Merangin Expo

Pameran pembangunan kabupaten Merangin bertajuk Merangin Expo menjadi acara puncak ulang tahun Merangin. Dalam acara ini, tiap dinas dan instansi vertikal di Merangin saling unjuk kebolehan menampilkan stand terbaiknya.

Dua kali kantor saya mengikuti Merangin Expo. Pameran kali ini kantor saya absen karena masalah klasik akhir tahun: dana menipis. Tahun-tahun sebelumnya kantor yang mengikuti pameran tidak dikutip biaya sama sekali. Sekarang, setiap kantor yang mengikuti pameran dikenai biaya sewa tempat meliputi tenda, AC dan lain-lain total sekian puluh juta. Untuk membangun stand, setiap peserta masih harus mengeluarkan biaya tambahan. 

Merangin Expo biasanya diadakan secara outdoor. Kali ini diadakan di dalam ruangan. Meski sebenarnya berupa tenda besar yang dipasangi pendingin ruangan. Di tahun ini antara stand pameran dan stand jualan dipisah. Para pedagang menempati lapangan kompleks Pondok Pesantren Sungai Misang.

Motor saya parkir di samping stand Brimob. Dari lokasi parkir ke tenda pameran tidak terlalu jauh. Sebagian instansi selain Brimob seperti BRI, Polres Merangin, Kodim menggelar stand di luar, tidak di dalam tenda. 

p1060940

Tak seperti pameran tahun-tahun sebelumnya yang disesaki pengunjung, tahun ini saya bisa melihat stand dengan leluasa. Jumlah stand kantor / instansi juga tidak terlalu banyak. Bisa jadi karena sewa stand mahal sehingga tenda pameran tidak penuh. Atau karena pengunjung lebih tertarik mengunjungi stand yang menyediakan jajanan, pakaian dan aneka kebutuhan di kompleks Ponpes.

Stand pertama yang saya lihat adalah Sekretariat Daerah. Ada beberapa foto pembangunan ikon Merangin seperti GOR, jam gento, dan lain-lain. Perhatian saya tertuju pada kuis undian. Sayang saya tak bisa menjawab beberapa pertanyaan seputar sejarah Merangin hehe.

Deretan majalah salah satunya Gatra tersedia untuk dibaca-baca. Ada liputan tentang Geopark Nasional salah satunya Geopark Merangin. Beberapa saat saya baca, rupanya majalah itu boleh dibawa pulang. Asik!!

Stand Perpustakaan Daerah dan Arsip menampilkan foto-foto tempo doeloe seperti foto para bupati Merangin, foto gubernur Jambi. Beberapa nama bupati seperti Syamsuddin Uban, Rahman Syukur, HM Kamil diabadikan sebagai nama jalan di Bangko. Sebuah nama terdengar sangat familiar : MAA Datuk Madjoindo. Saya keliru, nama ini mirip dengan sastrawan klasik pencipta novel Si Doel Anak Betawi : Aman Datuk Madjoindo.

Foto berikutnya menampilkan momen Bung Hatta mengadakan kunjungan ke Bangko tahun 1954 dan foto saat Pemilu tahun 1971. p1060900 p1060899

Dari beberapa stand, stand kecamatan cukup menarik meski kurang diminati pengunjung. Saya jadi tahu potensi alam, wisata dan produk khas masing-masing kecamatan di Merangin. Stand kecamatan Lembah Masurai menampilkan kayu manis dan buah markisa sebagai hasil pertanian disana. Saya pikir markisa dan kayu manis hanya ada di Kerinci.

p1060909

Stand kecamatan Bangko menampilkan gelamai, oleh-oleh serupa dodol. Lain lagi dengan kecamatan Bangko Barat yang menjual satu set meja dan kursi dari batuan sungkai berusia ratusan juta tahun. Sumpah, ini bikin saya hampir keselek! Demi apa batuan fosil justru dijual oleh oknum pemerintah. Hiks…

Kecamatan Tabir menjadi stand favorit saya. Tidak menjual barang tapi menampilkan pakaian adat suku Batin, peralatan tradisional dan foto-foto dokumentasi liputan di tv tentang Rumah Tuo Rantau Panjang. Bisa jadi Rantau Panjang adalah desa wisata paling ngehits di Merangin.  

p1060917
p1060923cangok, jimat berupa anyaman daun pandan untuk mengusir roh jahat
p1060918

 

Stand terbaik tahun lalu diraih Dinas Pekerjaan Umum. Kali ini mereka menampilkan maket pembangunan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Ujung Tanjung, Pasar Bawah dan di Kawasan Rumah Tuo Rantau Panjang.

Saya lihat di maket, kawasan Terminal Angkot, RM Koim, Biduk Amo nanti akan dibongkar dijadikan alun-alun atau taman yang dilengkapi dengan dermaga, taman lansia, taman catur, monumen biduk amo, panggung terbuka, air mancur, jogging track, mini teater. Jembatan gantung Batang Masumai akan diubah menjadi jembatan yang lebih bagus. Semoga cepat direalisasikan. Amien 🙂

p1060916

Beranjak ke stand yang paling diminati warga yaitu Dinas Sosial. Menampilkan video kehidupan suku Anak Dalam / Orang Rimba. Kehidupan mereka yang menggantungkan diri kepada alam semakin lama semakin terusik karena hutan semakin rusak. Hewan liar semakin sedikit. Kehidupan berpindah-pindah dihadapkan dengan keinginan pemerintah membuatkan mereka hunian tetap. 

p1060936

p1060935

Saya beranjak keluar. Menatap panggung pertunjukan festival Biduk Amo yang belum mulai. Dirgahayu kabupaten Merangin.

Iklan

20 comments

  1. Aku nanti tanggal 14-16 April mau ke Jambi, tujuan utama kondangan tanggal 16 sore sih. Pengen ke Merangin tapi belum dapat open trip tanggal itu 😦

  2. biaya ikut pameran memang mahal ya .. terus kalau sudah ikut pameran masa mau nampilin stand seadanya .. malu dong sama yang lainnya, jadi tambah lagi keluar biaya untuk tampil cantik 😀

  3. Mas kalo aku ke Bangko ajak ke tempat suku anak dalam yo? Aku ingin sekali bertemu mereka, tapi masih belum kesampaian juga.

    Oya, stannya mirip Expo Hari Pangan Nasional milik Kementan yang digelar tahunan bergilir lintas daerah.

    Dan, aku juga mau dikirimi gelamai, haha.

  4. Dulu waktu kecil Bapak suka bikin stan pameran pembangunan, kadang juga bantu jaga, dan saya ikutan. Doh lupa sudah kapan terakhir kali berkunjung ke pameran seperti ini. Sayang sekali kalau fosil dijadikan mebel dan dijual, tapi mungkin ada peraturan yang memperbolehkan? Belum belajar di sana jadi belum bisa memberi vonis, haha. Kalau expo pasti banyak makanan dan minuman yang dijual… bisa tuh wisata kuliner sekilas tanpa harus ke pelosok kecamatan di Merangin. Bahkan satu kabupaten pun bisa banyak potensinya ya, Mas.

  5. Dikenakan biaya, apakah exponya diadakan oleh EO?
    Saya juga heran dan tak habis pikir batuan fosil kok dijual bukannkya dilestarikan.
    Kabupaten saja bisa mengadakan expo, yang dulu hanya diadakan oleh propinsi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s