menit naik kendaraan. Dari arah Green Kandis, Merangin Garden berada di sebelah kanan jalan dari simpang tiga Kandis Ujung arah ke Dusun Mudo.

Jalan cukup bagus hingga pintu masuk ke  Merangin Garden. Sayangnya, jalan dari pintu masuk ke lokasi parkir masih rusak. Saya yang agak trauma dengan medan jalan seperti ini memilih turun dari motor lantas jalan kaki ke lokasi parkir.

jalan menurun dan menikung

Setelah membayar tiket, kami berjalan melewati fasad utama berupa susunan payung yang nampak cantik. Ohya, anak dibawah 7 tahun gratis masuk. Namun, jika dua anak harus membayar 1 tiket. Sekedar info, tidak ada potongan harga meski kita datang beserta rombongan #hiks. 

Batuan sungkai (fosil)

Taman bunga ini kabarnya luasnya 6 hektar. Namun, belum semua lahan ditanami dengan bunga. Sebagian lahan masih tampak kosong berwarna kecokelatan. Uniknya lagi, sekeliling taman ini adalah kebun karet warga. Kami sempat melihat monyet liar bergantungan di sebuah pohon karet.

Tidak jauh dari payung-payung, terdapat hammock yang ditempatkan di sejumlah pohon. Bisa dinaiki secara cuma-cuma.

Kami berjalan melewati bebungaan yang ditanam membentuk pola-pola tertentu. Karena masih baru, tak semua bunga tumbuh subur. Ada yang masih kuncup, namun ada pula yang sepertinya kering. Mirip dengan taman bunga di Jangkat. Hanya saja jenis bunga disini tidak sebanyak disana. Dengan tiket Rp 15.000,- rasanya tidak sebanding dengan apa yang diharapkan wkwkwkw.

Setiap orang tampak asyik dengan gawai masing-masing. Berpose di tengah-tengah hamparan bunga. Anak saya tak mau kalah. Berpose ala putri di taman nirwana hahaha. 

 

Sebuah penanda tiga dimensi bertuliskan Merangin Garden berwarna kekuningan tampak mencolok di ketinggian. Anehnya bangunan ini tepat berada di bawah menara SUTET sehingga cukup mengganggu jika ingin berfoto.

Ohya, bagi yang malas berjalan kaki, pengelola menyediakan mobil terbuka untuk berkeliling. Ongkosnya Rp 10.000,- sekali putaran. Karena taman ini tidak terlalu luas, cukup 5 menit saja durasi naik mobil ini haha.

Sarana penunjang di Merangin Garden cukup lengkap. Ada mushola dan tempat parkir yang cukup luas. Hanya saja, jumlah toilet masih terbatas. Untuk tempat makan juga belum terlalu banyak. Sedihnya, masih saja ada yang membuang sampah sisa makan di area taman.


spot lain di Merangin Garden


calon pengantin hendak foto pranikah

Menurut saya, Merangin Garden lumayan lah buat foto-foto. Di luar harga tiketnya yang menurut saya cukup mahal. Namun, jika disuruh memilih, tentu saja Hesti’s Garden lebih bagus karena lebih tertata rapi dan tentu saja tiket masuknya gratis haha. Meskipun jaraknya cukup jauh dari Bangko.

Merangin Garden 
Jl. Diponegoro, Kandis Ujung, Kel. Pematang Kandis, Bangko

Iklan

18 comments

  1. Hore.. akhirnya…. 😀
    Saya berlima cuma 45 ribu mas hahaha…. Salah le nyusuki karena waktu itu rame banget. Sadar udah sampai rumah 😀

  2. Model ciliknya menggemaskan banget, Mas. Sudah pandai berpose ya. Apalagi ditambah dengan ayahnya yang pintar memotret. Pantas sajalah sangat maknyuss hasil jepretannya, hehe.
    Tamannya menurut saya belum begitu berkembang. Mungkin karena masih baru, jadi tanamannya belum menutupi tanah-tanah sekitar. Jalan dan pelataran bermain juga demikian, ya. Sepertinya baru diperkeras secara sederhana dan belum dikembangkan. Dengan kondisi begitu, saya juga berpikir kalau lima belas ribu itu agak mahal.
    Tapi saya yakin sih, ini taman kalau “jadi” nanti bakalan bagus dan meriah banget. Apalagi jika dekat kota, bisa dipastikan pengunjungnya banyak. Lima belas ribu untuk tiket masuk akan terhitung terjangkau, hehe.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s