Drama Filipina

thumb-350-700086
Foto pinjam dari sini. 

Postingan kali ini saya mau cerita tentang telenovela alias drama Filipina. Yes, kamu nggak salah baca!

Siapa yang lagi demen sama drama atau sinetron Filipina? Saya sudah lama sekali tidak menonton sinetron. Sinetron yang saya tonton terakhir adalah Bidadari yang dimainkan sama Marshanda dan Angel Karamoy. Sejak itu saya tidak lagi menonton sinetron. Bosan cerita itu-itu saja. Kalau tidak rebutan harta ya rebutan pacar. Kalau di rumah ibu saya pada khusyuk menikmati Anak Jalanan, saya mending melipir ke kamar. Online! Disamping itu durasi sinetron Indonesia ampun-ampunan. Mulai dari matahari terbenam sampai tengah malam, eh, itu DA deng :p

Sepertinya sejak Mahabharata, Mahadewa booming di ANTV, banyak stasiun tv berlomba-lomba menayangkan serial impor nan dubbing. Euforia Mahabharata selesai, ganti Jodha Akbar, serial India, Turki, Korea dan lain-lain. Ingin tampak beda, MNC TV menayangkan Pangako Sa’yo dan On the Wings of Love. Saya hanya menonton Pangako Sa’yo saja sih.

Awalnya hanya menonton cuplikan Pangako Sa’yo di MNC TV. Sepertinya menarik karena banyak konflik. Karena penasaran, saya tonton episode pertamanya. Sebulan yang lalu. Pangako Sa’yo atau Janjiku dalam bahasa Indonesia. Kabarnya, Pangako Sa’yo merupakan salah satu sinetron Filipina paling sukses dan sinetron pertama yang ditayangkan di luar Filipina.

Nama-nama orang Filipina yang berbau Spanyol seperti Eduardo, Amor, Miguel mengingatkan saya pada telenovela Meksiko. Waktu saya masih abg, SMP tepatnya, di saat hampir semua teman sekelas saya mengidolakan Amigos X Siempre, saya justru menggemari Betty la Fea. Tentang percintaan gadis buruk rupa dengan bossnya yang ganteng di suatu perusahaan. Betty la Fea menjadi satu-satunya telenovela yang saya tonton dari awal hingga selesai. Eh, belum selesai antena tv saya bermasalah sehingga tidak bisa menonton endingnya.

Selain cerita yang menarik, pemerannya yang cakep-cakep #eh, alasan kenapa saya kembali menonton sinetron adalah plot drama Filipina cepat. Beda dengan sinetron Indonesia yang terlalu dipanjangkan seperti Tukang Haji Naik Bubur #eh, Anak Jalanan #eh lagi. Dalam sehari, tayang dua setengah episode nonstop. Ada sih iklan, tapi hanya sedikit sekali.

Namun, saya kurang suka dengan terjemahannya yang seperti sinteron lama seperti kata om dan tante menjadi paman dan bibi, lalu nona untuk mbak. Terkesan seperti mendengar sebuah dongeng.

Kembali ke Pangako Sa’yo, cerita dimulai dari perkenalan Amor de Jesus, seorang mahasiswi cantik dari kalangan menengah ke bawah dengan Eduardo Buenavista, anak dari direktur Buena Mine Corp dimana keluarga Amor bekerja disana. Amor  tinggal di Talimpao, sebuah kota kecil di provinsi antah berantah bernama Punta Verde.

Amor dan Eduardo terjebak dalam lift. Dari kejadian ini mereka jatuh cinta. Sayangnya Eduardo dijodohkan orang tuanya dengan Claudia Salameda, anak gubernur Punta Verde karena alasan politis.

Saya pikir sinetron ini akan menceritakan konflik cinta segitiga Eduardo, Amor dan Claudia. Konfliknya tidak sesimpel itu. Muncul Diego, adik Eduardo yang juga mencintai Amor. Lantas ada Simon pacar Claudia yang belum merelakan perjodohan Claudia dengan Eduardo.

Situasi semakin rumit karena Diego menodai Amor hingga hamil. Amor melahirkan seorang putri bernama Maria. Suatu saat, terjadi longsor mengakibatkan seluruh keluarga Amor meninggal termasuk Maria. Amor yang larut dalam duka menikahi seorang Amerika dan tinggal disana.

Tanpa diketahui Amor, Maria rupanya masih hidup dan diselamatkan keluarga Isko. Maria kecil diubah namanya menjadi Yna.

***

Dua puluh tahun berlalu. Amor kembali ke Filipina dengan mewarisi seluruh harta suaminya. Eduardo dianugerahi dua anak : Angelo dan Lia. Sementara Yna tinggal dengan keluarga Isko.

Ibarat sinetron Tersanjung, ini adalah season 2 dimana nanti Angelo dan Yna saling mencintai tetapi orang tua mereka saling bermusuhan. Konflik antara Eduardo, Claudia dan Amor pun semakin seru. Di rumah kami, bisa dipastikan tiap malam saya dan istri menonton ini. Eh, di rumah kamu ada tv?

Iklan

57 comments

  1. drama ini cukup booming di sana mas, apalagi ada daniel Padilla yg lagi in
    asyik drama Filipina itu yg pasti ada endingnya hehe
    tapi tetep, sukaan yang maen duet maut James Reid & Nadine lustre, hehe
    ulasan menarik mas

  2. Uhlala update terus kak ceritanya di blog aku gak pernah nonton tv saingan sama emak yg nonton DA hehehe, sama aku jg dulu penonton telenovela, yg jelas artis filipina cantik2 ya kak

  3. Ini judulnya “Janjiku” apa sama dengan “Janjiku” yang sinetronnya Paramitha Rusady dan Ully Artha itu? Hehe. Tapi tipikal soap opera ya, duh konfliknya turun-temurun. Kadang agak maknyuss juga menonton sinetronnya, kok ya konfliknya nggak selesai-selesai, minimal damai kek supaya bisa bernapas dulu, ini selalu saja ada orang jahat, haha. Saya sekarang sesekali mengikuti serial Bollywood macam Mohabbatein dan Lonceng Cinta, akibat sakit kemarin tak bisa ke mana-mana jadi nonton TV deh, haha. Mesti siap dengan alur cerita belibet dan episode yang panjang, haha.

  4. Saya juga sudah lama gak nonton tv. Kalo nonton tv paling hanya sepakbola dan moto gp, itupun sesekali.
    Wajah orang philipina mirip orang kita ya. Tapi mereka kulitnya banyak yang putih.

  5. Mantabs.. Kalau saya sudah dari tahun 2008 ga ada nonton tv, termasuk anak anak sekalian. Palingan cuman nonton kartun lewat usb, sesekali saja buat anak, yg film nya udah di sortir duluan..

      • Iya.. kalau untuk anak saya biasa putar upin ipin sama boboiboyz. Bela belain download kalau ada wifi buat mereka. Saya ama istri udah sepakat kalau kami ga bakal nonton tv nasional. Jaga jaga saja buat mendidik anak..

        Saya geleng geleng kepala aja liat materi tv sekarang. Mulai dari pola bully membully, sikap kurang adab ke orang tua, contoh gaul muda-mudi baik itu lewat film, sinetron ataupun iklan, atau berita berita beringas… Saya takut saja jika anak anak saya terbiasa konsumsi hal yg demikian, sehingga mereka akan anggap itu semua biasa… Bisa dibayangkan bagaimana generasi anak anak kita kedepan.. (Ini hanya pendapat saya saja)..

        Resikonyo, saya dan istri harus berani nahan diri dan membiasakan untuk tidak menonton tv..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s