Nuansa Merah Putih di Merangin

Tahun lalu, kantor saya turut memeriahkan perayaan hari kemerdekaan dengan mengikuti pawai pembangunan tingkat kabupaten Merangin. Alhamdulillah kami berhasil menggondol juara tiga kategori juara favorit. Yeay… Cerita selengkapnya : https://djangki.wordpress.com/2016/08/26/cerita-agustus/

Tahun ini kembali kami mendapat undangan untuk mengikuti kegiatan serupa. Sayang, karnaval diadakan tanggal 19 Agustus 2017. Banyak teman-teman kantor mengambil cuti akhir pekan sehingga tidak memungkinkan mengikuti karnaval.

Oleh kepala kantor, saya dan beberapa kawan yang tidak mengambil cuti ditugaskan mengikuti upacara detik-detik proklamasi ke-72 tingkat kabupaten. Lokasinya di Stadion Bumi Masurai / stadion KONI. Tidak jauh dari rumah.

Pagi hari jam delapan saya tiba di kantor. Kami sepakat memakai dresscode baju putih dan dasi merah sesuai warna tema kemerdekaan. Tak lama kawan-kawan saya berjumlah tiga orang datang. Seorang kawan saya hingga jam setengah sembilan tak kunjung datang. Kami berangkat ke stadion KONI. Tiba di area stadion, sekelompok pria berpakaian tentara dan Brimob berjaga di luar stadion. Sedangkan para pelajar dan pegawai tampak berkelompok di dalam dan di luar stadion.

Kami masuk lewat pintu samping kiri. Oleh panitia kami dipersilakan duduk di deretan kursi khusus tamu di samping tenda utama #ehem. Para pegawai dan peserta upacara yang kebanyakan anak sekolah berdiri jauh di seberang kami.

Tenda utama berada di tengah-tengah. Disana nanti akan duduk Bupati Merangin selaku inspektur upacara beserta jajaran Forkopimda (dulu Muspida) seperti Kajari, Kapolres, Dandim dll dan kepala dinas dan kepala UPTD. Ketika mengisi buku tamu, saya awalnya dipersilakan naik ke tenda utama. Untung saya ingat kalau saya bukan kepala kantor sehingga saya urung naik ke atas. :p 

Kami duduk di deretan depan. Di kursi tersedia makanan kecil. Di samping kiri duduk para veteran perang dan tamu undangan lainnya. Di sebelah kanan duduk ibu-ibu yang kompak memakai pakaian merah-merah. Lengkap dengan kerudung merah menyala. Beberapa kali saya dimintai tolong untuk memotret mereka menggunakan ponsel. Lucunya, meski pengumuman upacara akan dimulai, beberapa ibu terdengar masih asyik mengobrol.

Sebelum acara dimulai, digelar drama kolosal oleh siswa-siswi SMA Negeri 12 Merangin. Menceritakan perjuangan para pejuang mempertahankan kemerdekaan. Saya suka dengan penampilan mereka. Heroik. Meski saya agak sedikit mengernyitkan dahi dengan kostumnya yang menurut saya kurang pas. Para pejuang memakai pakaian TNI masa kini dan perawat palang merah memakai seragam putih-putih perawat rumah sakit.

Tepat setengah sepuluh pagi upacara detik-detik proklamasi dimulai. Pembawa acara dan komandan upacara berasal dari lingkungan Polres Merangin. Acara berlangsung lancar termasuk saat pengibaran sang Merah Putih oleh Paskibraka dari SMA se-kabupaten Merangin. Satu yang unik, upacara kali ini barisan Paskibraka dikawal pasukan berbaju merah putih dari Kodim Sarko.

Selesai upacara, saya dan teman-teman tak mau menyia-nyiakan kesempatan berfoto bersama di depan panggung utama. Termasuk berfoto bersama pasukan pengiring Paskibraka.

 

peserta upacara cilik

pasukan Brimob yang turut mengamankan jalannya upacara

 

Dirgahayu Republik Indonesia ke-71. Merdeka!!!

Iklan

10 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s